Mobil Murah Indonesia, Bisakah Menyaingi India?

20130623-000556.jpg

Wacana pemerintah saat ini adalah mendukung industri untuk menciptakan dan memproduksi mobil murah serta ramah lingkungan (low cost green car), dengan biaya operasional yang murah juga. Enam perusahaan otomotif telah mendaftarkan diri, termasuk Tata dari India dan Peugeot dari Prancis. Diharapkan dengan wacana ini, investasi akan masuk, industri akan berkembang, dan sekitar 30.000 tenaga kerja akan terserap. Mobil ini kelak tidak dikenakan pajak pertambahan nilai barang mewah, sehingga harga jualnya bisa dibawah 100 juta rupiah. Sebelumnya, beberapa negara Asia telah melakukannya, namun yang paling juara adalah India, dengan harga jual mobilnya adalah 25 juta rupiah. Dulu, saat diperkenalkan, harganya hanya 100.000 rupee atau sekitar 17 juta rupiah.

Hal ini bermula dari keinginan pengusaha baja, Tata, untuk membuat mobil yang mampu mengangkut setiap keluarga di India. Hampir sama seperti di Indonesia, biasanya mereka menggunakan sepeda motor dengan membonceng istri dan minim 2 anak. Tentu sangat berbahaya dan tidak praktis. Sesuai pemilik pabrik, nama mobil tersebut adalah Tata Nano.

Karena itu kelak mobil yang akan diciptakan, harus bisa menampung minim 4 orang dewasa, berarti memiliki dua pintu. Meskipun ada pilihan untuk membuatnya hanya dua pintu agar biaya dapat ditekan, namun pakaian para wanita India, yaitu sari, membuat mereka kesulitan saat harus merangkak ke belakang dari pintu depan.

Mobil pun harus irit, agar tidak memberatkan yang menggunakannya. Karena itu mesinnya hanya terdiri dari dua silinder, 1000 CC, dengan konsumsi bensin 1:24. Tentu saja jangan tanya soal kecepatan mengingat CCnya kecil, sama seperti sepeda motor.

Keamanan tetap diperhatikan, dengan cara memindahkan mesin ke belakang. Bagian depan dapat meredam benturan jika terjadi tabrakan. Awalnya mereka akan memberi bodi plastik agar mobil ringan dan biaya bisa ditekan. Namun plastik ternyata tidak cocok dengan iklim India, sehingga akhirnya digunakan baja. Mobil ini telah melalui beragam tes seperti kecuraman, jalanan berlubang khas India (dan Indonesia), dan banjir saat musim muson (kalau di sini ..musim banjir :P).

Jika Indonesia ingin menciptakan mobil murah, beberapa poin yang saya dapat dari tayangan Mega Factories di BBC Knowledge adalah mulailah dari menetapkan harga yang terjangkau, dan bekerjalah dengan batasan itu. Sehingga ketika ditemui hambatan, dimana harga akan membengkak, kita akan berusaha mencari cara untuk bisa menekannya. Hampir keseluruhan isi tayangan tersebut, adalah perubahan. Maka jika sebelumnya Toyota sesumbar mereka bisa menjual mobil dengan harga 75 juta rupiah, maka berusahalah menciptakannya dengan batasan harga jual tersebut.

‘Promise, is a promise,’ kata Tata. Karena itulah rancangan berubah dari rencana awal, fasilitas produksi lebih otomatis, sistem dipersiapkan, operator menyesuaikan, untuk mewujudkan janji mereka, mobil murah, bukan lagi impian.

***
indrihapsari
Foto: tatanano.com
Referensi : bisnis.liputan6.com, republika.co.id, neraca.co.id

Advertisements