Cara Mario Teguh Menghadapi Ejekan

kaskus.co.id

kaskus.co.id

‘Hidup Ini Tidak Semudah Cocotnya Mario Teguh!!!’

Pernah melihat foto di atas? Mungkin Anda pernah lihat versi lainnya, dengan kata ‘cocot’ diganti ‘ congor’, ‘cangkem’, ‘lambe’, yang semuanya berarti ‘mulut’ dan semuanya dalam bahasa yang kasar.

Saat pertama membacanya, apa yang Anda lakukan? Kalau saya, terus terang, tersenyum…lucu juga nih. Mario Teguh dengan Golden Waysnya, memang gampang saja memberi nasehat ini dan itu, tapi yang menjalani ini lo..setengah mati menghadapinya. Namun setelah itu muncul rasa menyesal kenapa telah tersenyum, karena membayangkan kalau saya sedang menasehati anak, kemudian anak saya akan membalasnya dengan ‘hidup ini tidak semudah congornya Mama!’, bagaimana? Apakah saya akan bersikap sama, tersenyum menghadapinya?

Hari ini saya membaca status Mario Teguh di dinding Facebook saya. Tidak seperti biasanya saya lewatkan, karena kali ini berjudul  ‘TIDAK SEMUDAH ITU’. Karena merasa mungkin ini ada hubungannya dengan ejekan yang terdahulu, saya tertarik membaca isinya. Ini isi lengkapnya :

Jika Anda suka mengatakan ‘tidak semudah itu’ setiap kali mendengar nasihat, pastikan Anda segera melakukan nasihat itu.

Sesuatu itu sulit – bukan untuk dihindari, tapi untuk segera dilakukan.

Menunda tindakan akan mengubah yang mudah menjadi sulit, dan yang sulit menjadi tidak mungkin.

Komentar tanpa tindakan hanya memperdalam rasa minder.

Apa pun yang Anda dengar, mudah atau sulit, segeralah bertindak.

Yang untung adalah Anda, bukan yang memberi nasihat.

Dan jika Anda tidak bertindak, siapa lagi yang rugi?

Ikhlaslah bertindak.

Mario Teguh – Loving you all as always

Hayoo?! Mau bilang ‘gak semudah itu’ lagi ya?

He he … jangan persulit kehidupan yang sudah sulit ini.

Love you,

MT

Ya, meskipun kurang setuju dengan bagian ‘Yang untung adalah Anda, bukan yang memberi nasihat’ (karena kalau nasehat MT tidak didengarkan lagi, artinya pemirsa acaranya berkurang, artinya rating turun) tapi saya melihat cara beliau dalam menghadapi ejekan, yaitu :

1.     Diam dulu.

Jangan reaktif saat ada orang lain mengejek Anda, atau dalam hal ini BANYAK orang lain, mengingat dalam kasus MT foto ejekan ini menyebar lewat Twitter, Facebook dan Blackberry Messenger. Kalau saya mungkin sudah menganggap SEMUA orang sudah tidak menyukai saya. Tetapi MT mempertahankan kedinginan kepalanya (ini ndak ngomongin rambut ya :P) dengan tidak langsung menanggapi.

2.     Alihkan fokus pikiran dan kegiatan pada hal lain.

Saya amati begitu foto tersebut menyebar, MT tidak menghentikan kegiatannya mengisi acara TV, seminar, menyebarkan quotenya lewat media sosial, dan lain-lain. Satu kejadian yang buruk bukan berarti SELURUH hidup Anda buruk. Dengan menyibukkan diri, MT menjadi tidak sempat mengurusi para pengejek tersebut.

3.     Jawab ejekan tersebut dengan bahasa yang positif.

Bahasa yang digunakan MT tetap santun, tetap bersifat optimis, dan ada unsur menyindirnya juga ‘Komentar tanpa tindakan hanya memperdalam rasa minder’. Buat penggemarnya, MT tetaplah idola mereka, buat para pengejek ‘Gotcha!’ Syukur kalau si pengejek sadar, kalau tidak ya namanya bebal 🙂

Dimanapun dan kapanpun, yang namanya pengejek tetap ada. Jangan lari, tapi menepi dulu ke pinggir ring untuk menganalisis ini yang salah siapa sih? Kalau sudah yakin Anda di jalan yang benar, siapkan amunisi, dan mulailah bertanding lagi. Penonton akan melihat siapa yang meninggalkan pentas dengan elegan.

***

Advertisements