Sastrainment #1: Lord Byron, dan Kisah Cintanya yang ‘Juara’

20130107-235626.jpg

Nicholas Syahputra sama Brad Pitt kalah lawan bapak yang satu ini. Simak datanya ya…
Tinggi : 174 cm.
Berat : 60-an kg
Postur tubuh : atletis, berkat kegemarannya berolahraga tinju, berkuda dan berenang.

Ow ow..siapa dia?

Namanya George Gordon Byron (22 January 1788 – 19 April 1824) atau dikenal dengan nama Lord Byron. Beliau adalah penyair Inggris kenamaan dan merupakan figur penting dalam pergerakan ke era Romantisme. Karyanya yang terkenal adalah puisi narasi Don Juan, Childe Harold’s Pilgrimage dan puisi pendek dengan judul She Walks in Beauty. Sayang sekali ia mati muda, pada usia 36 tahun. Namun sepanjang hidupnya dia cukup ‘sibuk’. Selain menghasilkan berbagai karya yang menginspirasi banyak sastrawan lainnya, Byron juga mendapat gelar pahlawan nasional dari Yunani, dan..kisah cintanya yang luar biasa berliku dan rumitnya.

Byron merupakan anak dari Captain John “Mad Jack” Byron dari istri keduanya. Sementara istri pertamanya meninggal karena perlakuannya yang kasar dan brutal, setelah melahirkan dua anak perempuan, dengan satu anak yang selamat yaitu Augusta. Nama Lord Byron sendiri didapatkan saat ia berumur 10 tahun karena mewarisi nama dari paman buyutnya, English Barony of Byron of Rochdale.

I am such a strange mélangé of good and evil that it would be difficult to describe me

Lord Byron dikenal sebagai seorang yang boros, berani, eksentrik, flamboyan, kontroversial, independen, cepat marah, sehingga teman-temannya berpikir dia menderita gangguan jiwa karena perubahan moodnya yang sangat cepat. Terutama dalam hal mencintai dan menyakiti.

Tahun 1812 Byron memamerkan hubungan affairnya dengan seorang wanita yang telah menikah, yaitu Lady Caroline Lamb. Lady Lamb mendeskripsikan Byron sebagai “mad, bad and dangerous to know”.

20130108-002311.jpg

Byron kemudian memutuskan begitu saja hubungan tersebut, dan berpindah ke wanita lainnya, diantaranya adalah Lady Oxford, yang menyebabkan Lady Lamb kehilangan berat badan cukup banyak. Selain itu, Byron juga menjalin hubungan dengan saudaranya yang satu bapak, Augusta. Saat itu Augusta sebenarnya sudah menikah, namun toh Byron mendapatkan anak darinya.

Setelah itu Byron mendekati Anne Isabella Milbanke, yang awalnya menolak lamaran Byron, namun kemudian menerimanya. Milbanke adalah wanita yang bermoral tinggi, pintar, dan penuh perhitungan. Namun sayang Byron memperlakukannya dengan buruk. Akhirnya Milbanke pergi dengan membawa anaknya. Isu tentang KDRT, incest, sodomi, dan kecemburuan mewarnai hidupnya.

Byron kemudian meninggalkan Inggris, dan akhirnya tinggal di Villa Diodati di tepi danau Geneva, Swiss. Dia tinggal dengan John William Polidori, Percy Bysshe Shelley dan Mary Shelley (istrinya), dan punya affair dengan saudara tiri Mary, Claire Clairmont. Ketika mereka menghabiskan beberapa hari di villa Diodati pada musim hujan di bulan Juni, mereka membaca kisah yang fantastis, termasuk Fantasmagoriana, yang membuat mereka menciptakan ceritanya sendiri. Mary Shelley menulis cerita yang nantinya akan menjadi Frankenstein, atau The Modern Prometheus, sedangkan Polidori terinspirasi cerita drama Byron yang berjudul Fragment of a Novel, menyebabkan ia menulis cerita The Vampyre.

Musim dingin Byron ia habiskan di Venice, dan dalam perjalanannya ia jatuh cinta pada Marianna Segati. Namun tak berlangsung lama, karena kemudian ia jatuh cinta lagi pada Margarita Cogni. Kedua wanita ini telah menikah, dan sering berantem untuk memperebutkan Byron. Akhirnya Byron lebih banyak menghabiskan waktunya di gondola daripada diam di rumahnya. Hihihi…rasain^^

Byron terus melanjutkan perjalanannya ke Roma, kemudian ke Venice lagi. Byron secara produktif terus menghasilkan karya, termasuk lima canto (bagian dari puisi) pertama dari Don Juan. Saat itu Byron menjadi cinta pertama Countess Guiccioli, yang mengakibatkan mereka berdua pergi ke Ravenna menghindari suami Giccioli. Disana ia menyelesaikan Don Juan, the Ravenna Diary, dan My Dictionary and Recollections. Don Juan merupakan puisi dengan 17 canto, menjadi salah satu puisi terpenting yang diterbitkan di Inggris, yang memadukan aspek sosial, politik, sastra dan ideologi.

Lalu, bagaimana sih isi karyanya, mengingat sepak terjangnya yang ‘juara’ dengan berbagai wanita? Ternyata karyanya tetap manis, indah dan puitis. Contohnya adalah puisi She Walks In Beauty. Puisi yang diciptakan tahun 1814 ini bercerita tentang terpananya Byron saat melihat kecantikan dan keanggunan sepupunya yang akan menikah. Puisi ini pernah masuk dalam Glee Season 3 pada episode “On My Way”. Tahun 2008, film “Disgrace” menggunakan puisi ini sebagai soundtrack utama.

Pengen tahu? Enelan? Niiih…

She Walks in Beauty

She walks in beauty, like the night
Of cloudless climes and starry skies;
And all that’s best of dark and bright
Meet in her aspect and her eyes:
Thus mellow’d to that tender light
Which heaven to gaudy day denies.
.
One shade the more, one ray the less,
Had half impaired the nameless grace
Which waves in every raven tress,
Or softly lightens o’er her face;
Where thoughts serenely sweet express
How pure, how dear their dwelling-place.
.
And on that cheek, and o’er that brow,
So soft, so calm, yet eloquent,
The smiles that win, the tints that glow,
But tell of days in goodness spent,
A mind at peace with all below,
A heart whose love is innocent
!
.
.

Sumber referensi dan gambar: en.wikipedia.org/wiki/Lord_Byron
Sastrainment : sastra + infotainment

2 comments

Leave a Reply to indrihapsari Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s