Category Archive: Indri’s Philosophy

Andai Semuanya MengGOLkan Bola…

Seseorang diijinkan lahir ke dunia ada posisinya. Entah sebagai ibu rumah tangga, guru, model atau lainnya. Semuanya ingin hidup bahagia, dengan peran yang didapatkannya. Kadang, kalau bahagia itu belum dirasa, mulailah mempermasalahkan kenapa… Continue reading

Agamamu Apa?

Pertanyaan ini lazim diajukan di Indonesia, bersamaan dengan ‘Anakmu berapa’ sama ‘Sudah nikah belum?’ Baru bertemu pertama juga nanyanya sudah begitu, masuk ke ranah pribadi. Sesuatu yang kalau di Barat dianggap impolite alias… Continue reading

Jangan Ludahi Sumur Tempat Kau Mengambil Air Minum

Paling mudah memang mengomentari ini itu, mengkritik ini itu, menyarankan ini itu. Yang menjalankan orang lain ini. Yang penting kita kan sudah memberikan ide, dan ide itu mahal harganya. Mau mumet melaksanakannya, maaf… Continue reading

Tuhan dan Keran

Saya sering mendengar nasehat ‘Berbagilah. Tuhan mempercayakan rejeki kepadamu. Jika tidak kau bagi, berarti keran rejekimu kau tutup. Bak penampungan rejekimu menjadi penuh, sehingga Tuhan tidak bisa memberikanmu rejeki yang lain’ Terus terang… Continue reading

Ngga Ada Yang Lihat Kok!

Paling gampang untuk menyemangati diri sendiri untuk berbuat tidak benar adalah kalimat ‘ngga ada yang lihat kok!’. Misal, menemukan dompet di jalan, daripada susah – susah menemukan siapa pemiliknya, lebih baik segera masukkan… Continue reading

Waktunya Berinvestasi Pada Kekekalan

Apa yang kita cari di dunia ini, semua bisa dijelaskan dengan mudah. Cara mencapainya pun semua orang telah mengetahuinya. Ingin terkenal? Beranilah berbeda. Ingin kaya? Teruslah berusaha. Ingin bahagia? Tunggu dulu. Jika yang… Continue reading

7 Deathly Sins for Blogger

Sebagai seorang blogger, ternyata kita bisa juga loh melakukan hal-hal yang dibenci Tuhan. Wah, padahal membunuh juga ngga, merampok juga ngga, kerjanya cuma di depan kompie. Tapi perkara yang mendukakan hati Tuhan, ternyata… Continue reading

Jika Benar, Katakan Benar

Berada di antara para penulis, dengan berbagai pendapat yang tumpang tindih di dalamnya, membuat banyak sekali pertentangan pendapat. Semua diseret ke ranah abu-abu, sehingga semua boleh, semua wajar, sepakat untuk tidak sepakat, dan… Continue reading

Menyesalkan Pilihan

Hidup itu pilihan. Dan untuk membuatnya lebih mudah, tetapkan tujuan ~ Indri Hapsari Saya sangat takut untuk menyesal. Yah, penyesalan selalu datang belakangan, karena kalau di depan namanya pendaftaran. Penyesalan selalu menyisakan rasa… Continue reading

Menyia-nyiakan Talenta

Ada satu cerita, tentang seorang Tuan yang akan meninggalkan hamba-hambanya. Ia menitipkan pada masing-masing hamba, sekeping uang, dan kemudian ia meninggalkan mereka. Hamba pertama menggunakan uangnya untuk berdagang, dan dengan singkat ia mengubahnya… Continue reading

  • Blog Stats

    • 1,563,306 hits
  • Advertisements