Jalan-jalan di Makassar: Makam Diponegoro dan Malino Highlands

Sebelumnya, saya sudah ke Taman Kupu-kupu Bantimurung, Fort Rotterdam, dan Pantai Losari. Yang diceritain di sini tentunya beda. Niatannya sih banyak tempat bisa dijelajahi. Tapi terpaksa beberapa gagal karena berbagai sebab.

Gagal yang pertama waktu kita ke Makam Sultan Hasanuddin di daerah Gowa, daerah tengah kota gitu. Ada satu kompleks pemakaman yang sangat luas, sayang kalau lihat dari luar kurang terawat. Banyak anak-anak kecil yang bermain di depan makam, menyambut gembira kedatangan kami. Mereka minta duit, sembari mobil meninggalkan area karena penjaganya ngga ada.

Gagal yang kedua waktu mengunjungi Benteng Somba Opu. Bukan hal mudah mencapai sana karena letaknya jauuuh dan menyebrangi jembatan teluk. Jalannya masuk ke desa-desa gitu, dan begitu nyampe…disambut hujan deras. Jadi aja cuma muter di beberapa area, ternyata bentengnya serupa rumah adat Toraja. Tempatnya sih sepi, masih ramean Bird Park yang letaknya persis sebelum Benteng Somba Opu. Keluar dari sini, ketemu sama mall Akarena, yang dekat pantai Akarena. Sepanjang jalan menuju Pantai Losari, ketemu sama Trans Studio yang bikin macet jalan saking banyaknya yang pengen kesana. Jalur ini bagus banget untuk menuju Losari, banyak yang bisa dilihat.

image

Di Makam Pangeran Diponegoro

Untung aja suksesnya juga ada. Ada Makam Pangeran Diponegoro yang kecil dan terletak di daerah pasar. Masuk ke dalam, banyak sekali nisannya, dengan dua nisan besar di samping kiri. Ternyata itu adalah nisan Pangeran Diponegoro dan istri. Yang lain adalah keluarganya, ada pula pengikutnya.

Kebayang ketakutannya Belanda dulu sampe harus membuang sang pangeran ke luar jawa. Dipenjara di Fort Rotterdam, pintunya dibuat sangat rendah sehingga sang pangeran harus menunduk, yang dimaknai sebagai penghormatan terhadap Belanda. Segitu haus hormatnya…

Keterangan-keterangan lain bisa didapat dari Pak Hamsah yang merupakan juru kunci, sekaligus turunan kelima dari sang pangeran. Menurutnya turunan sang pangeran menikah dengan orang Makassar semua sehingga meninggalnyapun juga di Makassar. Jangan lupa isi buku tamu dan menyumbang serelanya ya demi kelangsungan tempat ini.

image

Perkebunan teh Malino Highlands

Kunjungan yang berhasil lainnya adalah Malino Higlands. Cukup jauh juga, dengan jalanan yang berkelok-kelok, dan kita berulang kali ketemu dengan truk pengangkut pasir. Rupanya kaya akan batu-batuan ya sungai dan danau buatannya. Setelah tiga jam ‘enjoying the moment’, nyampe jugalah kita di Malino Highlands, ditandai dengan tulisan gede di gerbang masuknya. Bayar tiket orang dewasa 50 ribu, anak-anak sampai 10 tahun 20 ribu. Nikmati acara naik turun jalan tanah yang cuma muat satu mobil, sambil liatin kebun teh yang berjajar rapi. Setelah parkir, bisa ke Green Pekoe Cafe dan menikmati teh hijau dari ketinggian 1200 dpl. Mau nongkrong doang ngga pake mesen juga ngga apa. Atau kalau mau naik kuda juga bisa, bayar 25 ribu di kasir, ntar dikelilingin area kebun teh.

image

Air terjun di Malino Highlands

Ternyata obyeknya ngga cuma cafe, tapi ada dua air terjun. Mobilnya mesti naik turun jalan tanah lagi, lebih curam dan lebih sempit, demi menuju areal parkir air terjun. Air terjun pertama cukup kecil, tapi jalan turunnya aduhai dah. Sudah enak kok, pakai tangga jadi ngga khawatir terpleset. Cuma ya itu, naiknya saja bikin saya deg-degan 😀 Beberapa kali istirahat untuk ngatur napas 🙂 (jadi termotivasi untuk jalan-jalan selagi sehat :D)

Mau turun ada mini zoo, sayang kita sudah keburu mau pulang. Jadi yah dilewatin doang. Sepanjang perjalanan ada persewaan kuda dan kebun petik strawberry. Yah kok ngga petik markisa aja ya 😀

image

View keren dari pool Aston Makassar

Hotel yang kita inapi, Aston Makassar, outstanding loh indoor poolnya. Bergaya unlimited pool gitu, dindingnya adalah kaca yang menghadap ke dermaga, Fort Rotterdam dan Pantai Losari.  Aduh jadi betah berlama-lama. Poolnya juga lengkap dengan jacuzzi, sauna, kolam anak-anak, handuknya tinggal ambil, ruang bilas, menjual peralatan renang, kursi malas dan beberapa meja kursi, serta jual makanan. Ngaturnya bagus, dan untuk masuk area mesti swipe kartu kamar kita. Pas datang, karena Christmas yah, sudah ada red velvet di kamar disertai dengan ucapan selamat Natal. Lagi anteng di kamar, diketok lagi, dapat kue lagi 😀 Kamarnya juga nyaman dan besar. Sayang kita dapat yang menghadap kota. Lain kali minta yang menghadap pantai ah 🙂

image

View dari lantai 15 Aston Makassar

Lokasinya juga enak, dekat mana-mana. Pagi jalan kaki gitu (jam 7 wita karena terangnya baru jam segini, ya kaya jam 6 wib gitu) tau-tau nembus Losari. Sekeliling banyak restoran dan convenience store. Ada juga taman posisi di antara pertigaan yang bisa dibuat olahraga atau sekadar jalan-jalan. Makanan juga lengkap dan enak, dengan ruang makan yang selalu penuh. Ada sudut omellete, roti dan kue serta salad, serta pojok minuman. Jusnya aja ada tiga macam. Trus sudut sereal dan kudapan lainnya (pernah siomay, pernah mendon). Satu sisi masakan khas barat (baked bean, sosis, kentang, pasta) dengan bubur ayam. Sisi lain ada masakan khas Indonesia dengan pilihan nasi putih atau nasi goreng. Lalu sisi lain masakan khas daerah misal nasi kuning Makassar, nasi uduk Jakarta dan mie yamin. Di meja sudah siap aneka selai, pegawainyapun sigap menanyakan mau teh atau kopi. Roti dipanggang sendiri, lalu bisa milih tuh mau butter, keju, atau potongan daging (beef or chicken). Room servicenya juga OK, kita pesan Australian Lamb Chop serius kok bikinnya 🙂

Loh ini kok cerita makanan lagi ya 😛 Oya supaya bisa tenang jalan-jalannya, plus bisa memastikan waktunya, sewa mobil aja, kebanyakan drivernya sudah pada hapal kok destinasi wisata maupun kulinernya. Ada juga bis trans Makassar, ada halte-halte kecil tempat nunggu. Taksi juga ada, demikian juga dengan bentor atau becak motor. Bandara Sultan Hasanuddin II besar dan baru, dengan banyak kios-kios kecil tempat beli oleh-oleh ataupun ngopi. Eh ada juga hotel dalam bandara, cocok buat yang transit lama.

Semoga infonya cukup untuk membuat Anda pengen kesana ya 🙂

***
IndriHapsari

Advertisements