Australia 7 Hari, 15 Jutaan, Mau?

image

Eaaa..,sudah kaya iklan tur saja ya. Maksud saya, sebenarnya kalau mau traveling ke Australia, anggap ke Gold Coast, Brisbane, Sydney dan Melbourne, kalau mau murah bisa aja lo. Sebenarnya tulisan ini bukan based on experience, maklum, perginya sama 3 ‘anak’ jadi ngga bisa ngirit banget. Tapi sesampai di sini saya perkirakan bisa aja kalau mau dipermurah.

Gini, apa sih pengeluaran selama disana? Tentu murah = kurang nyaman. Tapi tentukan prioritas, kan asal nyampe dan bisa tahu keadaan di sana. Semisal mau lebih enak, tinggal nambah aja dari pengeluaran minimal ini. Sementara ditahanin dulu deh, yang penting bisa jalan dan tetap sehat. Hal lain, kalau kita ada kenalan yang bisa ditumpangi, tentu ini menghemat, jadi kurangi saja biaya-biaya di sini.

Australia ini agak unik, karena imigrasinya ketat banget. Jadi lupakan bawa mie instan atau kopi sachet buat pengiritan. Semua harus dibeli di sana, padahal air mineral 600 ml harganya 25 ribu, ngga boleh nyangu dari indonesia lagi. Trus gimana?

Pertama siapkan dulu visa dan paspor. Visa mesti ngurus di Jakarta, jadi alokasikan untuk datang ke kedubesnya, 1,25 juta ongkosnya. Sekitar seminggu pembuatannya. Untuk paspor pakai online saja, sekitar 260 ribu untuk ngurusnya, semingguan juga jadinya,

Nah, kalau visa dan paspor sudah di tangan, berikutnya rencanakan perjalanan. Oya, waktu urus visa, penting untuk tahu mau ke Australia tanggal berapa dan nginep dimana. Jangan sampe petugasnya curiga kita bakal luntang lantung di Australia.

Pengeluaran nanti adalah untuk :

1. Transportasi antar negara
Semua transportasi murah, maunya penumpangnya cuma bawa sedikit muatan. Berat maksimal ada yang 7 atau 10 kg. Lebih baik bawa ransel biar gampang dibawa-bawa, karena daerah penginapannya mungkin ngga wheel friendly.

Bawa baju dikit aja, bawahan bisa dipakai beberapa kali. Semisal sangat berkeringat, ya ganti tiap hari. Daripada bawa baju kotor, kenapa ngga dicuci? Bawa deterjen sedikit dari rumah, cuci di kamar mandi, peras dan jemur di luar, jangan lupa dijepit biar ngga terbang. Pulang jalan-jalan, udah kering. Cuaca di Australia, meskipun summer, ngga membuat kita berkeringat. Jadi aman bajunya.

Untuk 7 hari, bawa saja 6 kaus tipis, 2 bawahan, pakaian dalam secukupnya, kaus kaki bila pakai kets, kalau mau ngga ribet pakai saja sandal. Jangan lupa pashmina atau sarung bali, berguna saat di pesawat dingin, soalnya perjalanan panjang. Jacket, topi, botol kosong, toiletries (bawa dalam botol-botol kecil), charger, pulpen, dan sebaiknya tukar uang sebagian di Indonesia. Kalau udah ngga cukup tukar lagi.

Cari tahu dengan jarimu, transportasi apa yang paling murah menuju sana. Cek kalau ada promo, itu sebabnya penting untuk langganan emailnya maskapai. Eh itu kalau waktu kita bebas  ya, kalau harus pergi pada tanggal tertentu sih on the spot aja.

Tiket promo itu, kadang ngga enak. Jadi transitnya lama, atau nyampe di bandara pas maling lagi operasi, dan ngga ada angkutan ke penginapan. Jadi siap-siap nginep di bandara sampai pagi. Resiko barang hilang sih sedikit, tapi dibangunin terus sama sekuriti, atau didatangin anjing pelacak, jangan kaget yaaa…:)

2. Transportasi antar dan dalam kota
Berhubung Australia ini luas, mending pakai pesawat untuk menghemat waktu. Tapi kalau mau jalan darat, sambil menginap di kereta atau bis, bisa juga. Setelah dicek pada situs http://www.rome2rio.com, ternyata naik kereta malah lebih mahal. Jadi mending jalan udara aja.

Cari tahu juga untuk transportasi dalam kota, apa yang paling murah dan sampai sana. Semakin mudah, semakin cepat, tentu makin mahal. Tapi kan ngga bisa jalan kakim jadi pengeluaran ini pasti ada. Misal pakai kartu langganan, atau bandingkan antar moda. Misal di situs rome2rio.com, sudah ada rute, pilihan moda transportasi dan harganya.

