Museum Bung Karno Bali, Gedung Kecil dengan Isi Berlimpah

Ini kali kedua kami datang, karena pertama pas nyari ngga dapet-dapet. Padahal Google Map telah menunjukkan lokasinya dengan tepat, tapi kok ya mesti keliwat. Setelah tiga kali ngulang kami memutuskan untuk pulang. Kali kedua, ngga mau nyerah karena bawa driver dari Bali dan ponakan yang kuliah di Udayana. Masa sih gagal maning šŸ˜€
Meski hampir terlewat lagi akhirnya ketemu deh gedungnya. Nyelempit di antara dua gedung megah, Museum Bung Karno jadi terlihat bersahaja. Di depan ada mobil RI 1, prasasti, kemudian kami disambut petugasnya. Masuk museum ini mesti lepas alas kaki dan mengisi buku tamu. Ongkos masuknya 25 ribu.

Lantai pertama Museum Bung Karno


Baru masuk saja sudah terlihat ini museum koleksinya berlimpah tapi gedungnya ngga mampu menampung. Lukisan-lukisan ditumpuk di lantai sehingga menutupi rak bagian bawah. Buku-buku dan foto tidak terlihat sehingga ngga tau isinya apa. Banyak juga karya seni yang menggambarkan sosok presiden pertama Indonesia itu, seperti lukisan dari uang koin atau pahatan dari kayu. Tapi lagi-lagi semua itu ngga bisa dinikmati karena tumpang tindihnya barang koleksi. 
Masalah lain adalah perawatan. Lebih baik bila semua dokumen baik buku langka, foto  maupun kliping koran dipindai dan disimpan secara digital. Tinta bisa hilang, jangan sampai rekaman sejarah juga. Foto kalau direroduksi juga bakal manis lagi, sehingga kita bisa melihat wajah dan ekspresi bapak bangsa.  

Lantai dua Museum Bung Karno


Koleksi prangkonya juga banyak banget lo, ada dua juta katanya dan akan dijadikan koleksi museum prangko Bung Karno. Duh semoga saja bisa lebih profesional ya biar ngga berantakan begitu. Bagian atas isinya furniture dan peralatan yang pernah dipakai Bung Karno dan keluarga. Ada mesin jahitnya Bu Fatmawati waktu menjahit bendera, televisi kecil yang dijdikan perdebatan itu radio atau LCD šŸ˜€ serta ruang sesembahan beserta barang-barang antik lainnya.
Kunjungan kami bukan disebabkan karena ngefans dengan Bung Karno, tapi sebagai generasi muda wajib dong mengetahui sejarah bangsanya. Ntar kalau keluarga Pak Harto atau Pak Jokowi mungkin membuat museum yang sama, pasti berusaha kami kunjungi šŸ™‚
***

IndriHapsari

Advertisements