Miss Jinjing Rumpi Sampai Pagi 2 : Bikin Penasaran

Saya selalu suka dengan tulisan yang mengalir, yang dibaca tanpa perlu mengerutkan kening. Maklum bo, biasanya baca textbook, wajar dong maunya baca yang crispy. Dan tulisan Amelia Masniari, atau Mbak Amy ini termasuk di antaranya.

Berasal dari coretan iseng di blognya, Mbak Amy berhasil mengangkat harkat pembacanya yang orang biasa ini, ke lingkungan the have, sosialita plus social climbernya, dan kehidupan para pejabat plus aparatnya. Maksudnya bukan supaya siap masuk ke pergaulan seperti itu, tapi biar tahu aja. Bukan buat iri-irian, karena toh itu emang usaha dan uang mereka (meski ada juga sih yang dari nginjek orang) tapi ya tambahan wawasan..oh bisa begini..oh bisa begitu.

Biasanya mbak Amy nulis gosip dan pengalaman dia, kehidupan pribadinya, banyak deh yang bisa dirumpiin. Tapi akhir-akhir lebih banyak nulis buku traveler, yang kalau dari koleksi saya sih, cuma beberapa yang saya beli, dan alasannya karena tertarik dengan negaranya, bukan kisah travelingnya. Bukan apa-apa, gayanya mbak Amy beda dengan saya yang rakyat jelata ini. Mbak Amy suka shopping, saya ngga, saya cuma suka jalan-jalan. Mbak Amy harus business class, saya kelas ekonomi yang lagi promo. Beda maskapai pasti 🙂

Awal Agustus lalu, mbak Amy banyak promo di Facebooknya soal buku terbarunya, Miss Jinjing Rumpi Sampai Pagi 2, yang lamaaa banget jaraknya sama yang pertama..mungkin 6 tahun ya. Tapi mbak Amy emang produktif banget, bukunya sudah belasan, itu kan berarti setahun dua kali ya. Tertarik dong saya, dan kali ini supaya ngga keabisan, saya pesan langsung ke ajudannya. Buku baru dikirim lebih seminggu kemudian, karena baru selesai cetak.

20140823-104338-38618893.jpg
Ooh..ternyata nyetak sendiri. Begitu saya terima, blas ngga ada penerbitnya, tapi ada barcodenya. Trus seneng juga mbak Amy membubuhkan nama saya dan tanda tangannya. So gorgeous deh! Isinya juga asyik, ngegosip dan asyik seperti biasa.

Meski begitu, ada beberapa masukan saya buat buku ini. Gapapa ya mbak Amy, seandainya mbak kesasar di tulisan ini. Saya jarang beli buku tipe renyah gini, kecuali kalau saya benar-benar yakin penulisnya juara. Dan masukan saya anggap aja karena saya sayang sama penulis favorit Mbak, dan ingin lebih baik lagi dalam berkarya.

Pertama mengenai harga. Buat saya, buku setebal 200 halaman dengan harga 125 ribu rupiah ini kok mahal ya. Meskipun sudah ongkir, tapi saya yakin HPPnya ngga segitu. , meskipun pakai yang print on demand, alias satu persatu bikinnya kalau ada yg pesan. Memang jadi lebih mahal daripada penerbit yang nyetakin, its ok, gpp. Tapi sebagai perbandingan saya pernah beli novel 600 halaman, bukan untuk dibaca tapi untuk bantu teman, harganya 150 ribu. Apalagi kalau liat dari kualitas jilidnya yang bikin saya takut ngebuka lebar-lebar, better you find another publishing, Miss Jinjing.

Kalaupun harga mahal karena buku ini ditulis oleh Anda, Mbak Amy, best seller author, sebaiknya sesuaikan kualitas tulisan dengan nama besar Anda. Paling ngga sewalah editor untuk perbaiki salah huruf yang gengges banget itu. Ngga pantes rasanya kesalahan kaya gitu muncul di buku Anda. Terus, banyak titik-titik di antara kalimat itu juga not appropriate. Bukan tata cara menulis yang baik dan benar.

Mengenai isi, oklah kalau ini penggalan kisah Mbak Amy, ngga apa satu kisah hanya dimuat 3 halaman saja. Saran mungkin dikelompokkan aja, mana yang kisah cinta Indonesia, cinta pria Indonesia, dan kisah lainnya. Saran lain, dua dongeng di belakang dibuang aja, ngga cocok sama judulnya yang Rumpi.

Nah, itu aja deh. Semoga ke depannya lebih baik. Sukses terus buat mbak Amy! ^_^

***
IndriHapsari

Advertisements