Museum Keprajuritan TMII : Biar Tahu Sejarah Indonesia

Bayangkan seperti ini. Para laki-laki brewokan rambut gondrong berkulit sawo matang. Ngga pake baju, membawa sebilah tombak. Sorot mata tajam, yang pasti penampilan ngga klimis malah cenderung berantakan. Tapi mereka berani angkat senjata melawan penjajah dengan senjata apinya, yang hitungan di atas kertas mereka bakal kalah. Ngga kebanyakan ngomong, diskusi ini itu kaya pepesan kosong, mereka berani mempertatuhkan nyawa. Pria klimis lain? Paling berebut paling pintar dan paling benar.

image

Melihat diorama yang berada di lantai dua Museum Keprajuritan Taman Mini Indonesia Indah ini menjadikan mata kita terbuka, perlawanan yang telah dilakukan leluhur kita, merata di seluruh Indonesia. Mulai abad ke 7 hingga ke 19, para pahlawan kita gigih berjuang melawan kerajaan lain dan penjajah. Senjata seadanya, tapi semangatnya yang luar biasa.

Diorama itu menceritakan peristiwa pertempuran di berbagai daerah. Selang-seling adalah pajangan meriam dan formasi perang. Saya malah baru tahu kalau meriam yang digunakan oleh Indonesia hasil buatan anak bangsa, karena mereka mengukir huruf jawa kuno di meriam besinya. Kirain merebut dari penjajah. Formasi perangpun unik, digambar sesuai judulnya. Ada yang formasi udang, gajah dan halilintar. Naik ke lantai 3, kita bisa melihat pemandangan TMII dari atas, lengkap dengan meriamnya.

Seperti biasa museum ini tidak dilengkapi pemandu, padahal kalau ada veteran yang mau bercerita dengan menggebu-gebu, pasti keren sekali. Pencahayaan juga kurang, sampai kami harus menebak ini tulisannya apa, dan diorama ini menceritakan apa. Ongkosnya cuma 2.500 rupiah per orang, selain isi museum outdoornya juga unik.

image

Saat baru masuk perhatian kami sudah tertuju di danau buatan yang memisahkan kami dan museum yang berbentuk benteng ini. Lalu ada dua kapal yang bisa dinaiki dan dijadikan tempat nongkrong, karena yang satunya lagi kafe. Untuk mencapai museum kami harus melalui jembatang gantung yang hobi goyang-goyang. Di sekeliling museum juga terdapat ukiran diorama, yangbsayang banget ngga kelihatan itu menceritakan tentang apa.

Overall, memuaskan kok buat generasi muda, agar mereka tahu apa yang telah diperjuangkan nenek moyangnya.

***
IndriHapsari

Advertisements