KOCOK!, Arisan Super Heboh

20130708-053542.jpg

Contoh yang diberikan Ibu saya adalah, ikutlah arisan. Ibu saya adalah ibu rumah tangga, tergabung dalam Dharma Wanita. Maka arisan yang beliau ikuti dalam satu bulan ada 4, arisan PKK, Dasa wisma, RT, dan dharma wanita. Saat yang saya nanti adalah kala Ibu pulang, membawa sekotak kue berisi penganan. Atau senang juga diajak arisan, lalu sebelum ditawari, saya sudah teriak kenceng ke Ibu, ‘Mau yang ituuu!’ sambil nunjuk kue idaman.

Kondisinya sekarang berbeda. Sebagai wanita bekerja, tentu saya punya alasan untuk ngga ikut arisan. Tapi saya melihat kapan lagi nih saya gaul dengan ibu-ibu tetangga, secara ngerumpi di tukang sayur kelilingpun saya ngga. Sehingga bagaimanapun keadaannya, saya pasti ikut satu arisan. Meski kadang harus nitip uangnya karena ada lembur di kantor, atau telat datang karena saya juga merangkap sopir untuk nganterin anak-anak les.

Maka ketika melihat buku KOCOK! karya Joy Roesma dan Nadia Mulya ini, saya kepingin tahu dong gimana sih model arisan yang lain. Habis judul di covernya ada tulisan ‘the untold stories of arisan ladies and socialites’. Bakat keponya seolah terpanggil untuk membacanya :D.

20130708-053622.jpg

Buku setebal 379 halaman ini banyak ilustrasi, hasil wawancara, pie chart dan cerita profil sosialita. Diterbitkan oleh Gramedia, dan ilustrasinya keren banget, karya eMTe. Entah siapa, tapi saya rasanya bakal jadi fansnya. Tulisannya gede-gede, dan bahasa Indonesia! Agak berbeda dengan Hermes Temptation yang satu aliran, tapi lebih padat dan berbahasa Inggris.

Apa sih bedanya arisan saya dengan arisan creme de la cremenya Jakarta?

Banyak.

Secara duit tinggal metik, jadi arisan diadakan di tempat-tempat paling happening di Jakarta. Masalah masuk waiting list hampir sebulan ya ho-oh aja. Pembukaan dan penutupan di luar negeri, kalau perlu, ngocoknya ya di luar negeri. Ada seorang Ibu yang tinggal di Perth, dia ngikutin 8 arisan, dan semua di Jakarta! Ada juga peserta arisan di Jakarta, yang ke Surabaya dulu karena penata rambut favoritnya ada di kota pahlawan ini.

Menata rambut? Modal saya paling nyisir doang.

Beda dong, kalau tempatnya happening, dandanan juga harus happening. Rambut, harus kelihatan kalau keluaran salon. Semakin tinggi sasakannya, semakin gaya penampilannya. Mereka juga membawa make up artist, untuk menyempurnakan tampilan. Kalau sudah oke begitu, maka giliran fotografer profesional, mengabadikan setiap momen yang ada saat arisan.

Euh, kalau foto-foto terus, arisannya kapan? Ternyata, 70 persen waktu memang untuk sesi foto dengan berbagai gaya bak model profesional. Makanan yang dipesan malah tak tersentuh. Apalagi kalau bisa manggil media, tambah super heboh dandanannya.

Mereka juga pede melangkah dengan gaun malam di mall siang hari, dengan dandanan seperti mau ke pesta. Sepatu hak 15 senti, tas wajib Hermes, jam tangan dan tentu, bling-bling alias berlian harus nampak. Yang dibahas ya ngga jauh-jauh dari kehidupan mereka, dokter bedah plastik yang juara, beli baju dimana, salon dan make up artist langganan, dan life style lainnya.

Uang tarikannya berapa sih untuk gaya super heboh itu? Berkisar antara 100 ribu IDR, sampai 10,000 US! Anggotanya bisa hanya selusin, bisa 60 orang. Dan dari hampir 300 narasumber yang dimintai pendapatnya, mereka mengikuti lebih dari satu arisan, bahkan ada yang 20! Bayangin kalau dandannya super heboh gitu, apa ngga 20 kali berjut-jut untuk modalin penampilan.

Itu masih yang wajar. Yang ngga wajar, arisan ibu teladan. Loh, kok bisa? Jadi mereka terlihat mengantarkan anak dan mbaknya ke sekolah. Lalu para ibu ini arisan untuk mengisi waktu, dengan tipsy bareng selama dua sampai tiga jam di ruang tertutup, sebelum menjemput anaknya pulang sekolah, dan nampak sebagai istri teladan di mata suami di rumah.

Ada arisan swinger atau ganti – ganti pasangan. Yang ini suaminya juga ikut arisan. Atau arisan berhadiah brondong maupun artis pria terkenal. Tak jarang arisan dilakukan di klub malam, sekalian tipsy bareng sama ‘make’ bareng. Arisan khusus istri kedua juga ada, nah kalau sudah ada begini ngga tertutup kemungkinan bakal ada arisan istri ketiga, keempat dan seterusnya…

Tapi meskipun beda kami bagai bumi dan langit, ada juga kesamaannya setelah saya baca buku ini. Ternyata dimana-mana manusia sama, butuh bersosialisasi, butuh komunitas. Beragam karakteristik manusia ada di arisan, termasuk yang suka ngemplang uang arisan. Mendadak amnesia kalau ditagih. Walah mbaaak mbaak, ngga malu sama hebohnya? 😀

20130708-053750.jpg

***
indrihapsari
Foto : koleksi pribadi, edited by Snapshed

Advertisements