10 Persamaan Pertemanan di Dunia Nyata dan Maya

image

Mungkin, karena kita pernah hidup di dua dunia, macam amphibi saja, yaitu dunia sebelum ada internet dan setelah ada internet, proses adaptasi pergaulan kita jadi menyisakan banyak tanda tanya. Bayangkan, taunya kalau diskusi ini mestinya ngumpul di suatu tempat, belajar kelompok lah istilahnya *haduh lama bener yaaa*, sekarang tersebar di berbagai belahan duniapun, bisa diskusi juga. Atau yang terkaget-kaget karena diunfriend akun Facebooknya, itu kan sama dengan ngajak musuhan!

Mari, daripada gemes sama sepak terjang teman-teman kita di dunia maya, kita coba padankan antara kejadian di depan layar dan di balik layar.

1. Poke
Poke kalau di Facebook artinya nyolek. Sampe sekarang saya ngga ngerti maksudnya apa, haruskah saya nyolek balik? Padahal di nyata saya ogah dicolek, apalagi harus nyolek balik. Kalau bayar dulu, lain masalah #eh.

2. Data pribadi
Dulu sih yang tahu data pribadi kita adalah teman yang punya agenda. Masih inget kan, jaman diary yang beredar itu. Kita isi dengan tinta warna warni, tempel stiker, glitter, lalu ngisi biodata selengkap-lengkapnya. Yang tahu ya yang ngisi diary itu selanjutnya, plus yang punya. Kalau sekarang, semua orang asal terhubung dengan akun kita, bisa melihatnya dengan bebas. Update lagi! Misal lagi suka grup musik apa, bisa diketahui oleh semua orang. Apalagi kalau masih gaptek, settingannya masih public, tambah kesebar kemana-mana tuh data.

3. Foto
Foto pribadi yang biasanya tersimpan rapi di album foto, sekarang bebas berkeliaran di kalangan teman. Belum lagi yang ngeshare foto kita ke teman-temannua, tambah mantep kalau cakep, tambah ilfil kalau ngga cakep. Foto milik diri sendiri bisa diatur, yang diupload pas yang anglenya bagus. Nah kalau teman yang upload, trus ngetag kita? Itu yang bikin penyamaran terbongkar…

4. Status
Status tuh ibarat kita lagi pengen ngobrol di sekumpulan teman, lalu mereka akan menanggapi. Kalau di nyata sih orangnya lebih sedikit, dan mereka cenderung menjaga kesopanan kalau komentar. Kalau di maya lebih bebas, dan kadang bisa bikin salah paham. Bahasa lisan dan tulisan itu beda, apalagi kita ngga bisa mendengar penekanannya, mimiknya, gesture tubuhnya. Maka potensi konflik lebih besar.

5. Teman
Teman di dunia nyata, adalah mereka yang terlibat dalam kegiatan kita. Karena berhadapan muka, kadang kegiatannya lama atau intens, membuat hubungan kita menjadi dekat, atau kita tahu banyak tentang dia. Orangnya bisa dipegang, dalam arti harafiah maupun non – harafiah. Emang sih ada juga yang mbleset, nyata tapi penipu. Cuma bisa dikurangi tingkat resikonya asal hati-hati.
Nah kalau di maya ini susah, karena kadang yang kita hadapi akun palsu, atau akun kedua atau keberapa si pemilik asli, kadang akunnya asli, tapi sikapnya palsu. Jadi sulit deh untuk menilai ia teman yang baik atau tidak, kalau belum ketemu di nyata.

6. Janji
Dalam hal janji, teman-teman di nyata lebih bisa diandalkan. Ya jelas lah, kalau mengingkari ya potensi dikepruk orang besar. Beda dengan janji di maya, kadang hanya di mulut eh layar saja. Misal berjanji untuk mendoakan, bener ngga akhirnya dilaksanakan? Meski ada juga yang komitmen dengan janjinya, dan beneran dilakukan. Agak repot karena orang-orangnya ini ngga jelas.

7. Ngegosip
Ngegosip di nyata, disebut dengan pertemuan empat mata. Jadi orangnya dikit aja, lalu mulai dah bisik-bisiknya, yang diomongin di antaranya adalah teman sendiri. Kalau di maya, ngegosip bisa one-to-one dengan saling mengirimkan message atau chat. Anggap aja ini seperti bisik-bisik. Masalahnya, kalau di nyata gosip bisa menguap dengan sendirinya, di maya gosip jadi abadi karena ada rekamannya. Kalau tega, itu gosip bisa nyebar kemana-mana.
Demikian juga kalau ngegosip dalam kelompok lebih besar. Resiko bocornya lebih gede di maya, karena yang melihat banyak mata, dan entah niatan mereka kan sulit diketahui, emang mau tahu, mau ngomporin, atau mau ngadu. Belum kalau bola panas sudah digelindingkan, siapa yang bisa mengendalikan. Di kita masalahnya sudah beres, di teman gosip ternyata masih berlanjut. Ini yang bikin persoalan ngga selesai-selesai, seperti ada serialnya.

8. Unfriend
Memutus hubungan persahabatan dengan teman nyata itu seperti menjauhi dia, menghindari biar ngga ketemu, dan tutup kuping kalau ada yang ngomongin orang itu. Prosesnya cukup sulit, karena orang lebih menghargai persabatan nyata. Merekalah yang pertama menolong kita saat kita tertimpa kesulitan. Karena itu persahabatan akan selalu dijaga.
Sedangkan di maya, proses unfriend itu sangat mudah. Hanya satu klik, dan lenyaplah kabar-kabar dia dari beranda kita.  Ngga usah berkonflik dengan dia, ngga usah sirik liat foto-fotonya, habis perkara. Unfriend dilakukan terkait kenyamanan. Ngapain maksa persahabatan yang dilandaskan keharusan.

9. Block
Tingkatan hubungan ini paling ekstrim. Jadi kalau di nyata, ibaratnya kita jadi invisible buat dia, seperti pakai jubah kasat matanya Harpot, atau gelembung karantina. Kita ngga tau dia ada, dia juga ngga tau kita ada. Biasanya dilakukan karena si teman ini ngga bisa dikasih hati, sudah menjurus ke annoying, paling tinggi ya harrasment. Haduh, ngga rugi deh keilangan teman kaya dia…

10. Kamu lagi ngapain?
Buat yang kepo, atau bahasa halusnya perhatian, di nyata sulit sekali mengumpulkan fakta, si dia nih ngapain aja. Beda dengan maya, cukup rajin nguntit status dan komen-komen di dalamnya, bersahabat dengan semua orang di friendlistnya, kita jadi tau kegiatan dia 24 jam itu ngapain.

Yang pasti, kehidupan maya dapat menghasilkan distorsi, sehingga kualitas pertemanan menjadi menurun. Karena itu berbaik-baiklah di dunia maya, angggap ini sebagai  investasi karena kelak kita tak tahu siapa yang akan menolong kita nanti.

***
IndriHapsari

Advertisements