Persiapan Liburan Ke Jepang

Berhubung dapat tiket murah ke Jepang dari JAL akhirnya pergi dah kita ke negara matahari terbit ini. Waktunya disesuaikan dengan kesibukan kita berempat karena masing-masing punya jadwal. 


Persiapannyapun dilakukan di sela-sela kesibukan kita, ya gini ini kalau dadakan. Pertama tiket Jakarta – Tokyo – Jakarta dulu karena cepet-cepetan dapet yang smart combo. Kita beli dari satu tour di Jakarta yang punya call center 24 jam. Lanjut ke tiket Surabaya – Jakarta cari yang murah juga dan waktunya sehari sebelumnya. Eh uda gitu saking cepetnya ngga ngeh kalau semua nama mesti ditulis meski kotak-kotaknya ngga cukup. Jadi pakai inisial ngga apa, yang penting sesuai paspor. Gara-gara ceroboh gini akhirnya mesti ganti nama di tiket yang sudah dikirim via email, nambah biaya lagi deh. Tapi syukur bisa daripada angus T_T

Persiapan perjalanan wisata


Trus nyari hotel, kaitannya sama harga murah juga. Baru kepikir, hla kita juga belum rencana mau kemana kan šŸ˜› Akhirnya dibuat rencana globalnya, pasti Disney di Tokyo dan Universal Studio di Osaka, trus balik lagi ke Tokyo. Dibuat kisaran harinya, ketauanlah kita tanggal berapa aja di dua kota tersebut. 
Berikutnya visa. Berhubung yang ngurusin suami, kayanya saya ngga gitu bisa jelasin di sini. Yang pasti ada konjennya di Surabaya (jadi ngga harus ke Jakarta kaya kapan hari ke Australia), ambil form dulu yang diisi di rumah, trus kesana bawa paspor, tiket dan bukti book hotel, katanya sih supaya dipercaya beneran mau kesana buat liburan. Tunggu beberapa hari, kalau ngga ada masalah langsung aja datang sesuai jumlah hari yang mereka janjikan. Kalau ditelpon mereka biasanya karena ada masalah. 
Trus lamaaa ditinggal karena persiapan sidang kualifikasi doktoral, akhirnya begitu beres semua mulai ngutik lagi. Seperti biasa bikin file Excel yang isinya jadwal tiap hari kemana aja, kapan, berapa biayanya, dan transportnya pake apa. Andalannya Google Map. Meski ada web-web khusus transport di Jepang lainnya tapi paling user friendly emang punya Google. Habis itu beres mulai keliatan nih biayanya total berapa, dan bisakah dihemat? Ada beberapa destinasi yang dicoret karena udah pernah mengunjungi destinasi yang sama dan ratenya lumayan (contoh Legoland), ada juga yang karena naga-naganya waktu ngga cukup. Bongkar pasang urutan juga biar nyaman, dan ada yang digantikan dengan destinasi baru hasil browsing dan baca buku travel Tokyo dan Kyoto, Omotenashi. Transport yang mahal gara-gara naik Shinkansen PP Tokyo-Osaka, jadi kita cari alternatif pembiayaan yang lebih murah. Cari punya cari, ketemu deh Japan Rail Pass yang bisa juga untuk beberapa jalur MRT di Tokyo. Kami mendapatkan JRP lewat tour yang ada di Surabaya, sekalian beli tiket-tiket theme park daripada ngantri di tujuan.


Habis bikin Excelnya, sekarang mau bikin buku panduan gitu, biar anak-anak bisa baca ada apa sih di destinasi yang mau kita kunjungi dan sejarahnya. Kalau ada mapnya sekalian dijembreng biar tau ntar mau kemana aja. Tulisan-tulisan huruf kanji Jepang juga dicetak siap-siap ntar kalau mesti tanya ke orang lokal. Buat kita juga biar familiar karena konon toiletnya canggih dengan huruf yang kami ngga ngerti ini, demikian juga dengan perintah di ATM. 
Kalau packing, pakaian digulung dan dipisahkan sesuai dengan tanggal kami memakainya. Maksudnya biar ngga bongkar-bongkar koper. Ada satu koper yang khusus berisi barang-barang kebutuhan sehari-hari yang bisa masuk kabin, seperti obat, charger, tisu, pakaian dalam, kacamata cadangan. Kalau toiletries dan gunting mesti masuk bagasi. Selain koper, kami juga bawa tas ransel sebagai tempat jaket, botol kosong (karena ngga boleh bawa cairan lebih dari 100 ml), gawai, buku dan cemilan biar ngga bosen dan kelaperan di jalan.
Akhirnya kalau buat orangnya sendiri sih minum vitamin C biar ngga gampang sakit, jangan makan yang pedes-pedes biar ngga diare, dan berdoa biar perjalanannya lancar hingga balik ke tanah air šŸ™‚
***

IndriHapsari

Advertisements