Sepatu Bata Produksi Cina

20130310-150402.jpg

Dari jaman saya kecil hingga sekarang, sepatu Bata tak pernah lepas menghiasi kaki saya. Meski ada merk-merk lainnya, tapi selalu ada satu dua yang bermerk Marie Clarie, North Star, Bubble Gummer dan Power di rumah. Selain buat kerja, anak-anak ke sekolah juga menggunakannya.

Alasan kesetiaan kami sbagai konsumen karena produknya kuat, harga terjangkau, dan modelnya klasik, bisa digunakan pada jaman kapanpun. Toko-tokonya mudah ditemui, mau di dalam mall atau di pinggir jalan juga ada. Yang lainnya, terdorong rasa nasionalisme karena kami berpikir sepatu ini asli buatan Indonesia.

Maka kagetlah saya ketika hari ini mampir ke tokonya untuk membeli sepatu kerja, ternyata sepatu tersebut sudah tidak diproduksi di Indonesia lagi, namun di Cina. Keterangan tertera di label pada bagian bawah sepatu dan kotak sepatunya. Yah, ngga jadi bangga lagi dong. Tapi saya merasakan perubahan harga, sekarang lebih murah daripada sebelumnya. Apa produksinya dipindah untuk menekan harga?

20130310-150226.jpg

Karena itu saya coba mencari keterangan tentang produksi sepatu Bata di Cina. Ternyata sejak Desember 2012 pabrik Bata di Cikarang tutup akibat demo buruh dan penyegelan pabrik. Jadi karena itulah manajemen memutuskan untuk memenuhi pasar Indonesia, sepatu diimpor dari Cina.

Soal kekuatan sih ngga tahu, tapi saya yakin di Cina pun ada tingkatan kualitas, jadi tidak semua memiliki kualitas yang buruk. Buktinya banyak merk internasional yang mempercayakan produksinya di Cina. Dan gara-gara mencari referensi tadi, saya baru tahu ternyata perusahaan ini didirikan di Swiss pada tahun 1894, dan pabriknya tersebar di 26 negara, termasuk Indonesia.

Indonesia masuk menjadi tiga negara terbesar pengekspor sepatu, selain Vietnam dan Cina. Saya pernah mengunjungi pabrik sepatu di Sidoarjo yang mengekspor produknya ke Eropa, dan rutin mengirimkan pegawainya ke kantor pusat di Denmark. Atau pernah juga saya dan teman-teman menjadi konsultan pada perusahaan sepatu, yang pasar terbesarnya justru di Jepang. Selain senang bekerja sesuai passion, yaitu persepatuan *grin* senang juga melihat produk kita tak disangsikan kualitasnya, dan dapat diterima di manca negara.

Sekarang, agak sedih deh dengan label ‘Diproduksi di Cina’ itu. Tapi ya beli juga, daripada tokonya banyak yang tutup, dan berapa tenaga kerja kita lagi yang harus menganggur.

Sumber berita :
http://beritaburuhindonesia.wordpress.com/2012/11/02/pabrik-sepatu-kena-imbas-aksi-buruh-pabrik-bata-stop-berproduksi
http://citraindonesia.com/pabrik-sepatu-bata-tutup-hingga-16-desember/
http://www.tempo.co/read/news/2012/11/07/090440373/Demo-Buruh-Bata-Bakal-Hengkang-dari-Indonesia
http://en.wikipedia.org/wiki/Bata_Shoes

Advertisements