Dari Status Jadi Karya (2)

Senangnya ketika ada penulis yang bisa mengembangkan status GJ saya menjadi cerpen. Surya Narendra, seorang penulis muda dari blog keroyokan Kompasiana mampu melakukannya. Status GJ saya seperti ini :

20130925-160959.jpg

Status ini sebenarnya berisi keprihatinan, terkait dengan lahan pekuburan yang makin sempit dan tidak dihormati lagi. Entah ya, meski mereka telah meninggal, tapi saya tetap merasa menjaga dan menghormatinya adalah bagian dari penghormatan terakhir untuk mereka. Ayah seseoang, ibu seseorang, anak seseorang, pasti ada yang merasa kehilangan, sekaligus keberatan jika tanah pekuburan malah berubah jadi ‘pasar.’

‘Pasar’ yang saya maksud adalah keramaian yang terjadi, karena pekuburan mengalami penambahan fungsi. Sebagai tempat parkir, tempat jemuran dan tempat indehoi. Kegiatan yang tak selayaknya dilakukan di sana.

Surya melihatnya dari sudut pandang mahluk-mahluk halus yang ada di sana. Bagaimana perasaan mereka, persoalan yang mereka hadapi, kekesalan yang terjadi karena ada mahluk dunia lain, yaitu manusia, yang mengusik ketenangan mereka.

20130925-162458.jpg

Semua itu, dibalut dalam rasa humor dan detail yang memperkaya cerita. Misalnya TPU Jeruk Sunkist, plesetan Tut Wuri Handayani IPA IPS, atau global marning. Masih banyak yang lain, ngga seru kalau diceritain disini šŸ˜› Surya juga menyelipkan pesan tentang keprihatinannya terhadap lingkungan sosial dengan halus, jadi ngga keliatan kalau lagi ngiklan. Tak lupa supaya terkesan sebagai cowok romantis, ia keluarkan juga jurus gombalnya untuk mbak Kunti. Intinya, kalau mau dimasukkan genre apa agak susah. Tapi yang pasti kita akan tersenyum saat membacanya.

Kalau mau baca lengkapnya, silakan menuju tautan ini, Dalam Sebuah Makam. Selamat menikmati ^_^

Advertisements