Ketika Kau Accept Aku

Image

Aku mulai dengan membaca kalimat-kalimatmu. Ada cerita kau dengan kegiatanmu. Teman-teman menanggapi statusmu. Senyum mengembang lewat icon yang selalu engkau sematkan di akhir tanggapanmu. Aku menangkap keceriaan di situ.

Di lain waktu, kau ungkapkan kekesalanmu. Atas harapan yang tak sesuai asamu. Aku bisa merasakannya, betapa pedih hatimu. Teman-temanmu berusaha menghiburmu. Senang rasanya membaca kau tertawa di ujung komentarmu.

Pindah lagi ke lain bagian. Kali ini ada kamu yang di-tag oleh temanmu. Foto candid, sehingga bisa kulihat betapa cantiknya kamu. Kau begitu apa adanya, dan aku bisa melihat tulusnya senyuman yang entah kau berikan pada siapa. Tatapanmu, membuatku ingin akulah yang berada di sana waktu itu.

Kini aku mulai membuka album fotomu. Tawamu ada dimana-mana. Dikelilingi teman-teman yang nampak mencintaimu begitu rupa. Ada fotomu dengan mama papa. Kamu cantik, seperti mamamu.

Kamu suka masak rupanya. Acara televisi tentang masak memasak masuk dalam daftar Likemu. Ah, kamu sudah bepergian ke banyak tempat di Pulau Jawa. Suatu saat…adakah kemungkinan…ku yang akan menemanimu?

Terima kasih kau sudah accept aku. Kini aku bisa merasakan kebahagiaanmu, meski bukan namaku yang ada di samping tulisan ’In relationship with …’

 

Sumber gambar : spad1.wordpress.com

Komen? Silakan^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s