Stop Tayang Wajah Sisca Yovie!

20130820-070753.jpg

Saya kapok buka FB malam-malam. Suasananya pas banget. Sepi, gelap, trus pas buka media sosial itu…jreeeeng..terpampang wajahnya Sisca Yovie sesaat setelah meninggal. Berdarah-darah.

Mengabadikan orang yang sekarat, dan bukannya segera menolongnya aja sudah salah. Lah ini masih ditambahi disebar kemana-mana. Almarhumah bisa saja protes, foto dia yang tersebar kok yang itu. Pikirkan juga perasaan keluarganya. Ada keluarganya yang dibunuh, dan hasil penyiksaan bisa disaksikan oleh siapapun. Bisa bikin trauma seumur hidup tuh.

Memang sih, jamannya sudah canggih. Sekali klik, dalam hitungan sepersekian detik, berita dan foto apapun bisa dishare dengan mudah. Penghalangnya cuma satu, nurani.

Coba, apa sih yang diinginkan dari menyebarkan foto sadis itu? Sepertinya kok cepat-cepatan, ‘saya yang tahu pertama, maka saya harus segera menyebarkannya, supaya teman-teman kagum’. Semoga aja bukan itu yang terjadi.

Supaya orang lain empati? Wah logikanya, kalau saya ngga tega dengan penderitaan orang, ya segera bantu, doakan dia agar terlepas dari penderitaannya, atau agar tak jatuh korban lain. Kalau sampai menyebarkan, berarti kita sebenarnya berharap ada orang lain yang mau bantu, sedangkan kitanya sendiri lebih condong ke pencari perhatian, dengan tega menyebarkannya.

Bagaimana dengan media resmi? Untuk media yang menggunakan internet, hanya sedikit yang bisa mengemas berita, memilih dan menyunting foto sehingga lebih elegan saat dilihat. Ya itu tadi, jamannya serba cepat, pengen jadi yang pertama, supaya dapat menyedot perhatian pembaca. Untuk media cetak dan televisi sudah lumayan filternya. Anda bisa belajar cara mereka menayangkan, tidak frontal, lebih menekankan pada isi berita untuk menggambarkan keadaan, dan bisa memilah mana yang penting untuk digunakan.

Dan himbauan ini ngga berlaku untuk kasus Sisca Yovie saja. Foto-foto lain, yang menceritakan kekejaman perang, penindasan ras, penjahat yang dihajar massa, sebaiknya sunting dulu kalau mau ditayangkan. Jaman sekarang aplikasi penyuntingan foto mudah didapatkan. Kalau masih bikin mual, dan bukannya kasihan, mending ngga usah tayang. Simpan buat diri sendiri, karena kalau Anda tega menyebarkannya, orang lain ada yang ngga tega bahkan untuk melihatnya.

***
IndriHapsari
Gambar : pinterest.com/pin/200410252141039427/

Advertisements