Museum Transportasi: Dalam Ukuran Sebenarnya

​Awalnya iseng saja, mumpung dilewati pas mau beranjak keluar dari area TMII. Ada pesawat Garuda Indonesia gede di samping kirinya. Dan seperti museum lainnya di Taman Mini, semuanya mesti berjalan dulu untuk sampai ke gedung museum.

Bagian luar Museum Transportasi


Ongkosnya 5 ribu per orang, ditambah kalau mau liat bagian dalam pesawat 3 ribu per orang. Cukup banyak juga yang antri mau masuk ke pesawat DC 9 ini, mesti lepas alas kaki dan dilarang bawa makanan. Di dalam ada yang nyobain duduk di kokpit (plus selfie tentunya) nah bagian penumpang yang baunya apek dan bau kaki. Soalnya kan tertutup gitu, trus pengunjung pasa lesehan di atas karpet sambil nungguin anaknya gegulingan. Apa ngga gatel tuh 😀 Kursi penumpang cuma ada 18, itupun sudah dikuasai pengunjung sebelumnya yang duduk petingkrangan sambil mainin HP. Lah, terus buat apa dong naik pesawat begini. Ada TV yang memutarkan penghargaan yang diraih Garuda Indonesia di Skytrack. Kami cuma bentar aja di dalam, ngga tahan sama baunya dan bergegas keluar.
Gedung museumnya unik seperti syahbanda begitu. Ada seperti menara oengawas di tengah, di belakangnya bangunan utama, lalu ada sayap kiri dan kanan. Di bagian kiri ada lokomotif kereta lengkap dengan gerbongnya. Sayangnya ngga jalan padahal relnya sukdah tersedia di sekeliling museum. Bangunan utama terdiri dari dua lantai dan semua berpendingin udara. Pantes pada anteng di dalam 😀 Sedangkan lantai duanya pakai AC alias angin cendela. Semua mode transportasi darat, laut dan udara ada di sini, dan kebanyakan dalam wujud aslinya. Bayangin dong, pesawat aja bisa mejeng, gimana bus, kereta dan kapal tradisional. Ada sih yang miniatur, tapi dikit banget. Setiap jenis juga ada beberapa versi karena yang dipajang sejak jaman penjajahan.

Ukuran yang sebenarnya


Di halaman belakang bisa mengayuh becak mini keliling halaman. Melihat para emak-emak ini semangat banget saya jadi mengurungkan niat, soalnya lucu sih kalau dilihat dari atas 😀 Halaman belakang nyambung ke stasiun mini sekaligus kantin, yang sayang banget makanannya ya pop mie gitu. Maksudnya keren deh kalau ada cafe yang menjual kopi dan snack cantik gitu. 
Pas mau jalan keluar, di sisi kiri ada gerbong kereta kepresidenan. Tentu yang jadul wong kapan sih terakhir kali Presiden kita naik kereta 🙂 Secara display keseluruhan Museum Transportasi ini masih kalah dengan Museum Angkut yang ada di Batu, tapi yang di Batu sekarang harganya sudah 90 ribu, yah ada harga ada rupa lah. Tapi kalau dari koleksi museum ini memuat lebih banyak ragam alat transportasi di Indonesia.
***

IndriHapsari

Advertisements