Nomor Teleponmu Berapa?

Kebanyakan, kalau saya tanyakan itu ke mahasiswa, mereka akan menjawab, ‘Sebentar ya Bu, saya cek dulu handphone saya. Soalnya saya sendiri ngga hapal.’ Lalu dengan nyengir malu mereka akan mengeluarkan handphonenya, tekan sana tekan sini, dan nampaklah nomor teleponnya sendiri. Oya, rasanya juga tidak perlu kepo menanyakan alasan kenapa saya nanyain nomor telepon mereka.

Masih muda kok mudah lupa? Kalau mereka sih mungkin karena masih rajin ikut promo para provider telekomunikasi itu. Jadi setiap ada promo baru langsung ganti kartu. Sekalian teman-temannya juga dikomporin untuk ikutan.

Nah, kebetulan saya yang (mengaku) masih muda ini juga mengalami permasalahan yang sama. Hidup kok tambah rumit ya. Dulu nomor telepon rumah hanya terdiri dari 5 angka, sekarang 6, di Surabaya malah 7, Jakarta sudah 8 ya? Untuk nomor handphone, awal punya hanya 10 digit, sekarang beranak pinak jadi 11 dan 12. Itu juga sebabnya saya mempensiunkan 2 handphone saya, menjadi satu saja. Selain kesulitan mengingat nomornya, juga sudah ngga telaten ngikutin promonya (gitu ngakunya masih muda…).

Nomor KTP, nomor rekening bank, plat mobil juga kena dampak, kadang ingat kadang lupa. Padahal nomor KTP bolak balik ditanya, terutama karena saya hobi ngisi undian, tapi ngga hobi menang. Nomor rekening bank perlu ingat, karena siapa tahu ada yang mau transfer uang (ngarep.com). Plat mobil juga wajib ingat, secara mobil saya adalah mobil sejuta umat, dengan warna sejuta umat pula. Mencet kunci alarm di depan satu mobil, bunyinya malah dari arah yang lain.

Lalu, bagaimana cara menghapalnya? Saya share saja ya, tapi soal keefektifan, terus terang saya juga lagi usaha.

Yang pertama, buat singkatan yang lucu dan gampang diingat. Misal, suatu saat anak sulung saya bilang ‘pantat mama maju.’ Hah? Kurang ajar bener! Ternyata begitu saya tanya, katanya dia lagi menghapal deretan angka, yaitu delaPAN empAT liMA liMA liMA tuJUh. Walah, kadung sudah tersungging saya…

Yang kedua, bayangkan bentuknya mirip benda apa, kemudian padukan. Misal pada artikel id.wikipedia.books disebutkan, kalau angka 0 itu mirip ‘telur’, sedangkan kalau 1 anggap sebagai ‘raja’ (agung, tunggal). 2 bagai bebek, 3 layaknya burung, 4 adalah bendera, 5 seperti orang hamil, 6 = tongkat golf, 7 = pacul, 8 = kacamata, 9 = raket. Variasinya bisa banyak tergantung penafsiran. 11 bisa diibaratkan ‘sumpit’, 23 menjadi ‘bebek dan burung’, 13 boleh disebut ‘raja kelelawar. Nah kalau angka 10 menjadi ‘raja telur’. Kalau 01? Ah, ditebak sendiri saja ya :P.

Yang ketiga, ubah menjadi huruf. 1 adalah I, 2 adalah N (coba diputar 90 derajat, mirip kan?), 3 adalah E, 4 = A, 5 = S, 6 = C (agak maksa sih), 7 = J, 8 = B, 9 = G. Sekarang, kalau melihat angka 081-393-533-060 membacanya jadi OGI-EGE-SEE-OCO. Lebih mudah kan? Kan!

Yang keempat, coba pecah rentetannya, sehingga kita bisa mengingatnya sedikit demi sedikit. Misal seperti contoh pada nomor telepon di atas, dua belas angka dipecah menjadi empat bagian, sehingga begitu satu bagian terhapal, yang lainnya dapat menyusul.

Terakhir adalah perhatikan susunannya, adakah mengikuti pola tertentu? Misal 25664164.. Bisa tebak bagaimana menghapalkannya? Kalau sulit, mungkin bisa dicoba yang ini 258642. Nah kalau yang ini, asalnya dari penambahan 3 sampai nilai 8, lalu terdapat pengurangan angka 2 pada deret berikutnya.

Mana yang paling efektif buat Anda, sekarang saatnya menentukan suara, eh maksudnya metode yang paling efektif. Atau Anda punya ide lain? Monggo…^_^

20130524-233014.jpg
Gambar : Deedee Caniago (FB)
***

Advertisements