Kalau mau murah sih, usahakan tahu dulu ada apa aja di sekitar satu destinasi. Gubakan google map, atau google earth untuk lebih jelas. Kan lumayan tuh ngga usah naik kendaraan, cukup jalan kaki. Cari tahu juga soal jam dan hari buka, karena di Australia cuek aja buka cuma 5 hari dalam seminggu, atau jam buka cuma sampe jam 5 sore.

Di Melbourne misalnya, kita bisa naik tram gratisan. Rute sudah bisa didapat online, atau pas nyampe di bandara. Dari satu stasiun, atau halte, kita bisa pergi ke beberapa destinasi, trus nanti balik lagi ke tempat semula, atau ke stasiun/halte lainnya.

Kadang kalau iseng untuk tahu satu negara itu seperti apa sih, naik aja kereta dari ujung ke ujung, atau turun di interchange, ambil kereta jurusan lain,. Seru, dan jadi tahu tempat-tempat mana yang menarik. Pergilah pada non-peak hour, untuk harga yang lebih murah.

Cara ini juga bisa digunakan, bila kita ngga tahu mau kemana dan waktu terbatas. Emang sih ada penemuan yang namanya internet, cari tahu dengan jarimu. Tapi emang kok, bahkan Google Earthpun ngga bisa mengalahkan field experience 🙂

3. Penginapan
Semakin dekat dengan keramaian, semakin mahal. Jadi pilihannya cari yang dekat stasiun atau halte saja. Atau kalau kuat jalan, ya silakan. Tapi di Australia rata-rata pada dekat sarana transportasi kok, jadi ngga perlu khawatir soal ini. Oya satu lagi, kalau kuat iman dan imron, bisa juga tinggal di red district area. Cenderung lebih murah, tapi resiko tanggung sendiri 🙂

Hostel adalah pilhan utama. Kalau tinggal disini, biasakan bawa handuk dan sabun sendiri, daripada disuruh beli atau sewa. Satu kamar ada yang ber16 dalam bentuk bunk bed, dan campur  antara wanita dan laki-laki. Kalau jengah, pilih aja yang ber4 dan sejenis. Untuk mencari infonya, bisa dari http://www.hostelworld.com.

Kamar mandi terbatas, jadi jangan mepet mandinya. Tempat toiletries juga yang anti air dan bisa digantung. Taruh dalam botol-botol kecil biar ngga kena di imigrasi (dan enteng juga), dan ditaruh dalam transparant bag.

Pilih juga hostel yang ada pantrynya, lumayan menghemat sarapan. Biasanya mereka sediakan roti dan selai, teh dan kopi. Bisa hangatkan makanan juga di microwave, atau manggang roti, atau seduh mie cup yang dibeli disana. Belinyapun mudah, biasanya disediakan di vending machine.

Jangan kaget begitu mengetahui letak hostelnya di atas sebuah toko, atau jalan masuknya sempit amat. Banyak tanya aja, karena kadang tempatnya nyelempit dan nyamar. Kamar juga ada yang ngga berjendela, jadi serasa di bunker. Makanya rencanakan perjalanan dengan efektif dan efisien, biar nyampe hostel buat tidur dan mandi doang. Jangan lupa cek juga kamarnya pake AC atau fan, kalau pake AC juga ngga sepanjang hari nyala. Ada yang cuma dari jam 8 malam sampai 8 pagi aja. Kalau bawa gadgetnlebih dari satu, siapkan T atau kabel roll panjang, karena stop kontak biasanya ada satu di masing-masing ranjang.

4. Makanan dan minuman
Di Australia, makanan hangat, atau buat sarapan, hitungannya sudah 80 ribu di kedai atau kafe biasa. Dengan sarapan di hostel, dan mencukupkan diri dengan yang disediakan di sana, mestinya untuk sarapan beres. Alternatif lain, banyak kafe yang jual kopi dan muffin untuk 50 ribu. Atau cari tempat yang jual makanan, tapi ngga khusus. Misal aja di warnet ada yang jual cemiln dan kue-kue, harganya cukup murah, 20 ribu untuk banana cakea tau carrot cake. Lumayan buat ganjel perut.

Alternatif lain untuk makan siang dan malam, bisa coba sushi, harganya sekitar 25 ribu, dapat satu. Sushinya jangan bayangin seperti yang ada di Indonesia, satu kali suap habis. Tapi mengenyangkan, karena satu genggaman, atau 5 potong sushi kita. Bisa jadi alternatif juga kalau kangen nasi. Secara steamed rice disini, semangkok kecil, juga 25 ribu.Di 7 eleven, banyak jenis roti yang disajikan hangat. Yang paling mengenyangkan dan murah menurut saya sausage roll. 35 ribu, kalau saya sih harus tiga kali makan. Bisa jadi pengganti makan besar.

