Sayembara Cerpen Femina 2015, Sebuah Cerita…

Femina daftar

Pendaftaran Sayembara Fiksi Femina

Dapat tag pengumuman sayembara cerpen dan cerbung Femina dari teman-teman FB, saya pikir coba aja deh, secara Femina sudah saya baca karena Mama dulu langganan. Ini media famous, dan di lingkungan penulis cerpen, adalah suatu kebanggaan karyanya bisa muncul di sana. Foto poster saya simpan baik-baik di HP, karena seperti biasa, rencana sama eksekusi itu beda 😀 Syaratnya cukup banyak dan mesti diperhatikan detail, daripada kena saring sebelum berperang 🙂 Soal cerpen yang dikirim bukan liat pengumuman trus baru bikin. Ada dua cerpen yang memang saya ragu terus untuk ditayangkan di blog atau dikirim ke media. Sebabnya ceritanya cukup panjang, ngga nyaman kalau dibaca di layar komputer atau gadget. Trus belajar dari mbak Dian Kristiani, katanya blog itu terakhir setelah karya ngga dimuat di media cetak yang kita kirim. Akhirnya saya simpan sambil terus diedit.

Maka di Sabtu pagi (inget bener deh kronologinya :D) saat saya punya free time karena ngga kerja dan anak-anak lagi sekolah, saya siapin semuanya. Femina mensyaratkan pengiriman naskah dalam bentuk CD dan hardcopy, fotokopi KTP, dan formulir untuk masing-masing cerpen meski maksimal pengiriman adalah 2 cerpen. Masukin ke amplop coklat, dan melengganglah saya ke kurir untuk dikirimkan ke Jakarta. Saat itu bulan Agustus, jauh dari batas deadline yang September 2015. Bukan apa-apa, maunya cepat beres dan mumpung ada waktu. Kalau dekat-dekat deadline ada apa-apa, malah bikin chaos nanti.

Dan menunggulah saya hasilnya gimana. Siapa sih yang ngga pengen jadi juara, tapi tahu diri juga. Wong newbie, ngga pernah karya fiksinya dimuat di media cetak. Buat Femina malah baru sekali ini, ngga tau medannya juga karena dulu pas baca, ngga mampir ke kanal Cerpen Cerbung malah senengnya ke Gado-gado 😀

Femina2.jpg

Satu persatu hal yang bikin seneng tiba, ketika pihak Femina telepon untuk tanya-tanya tentang salah satu cerpen saya, Celana Kargo. Masih ditanya sebagai finalis sih, tapi seneng banget karyanya masuk radar dewan juri. Trus pas lagi menghadapi auditor di kantor…kabar gembira itu datang. Jadi pemenang aja udah seneng, la ini nomor satu! Nomor satuuu! #nggeblak. Akibatnya pas audit mau serius udah susah. Maunya nyengir terus, tapi ntar mencurigakan 😀

Femina3

Pemenang Sayembara Cerpen Femina

Trus mulai lagi nunggu pengumuman, setelah saya melengkapi syarat yang diajukan dan tanda tangan surat perjanjian. Berhubung ngga langganan Femina, taunya pengumuman itu sudah terbit malah dari teman-teman. Ada yang nge-tag, inbox, baik berupa foto dari majalah langsung maupun ke akun Femina yang belum saya ikuti.

Femina

Pengumuman Sayembara Cerpen Femina

Puji Tuhan…akhirnya dapat juga pengakuan nasional atas karya fiksi saya. Kalau non fiksi kan sudah dibuktikan dengan terbitnya buku Girls Talk by BIP. Untuk fiksi…akhirnya keberuntungan mampir juga di antara karya menarik lainnya 🙂

femina1

Sekilas cerita proses seleksi sayembara cerpen Femina 2015

Satu hal lagi yang bikin kejutan, dewan jurinya doooong….

Femina4

Dewan Juri Sayembara Cerpen Femina 2015

Meski ngga pernah baca cerpennya Leila S. Chudori, tapi tahu kalau novel terbarunya, Pulang, jadi incaran para kritikus dan diapresiasi positif. Reviewnya muncul di berbagai media cetak. Wiiih…beda lah sama awak ini. Trus gara-gara tahu Beliau jadi dewan juri, saya carilah profil Beliau…dan…hiks…keren banget! Berkarya sejak usia 12 tahun, sudah memenangkan berbagai penghargaan, menjalani berbagai profesi meski ngga jauh dari dunia kepenulisan.

Anyway…terima kasih buat semua dukungan dan ucapan selamat dari teman-teman. Semoga ini bukan akhir dari pencapaian di fiksi namun awal dari hal-hal baik yang terjadi nanti 🙂

***

IndriHapsari

Advertisements