Taman Safari Prigen : Plus dan Minusnya Dibanding Taman Safari Bali

Taman Safari di Indonesia ada tiga, di Cisarua, Prigen dan Bali. Yang Cisarua dulu pernah saya kunjungi saat masih kecil. Yang paling diingat ya karavannya. Kayanya asyik gitu ya nginep di mobil rumah. Lalu saat di Prigen, Pandaan dibuka, kamipun mengunjunginya. Namun terbatas hanya di keliling melihat binatang saja, karena mau coba berbagai wahananya kok kesannya sepi ya. Sampai akhirnya terdampar di Bali, dan nyobain semua. Akhirnya, setelah beberapa kali berkunjung, kemarin kami sempat mengunjungi seluruh fasilitas di Prigen.

Mungkin perbedaan terjadi karena tata letak dan sistem yang diterapkan ya. Kalau di Bali, kami harus membeli tiket terusan, sehingga kalau ngga dinikmati ya rugi judulnya. Sementara kalau di Prigen, ada pilihan mau lihat binatang aja atau ambil tiket terusan. Sebenarnya di tiket lihat binatang ada free 10 wahana gratis. Tapi sepertinya bukan yang disukai anak saya, soalnya kok saya jadi mengunjungi loket terus yak. Kalau banyak yang dikunjungi, mending ambil tiket terusan. Selain lebih murah, ngga usah bolak balik cari loket.

20130714-084513.jpg

Tata letaknya juga menyebabkan kita akan terpicu untuk mengikuti acara demi acara, dan mencoba wahana yang ada. Mungkin karena ngga terlalu luas, sehingga kemana-mana dekat, dan suara pembawa acaranya bisa didengar dari seluruh area. Wahana di Prigen ini lebih banyak, kecil-kecil, dan letaknya tersebar. Faktor lainnya, entah benar atau tidak, di Bali kesannya lebih bright, sedangkan di Prigen lebih temaram. Belum lagi kalau bicara sumber daya manusia.

Di Bali saya bertemu para petugas yang ramah, bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris, dan terbiasa meladeni tamu yang cerewet. Sementara saya mengamati di Prigen yang ramah hanya petugas di show dan foodcourt. Saat saya memilih barang di toko souvenir, petugasnya berdiri di samping saya, didn’t say anything dan menunggu hingga ditanya. Belum beres, eh penjaga satunya lagi juga mengerubungi, seakan ketakutan saya akan melakukan sesuatu. Saya coba ke toko yang lain, eh hasilnya sama aja tuh! Judes bin jutek, seperti ngga perlu pelanggan.

Soal makanan, harga mahalan Bali. Tapi dengan harga segitu kita dapat resto yang megah, pilihan menu yang beragam dan aneh-aneh. Maksudnya wiskul jalan terus. Sedang di Prigen seperti foodcourt biasa, dengan harga hampir dua kali lipat harga Surabaya. Yang menarik, di dua sudut terdapat kebun binatang mini, dibatasi dengan kaca. Jadi kita bisa makan sambil ngeliatin hewan-hewan itu. Tapi saya ngga tega, kayanya malah mereka yang ngeliatin saya, pingin dibagi juga makanannya.

Soal show, saya hanya sempat melihat Dolphin Education Show, sedang di Bali melihat yang Elephat Education Show, dan Birds Show. Di Prigen pilihan acaranya lebih banyak, jadi bersiaplah sejak 11.00 untuk mengikuti rangkaian acara dengan jeda 30 menitan. Acaranya sama-sama menarik, hanya yang di Bali menggunakan bahasa Inggris. Presenternya cukup komunikatif, disertai dengan dua pelatih. Acara ini mengingatkan saya atas pertunjukan yang sama di Ancol.

Yang bagus sepertinya Safari Water World. Ngga sempat masuk sih, tapi dari luar terlihat dua seluncuran besar yang menarik. Areanya juga cukup besar, beda dengan di Bali yang ‘sekedarnya’. Hal lain yang Prigen lebih bagus adalah area Safari Adventure atau melihat hewan-hewan yang dibiarkan bebas di alam. Konon yang di Prigen ini terbesar di Asia Tenggara. Pilihan binatangnya lebih banyak, jumlahnya juga banyak, dan alamnya benar-benar mirip asli. Kalau di Bali selain kecil, kita juga harus menaiki bis mini yang disediakan pengelola. Tapi kalau di Bali ada pemandunya, sehingga kita bisa tahu serba serbi binatang yang kita lihat. Tapi ya itu, ngga bisa berlama-lama dan memberi makanan.

20130714-084416.jpg

Berikut petanya, dan kalau mau cek lebih lanjut silakan ke http://www.tamansafari2.net. Untuk hiburan keluarga, wajib dikunjungi 🙂

20130714-085700.jpg

***
indrihapsari

Advertisements