Suteki : A New Way To Taste Sushi

20130818-204146.jpg

Biasanya, kita ke Sushi Tei. The original one. Sushinya tipe konvensional, hanya mendasarkan pada rasa bahan utama. Penambah rasanya cuma shoyu (kecap Jepang), wasabi (sambal) dan gari (jahe) aja. Sehingga kerasa banget seafoodnya, nasinya, norinya.

Kelemahannya,mahal. Dan mungkin untuk sebagian orang, rasanya tawar.

Karena itu di Amerika Serikat muncul yang namanya Fusion Sushi. Sushinya dimodifikasi, dengan ditambahin tepung dan digoreng, dikasih mayonaise, saus tomat, sambal, kecap manis, keju dan lain sebagainya, intinya untuk menambah rasa.

Di Indonesia, banyak tuh yang begitu. Lebih terjangkau, dan kita memang terbiasa makan makanan dengan bumbu lengkap, jadi mesti spicy. Jadilah banyak resto sushi yang tumbuh, dengan mengusung konsep yang sama.

Kalau di Surabaya, gw udah coba Sushi Mori, Hachi-hachi, Peco-peco, dan terakhir ini Suteki. Gerainya kecil saja di Galaxy Mall, tapi yang berkesempatan kita coba di Plaza Marina. Lebih gedean.

Harganya sekitar 20 ribuan, dan cukup lengkap juga pilihannya. Ada Japanese Salad, Sushi Roll, Nigiri dan Sashimi, dan Sandwich Sushi. Sushi Rollnya sendiri ada 29 jenis. Cukup banyak, dan pilihannya cukup beragam. Semua pakai saus, entah mayonaise, saus sambal, atau sesuatu yang disebut dengan saus suteki. Gw rasain, seperti saus tiram sih. Saus-saus ini yang menjadikan rasa bahan utamanya jadi ilang. Tapi mungkin konsumen yang menginginkan rasa gurih cocok dengan jenis ini.

Mengenai harga yang hampir seragam, padahal harga bahannya kan ngga, dia akalin dengan jumlah potongan sushi yang disajikan. Jadi ada yang isinya 8, ada yang isinya 4. Juga main di besar kecilnya potongan. Trus di meja cuma ada shoyu, untuk wasabi harus minta ke pelayannya, kalau gari ngga tahu ya.

Bahan modifikasinya seperti melting cheese, beef sauce, teriyaki sauce, mayonaise, jelly fish, sweet-spicy sauce, baby octopus, baked potato, bolognaise sauce, melon, watermelon, spicy pasta, yong tofu dan kulit pangsit. Yang kita pesan Ryuujin Roll (unagi, avocado, crab, mayo, tobiko, sesame).

image

Keusilannya untuk memodifikasi sushi patut dihargai. Memadukan bahan-bahan itu ngga gampang loh, dan kemudian menciptakan saus-saus khusus untuk menyertainya juga suatu usaha yang patut diacungi jempol. Dengan harga segitu, rasanya sudah cukup memuaskan. Terlebih karena beragamnya pilihan, kita bisa coba berbagai menunya, tergantung sukanya apa. Misal kalau suka unagi alias belut, bisa pilih Ryuujin Roll, Arashi Roll, Italiano Roll, Samurai Roll.

Ada lagi Nigiri dan Sashimi, terdiri dari 4 macam. Kita nyobain Unagi Nigiri dan Tamago Nigiri (telur). Euh karena ada sausnya, belutnya ngga kerasa. Tapi selamet buat si telur, biasanya tawar agak manis, sekarang jadi spicy karena ada sausnya.

image

image

Modifikasi lain, yang belum pernah gw temuin selama ini adalah Sandwich Sushi. Jadi nasinya dibikin kaya roti sandwich yang segitiga itu. Anggap aja sushi raksasa, yang ini ada dua pilihan, Chicken Teriyaki dan Fried Maguro.

Bentonya juga ada dua, Unagi Don dan Katsu Don. Japanese Salad ada lima, variasi dari wakame, jelly fish, dan baby octopus. Sesuatu yang kalau di Sushi Tei dimakannya secara terpisah, lewat ban berjalan. Nah kalau onigiri, gw biasa beli di Supermarket Papaya. Yang di Suteki ini lebih murah, 11 ribu, ada tuna, unagi dan salmon ebi. Gitu juga dengan takoyaki (kalau di Suteki nyebutnya Takoteki) yang di Suteki lebih gede dan lebih gurih, berkat Suteki Sauce.

Yang unik lainnya ada Dorayaki (pancake manis) dengan lima pilihan rasa. Lalu minuman khasnya ada Suteki Miruku (susu) dan Green Purple, paduan green tea dan grape. Gw sih pesen standar aja, ocha, dapat segelas, dan thank’s God dia nyucinya bersih. Oh jangan salah, gw pernah minum di resto Sushi juga, dapat cangkir kecil dan teapotnya ocha panas, tapi begitu diminum cangkirnya bau amis. Kalau resto seafood gini nyucinya mesti bersih, kerasa banget soalnya. Minuman lainnya, dia kerja sama dengan satu merk kopi dan teh tarik, jadi bisa pesen itu juga, hot or cold.

Oya, dia juga punya kartu member, yang bisa dapet diskon 5%. Kita bisa dapat gratis kalau belanjan 100 ribu. Kalau di Sushi Tei harus belanja 500 rb dulu untuk ditawarin kartu, setelah itu baru dapet kartu kalau belanja 1,5 juta dalam waktu 2 bulan. Bentuknya poin yang bisa ditukar dengan santap di resto.

Di Suteki juga ada layanan delivery, lumayan deh kalau malas keluar. Cabangnya ada di beberapa kota besar, termasuk Jakarta, Malang, Medan dan Balikpapan. Overall, ni resto recommended. Harga terjangkau, restonya bersih, menu lengkap, selalu berinovasi, dan rasanya enak ^_^

***
IndriHapsari
Foto : pribadi

Advertisements