Hindari! Perempuan Berpendidikan Tinggi!

 

Saya tertarik dengan bahasan Kompasianer Anissa F. Rangkuti tentang perempuan berpendidikan tinggi yang sering dianggap bakal dijauhi laki-laki. Fokus bahasan saya adalah pada ‘wanita berpendidikan tinggi’ dan ‘laki-laki’

Menurut saya, penting bagi wanita menempuh pendidikan yang setingi-tingginya. Bisa meningkatkan nilai tawar dalam pekerjaan, memperluas wawasan, menularkan pengetahuannya bagi keluarga dan lingkungan sekitar, dan membawa kebanggaan. Juga, siapa tahu, kalau nasib sedang buruk, pendidikanlah yang akan menyelamatkan kita dari diremehkan orang.

Kemudian apa yang salah dari wanita berpendidikan tinggi? Kalaupun ada yang salah, sebenarnya bukan pendidikanlah yang menyebabkan kekacauan tersebut, tapi karakter. Kalau saja sang wanita mau menghormati suaminya sebagai kepala keluarga dan teman hidup, tidak akan ada tuduhan terhadap pendidikan. Sebagai kepala keluarga berarti wanita harus mengikuti apa yang diinginkan suami, menunjukkan rasa hormat di hadapan seluruh keluarga, dan menghargai pendapat suami. Sementara sebagai teman hidup wanita juga harus bisa memposisikan diri sebagai seorang istri yang penuh kasih dan memberikan kenyamanan pada suami.

Kalau wanita berpendidikan tinggi cenderung memilih-milih calon suami, menurut saya hal ini sah saja. Kriterianya, Anda mungkin boleh tanyakan ke wanita yang lain, bukanlah pria dengan pendidikan yang LEBIH tinggi atau paling tidak setara. Tapi pria yang percaya diri, penuh kasih, dan bisa membimbing wanita dalam mengarungi hidup rumah tangga. Pria yang percaya diri sadar betul akan potensi yang ada di dirinya, bisa memanfaatkannya untuk menundukkan dan mengendalikan wanita, sekaligus bertanggung jawab terhadap keluarganya. Wanita, setinggi apapun pendidikannya, semandiri apapun dalam kesehariannya, tetap butuh kepemimpinan dan kehangatan dari seorang lelaki, sama saja seperti wanita-wanita lain.

Saran saya kepada para pria, jangan takut memilih calon istri meskipun tingkat pendidikan Anda tidak sepadan. Be confident! Kalau sudah tidak suka, ya hindari! Ngga usah maksa. Sedangkan untuk para wanita, kalau sudah keliatan si lelaki minderan, stay away from him. Kelak, dalam kehidupan berumah tangga, apa yang mau diharapkan dari lelaki yang tidak bisa menjadi pemimpin? Yang sebentar-sebentar menyalahkan pendidikan wanita untuk menutupi rasa mindernya.

‘Lo yang minder, kenapa gue yang susye?’ 🙂

***

Advertisements