Sastrainment #8: Edgar Allan Poe

Ini nih mbahnya cerita misteri, Edgar Allan Poe.

Kalau dilihat dari wajahnya, kayanya penuh misteri juga yak 🙂

image

Wikipedia

Poe terkenal dengan cerita-cerita pendek, yang antimainstream pada jamannya. Dia hidup tahun 1800an, di saat kesusastraan Amerika diliputi novel-novel baper berlatar perang saudara, perbudakan, intinya adalah masa romantisme. Nah Poe ini senengnya ngebahas gotik.

image

7 Kisah Klasik Edgar Allan Poe

Waktu pertama kali membaca kata gotik ini, yang terbayang pada saya adalah riasan mata yang dipakai oleh mahasiswa desain produk saat wisuda. Beneran, dia pakai celak hitam (sejenis pensil mata) yang membuat efek mengerikan pada matanya. Tapi kengerian seperti itu bisa saya hadapi.

image

Cerpen Edgar Allan Poe

Maka waktu pertama membaca ceritanya dalam 7 Kisah Klasik Edgar Allan Poe ini, saya nyantai aja bacanya. Judulnya Kucing Hitam. Halah, bisa menakutkan seperti apa sih ceritanya…

Ternyata dugaan saya salah. Poe berhasil membangun ketegangan pelan-pelan. Tokoh ‘aku’nya adalah sang pembunuh. Maka dengan keliaran imajinasinya Poe berhasil membuat saya memaki dalam hati, ih ceritanya gini amat…

Trus kengerian dilanjutkan dengan Jantung Yang Berkisah. Duileee…ngga ada yang lain apa yak selain cerita memperlakukan dengan tidak hormat jasad. Eeeh udah gitu dia ulangi lagi di cerita Runtuhnya Kediaman Keluarga Usher. Tapi untunglah Poe mengubahnya menjadi kocak saat mengisahkan Obrolan Dengan Sesosok Mummi.

Poe ini mbahnya cerita misteri. Jadi kalau Aoyama Gosho menciptakan komik Detektif Conan karena terinspirasi Sir Arthur Conan Doyle, Doyle sendiri pengagum Poe meski dia ngga akan iseng menulis tokoh ‘aku’nya sebagai penjahat atau kriminal lainnya. Kisah Kumbang Emas bisa jadi menginspirasi Doyle untuk memecahkan kode demi kode khas detektif Sherlock Holmes.

Mengenai tokoh ‘aku’ di karya-karya Poe, rasanya itu ngga bisa lepas dari kepribadiannya yang…yah…bisa sangat berubah, sangat kejam, namun di sisi yang lain dia bisa sangat pengasih. Mencintai istrinya yang adalah sepupunya sendiri, saat sang istri berusia 13 tahun, Poe mengalami guncangan luar biasa saat istrinya meninggal. Ia drop out dari universitas, suka mabuk-mabukan dan menghabiskan kekayaannya dalam judi. Hidupnya tergantung pada dunia kepenulisan. Sampai meninggalnyapun, pada usia 40 tahun, masih jadi misteri meninggalnya karena apa.

Kepribadiannya itu bisa dilihat pada cerpen William Wilson, tentang dualisme kepribadian dalam tubuh seorang manusia. Karyanya yang lain, Potret Oval Seorang Gadis sepertinya dia tuliskan berdasarkan kesedihannya kehilangan istri tercinta. Di satu sisi sangat mencintai, tapi di sisi yang lain juga menyiksa.

Membaca karya-karya Poe, meski pendek-pendek, tokoh utamanya hanya satu atau paling banyak tiga, karakternya tidak pernah simple. Ia dalam kisah-kisah Gotiknya sering menabrakan kepribadian tokohnya. Poe baru lempeng saat ia menciptakan kisah misteri, yang dengan juga asyik untuk dinikmati.

***
IndriHapsari

Serial Sastrainment : sastra infotainment

Sastrainment #1: Lord Byron, dan Kisah Cintanya yang ‘Juara’
Sastrainment #2: H. C. Andersen, Mengubah Kelainan Seksual Menjadi Dongeng Terkenal
Sastrainment #3: A. S Laksana, Penulis Yang Tukang Protes
Sastrainment #4: Joko Pinurbo dan Tahilalat
Sastrainment #5: Selalu Ada Selma untuk Gibran
Sastrainment #6: Wiji Thukul, Penyair Yang Diburu Serdadu
Sastrainment #7: Sir Arthur Conan Doyle, Dokter Yang Menjadi Novelis

Advertisements