Lupakan soal coklat dan kripik kentang yang mahal dan ngga mengenyangkan. Kalau mau ngemil, beli pisang, apel, atau strawberry saja yang memang ditanam di Australia. Per biji 10 ribu. Memang mahal, tapi daripada beli lainnya lebih mahal dan ngga sehat.

Hal penting lainnya adalah minuman. Sebotol air mineral ukuran 600 ml sudah 25 ribu, dan sudah pasti minumnya lebih dari satu botol. Karena itu manfaatkan tap water di tempat umum. Di bandara, stasiun, taman, toilet, atau di dalam wahana. Minum secukupnya, lalu isi botol kosong kita. Bawa botol kosongnya dari Indonesia aja, biar hemat ngga usah beli di sana. Meski bawaan diperiksa sebelum imigrasi, tapi di gate keberangkatan kadang ada tap water juga yang bisa diisi untuk diminum di pesawat. meskipun sudah begini, kadang membeli minum tidak bisa dihindari, daripada dehidrasi 🙂

Kalau ingin minum hangat, 7 eleven pilihan yang tepat untuk segelas kopi kecil dengan harga 10 ribu. Gedean jadi 20 ribu. Di kafe malah minim 35 ribu, jadi kalau ngga rewel soal jenis kopi ya pilih yang murah saja. 

5. Tempat wisata
Enaknya di Australia, banyak hal yang bisa dinikmati secara gratis dan layak. Maksudnya meski fasilitas umum, kebersihan dan keindahannya tetap terjaga. Pergilah ke taman, dan beri sisa biskuit pada burung-burung yang berdatangan. Atau nongkrong di pinggir sungai, bersih dan ngga berbau kok. Di mall juga begitu, banyak bangku untuk sekedar beristirahat.

Di Gold Coast, banyak pantai yang bisa dikunjungi. Pasirnya lembut dan bersih, banyak bangku bahkan tempat tiduran yang disediakan. Soal toilet di sini ngga usah khawatir, banyak public toilet atau portable toilet yang bisa digunakan. Hal lain yang bisa dinikmati adalah Nerang River, cukup duduk di pinggir sungai sambil menikmati pemandangan.

Untuk Sydney daya tarik utama adalah teluknya. Sydney opera house berdekatan dengan Royal botanic garden. Untuk naik dan duduk menikmati pemandangan taman maupun teluk gratis kok. Lalu jalan saja ke Circular Quay kalau mau menempuh perjalanan lainnya. Atau jalan saja ke Darling harbour, sisi lain teluk. Ada SeaLife, WildLife dan madame Tussaud di sana. Kalau ogah bayar, ya keliling-keliling aja, seru juga kok.Jalan ke sisi lainnya, ada Chinesse Garden, dekat juga dengan Hay market, seperti Chinatown gitu. Atau Paddy’s Market, asal perhatikan jam dan hari bukanya.

Jalan lagi ke sisi Darling harbour yang bersebrangan dengan opera house, ada Austalian National museum Gallery, tempat bersandarnya berbagai jenis kapal. Kalau mau naik mesti bayar, tapi kalau liat doang dari bawah gratis kok.Jalan -jalan ke Fish Market juga bisa, lihat proses loading dan penyiapan tempat jualan ikan. Atau jalan – jalan menikmati kota, karena bangunannya antik-antik dan terawat.

Perhatikan juga museum -museum yang ada, karena ada yang masuknya gratis. Tapi ya itu, waktu bukanya terbatas. Perpustakaan bukan hanya tenpat buku, tapi suka ada pameran dan kegiatan gratis di sana. Demikian juga dengan art galery yang dipunyai pemerintah, bisa jadi destinasi tersendiri.Ngobrol dengan penduduk sana juga bisa jadi pengalaman tersendiri lo. Bicarakan tentang profesi mereka, kota mereka, atau info lainnya. Info mengenai tempat – tempat yang tak tertulis di brosur, internet dan peta bisa didapatkan.

6. Lain-lain : Kegiatan selama menunggu, oleh-oleh dan komunikasi
Berhubung penerbangannya jarak jauh, siapkan kegiatan biar ngga bosen dan ngga kehilangan uang terlalu banyak. Jika air disiapkan dengan mengisi botol kosong dengan tap water, segalam macam cemilan dibawa saja dari rumah, tapi janji ya, harus habis sebelum pesawat landing di Australia 🙂 Kalau dari Australianya sendiri, cemilan murahnya silahkan lihat di bagian makanan.

Bawa buku dari Indonesia, isi tablet atau smartphone dengan musik dan film idaman. Jangan lupa juga powerbank, dan colokan khusus Australia yang berkaki tiga miring. Bantal leher bila perlu, dan semua perlengkapan pencegah kedinginan.

