Monumen Pancasila Sakti: Melawan Rasa Takut terhadap Pengkhianatan

image

Waktu si kecil minta kesini, saya agak ogah-ogahan menyanggupi. Peristiwa G30S/PKI cukup menggores ingatan saya soal sejarah kelam bangsa Indonesia. Mungkin juga karena film (atau ada yang bilang propaganda) bak reka adegan kejadian tersebut. Bayangin, diputar setiap tahun dari satu-satunya stasiun televisi yang ada saat itu. Apa ngga nancep banget tuy. Rey, anak saya, tertarik setelah membaca buku tentang hal tersebut. Means that he has no bad memory, only curiousity.

image

Meskipun banyak teori konspirasi di balik kisah itu, persis seperti kisah bom Thamrin, yang perlu diingat tetap aja ada korban tak bersalah yang tewas. Itu dari dua pihak loh, para jendral dan rakyat kecil waktu ada PKI phobia. Mungkin otak saya aja yang terlalu bodoh untuk paham teori-teori yang  beredar, tapi sistem PKI yang rapi untuk memberontak juga perlu diwaspadai. Kalau ngga, rakyat lagi yang kena dituduh-tuduh komunis dan akhirnya malah jadi pembantaian bagi bangsa sendiri.

image

Museumnya sendiri terdiri dari dua gedung, isinya diorama dan sedikit barang pajangan. Saya menghindari foto, sakno (kasian) T_T Tiketnya 2,5 ribu per orang, bareng dengan bayar ongkos parkir 3 ribu. Tanpa diminta langsung disodorin buku panduan dan stiker, jadi yang mestinya kami bayar 12,5 ribu jadi 30 ribu. Ngga masalah, museum memang harusnya seperti itu menghargai dirinya, asal transparan aja transaksinya.

Screen Shot 2016-02-14 at 9.05.07 PM

Monumen Pancasila Sakti

Ngga banyak yang bisa saya ceritakan dari diorama, kami pindah ke Monumen Pancasila Sakti, TKP lubang buaya. Sumurnya sendiri diameternya kecil, hanya cukup untuk nyemplungin satu orang. Kata si kecil kedalamannya 12 meter. Ada rumah-rumah yang dipertahankan kondisi dan perabotnya, yang dulu digunakan sebagai markas koordinasi penculikan para jendral. Trus ada patung 7 jendral yang jadi korban.

Satu pertanyaan si kecil saat kami beranjak pulang, kenapa sih para jendral itu dibunuh. Saya jawab karena mereka mau melawan pemerintah. ‘Oh mereka mau bikin negara sendiri ya…kenapa harus membunuh?’

Ah negara ini memang penuh dengan drama yang bikin sesak…

***
IndriHapsari

Advertisements