Untuk oleh-oleh, kalau ngga punya waktu ya ke pusat souvenir saja. Di Gold Coast dan Melbourne  tempat seperti ini ada, jadi ngga usah ngider dari toko ke toko. Tapi kalau ngga ada waktu, dan belinya di sekitar tempat menginap atau selewatan, juga bisa kok.

Untuk komunikasi, lebih baik manfaatkan fasilitas hostel seperti free wifi, atau komputer bersama di ruang komunitas. Bisa juga manfaatkan area-area yang ada free wifinya, seperti bandara. Lumayan bisa telpon-telponan. Lainnya bisa beli kartu sana, misalnya Telstra, 30 aud sdh dapat 200an menit bicara, dan 200 MB data, trus uang 30 audnya utuh untuk kita pakai kalau bonus tadi habis, masa berlakunya juga sebulanan,mjadi kita yang cuma seminggu aman jaya 😀

Sekarang, setelah tahu garis besarnya, berapa lama berkunjung ke Australia, sendirian, dan cari yang murahan, eh sori, gratisan? Berapa lama waktu yang diperlukan untuk itu?

Untuk Gold Coast, pagi dan senja hingga malam hari lebih baik di pantai. Sedangkan siang nongkrong di pinggir sungai atau keluar masuk toko souvenir yang banyak di Surfer Paradise. Mau tahu pinggir-pinggirnya Gold Coast naik bis saja yang banyak ditemukan di sini. Atau naik kereta untuk ke Brisbane, mencari suasana berbeda. Brisbane kota bisnis, jadi lebih banyak gedung tingginya. Nikmati taman di sekitar Wheel of Brisbane pasti menarik, dekat dengan sungai juga. Menjelang sore, kembali ke Gold Coast naik kereta. Jadi di Gold Coast dan Brisbane 3 hari deh.

Sydney, cukup banyak yang dilihat, karena ini kota metropolitan. Mau sampai malam tetap ada hiburan, dan transportasi juga sampai malam. Kalau gratisan, dua hari saja. Sedang Melbourne, praktis yang bisa dikunjungi hanya siang hari. Kecuali kalau mau nongkrong malam-malam di pinggir sungai atau di taman ya. Oya di Surfer Paradise di Gold Coast, dan Federation Square di Melbourne saat malam, selalu ada pertunjukan atau show yang ngasihnya sekedarnya. Bisa jadi alternatif daripada bosan. Atau susuri saja toko-toko kecil di daerah dekat Chinatown, banyak keunikan toko yang bisa dinikmati. Untuk itu Melbourne bisa deh 2 hari.

Unuk biayanya,  berikut perkiraan biaya jika tanpa promo. Karena agak sulit untuk multicity pada waktu yang berurutan, tiketnya promo semua. Kalau pas dapat promo, ya tinggal kurangi saja biayanya. Biaya ini berdasarkan situs rome2rio.com

Transportasi Surabaya – Gold Coast : 402 aud
Transportasi Gold Coast – Sydney : 84 aud
Transportasi Sydney – Melbourne : 93 aud
Transportasi Melbourne – Surabaya :421 aud

Perkiraan biaya hostel di masing-masing kota 30 aud, dikali 7 hari, totalnya jadi 210 aud.

Perkiraan transportasi dalam kota, sekali jalan sekitar 5 aud. Anggap dalam 7 hari ngider ke 3 tempat atau 4 kali angkutan sampai balik per harinya. Total biaya transportasi 140 aud.

Perkiraan makan selama 7 hari di Australia, dan 2 hari di pesawat, atau total 9 hari per sekali beli sekitar 5 aud (silakan diatur sendiri di bagian mana mau menghemat, di bagian mana mau lebih royal). Totalnya jadi 135 aud.

Perkiraan beli minum selama 9 hari, perhari beli 2,5 aud, sisanya isi di tap water. Totalnya jadi 22,5 aud.

Sekarang kalau mau ngopi cantik di kafe pojokan jalan, atau mau masuk MovieWorld, atau mau beli oleh-oleh, silahkan tambahkan perkiraan biayanya dengan total tadi.

Kalau ditotal semua pengeluaran dasar, untuk 7 hari di Australia butuh biaya sekitar 1410 aud, atau 15 jutaan. Sebenarnya harga bersaing dengan harga tur yang sempat saya lihat 1354 aud. Cuma kelebihan jalan sendiri ya bebas atur waktu dan tujuan. Mana yang mau dikunjungi, mana yang mau berlama-lama, atau malah sebentar tanpa perlu nungguin yang lain, dan terutama berinteraksi dengan local people, serta kehidupan mereka sehari-hari.

Nah, pilihan di tangan Anda. Kalau saya sih prinsipnya,
get lost, and you’ll find yourself 🙂

***
IndriHapsari

Advertisements