Mahasiswa, Jangan Kuliah Saja!

20130412-062524.jpg

Membaca tulisan Rinaldi Munir tentang pidato wisidawan terbaik yang memukau sekaligus menakutkan, seakan mengingatkan saya kembali akan keresahan yang saya tulis setahun yang lalu, tentang periode indoktrinasi dalam perkuliahan, sehingga seorang lulusan begitu terobsesinya dengan Indeks Prestasi atau IP, sehingga ia tidak tahu apa lagi yang diinginkan dalam hidup ini.

‘Saat saya meninggalkan institusi pendidikan, akankah saya menjadi sukses atau saya akan tersesat dalam kehidupan saya?..saya lulus terbaik di setiap subjek hanya demi untuk lulus, bukan untuk belajar. Dan jujur saja, sekarang saya mulai ketakutan..’
Kutipan di atas adalah pidato Erica Goldson pada wisuda Coxsackie-Athens High School, New York tahun 2010.

Ketakutannya beralasan. Karena dalam dunia kerja, penguasaan terhadap materi kuliah bukanlah satu-satunya kunci sukses. Saya sendiri menyarankan, mumpung sedang kuliah di kampus pilihan, kenapa tidak memanfaatkan semua fasilitas dan kesempatan yang ada? Memang hal-hal tersebut tidak berpengaruh di IP, tetapi pengalaman terbaik akan kita dapatkan, dan pengalaman mahal harganya.

Jika kita berniat menjadi pegawai setelah lulus, syarat pertama adalah IP, sehingga kuliah harus dilakukan dengan serius. Namun tahap wawancara, sudah mulai melihat soft skill apa yang kita punya. Sehingga sembari mengasah kemampuan dan keahlian kita, lakukan juga kegiatan yang meningkatkan kualitas kepegawaian kita. Bahkan saat cita-cita kita adalah sebagai peneliti, soft skill tetap diperlukan agar kita terbiasa memahami pendapat orang lain dan dengan cepat dapat mendeteksi akar permasalahan. Jadi peneliti di Indonesia, memiliki soft skill is a must, kalau tidak mau stress sendiri karena pendanaan kurang 🙂

Berencana jadi pengusaha? Apalagi! IP mungkin tidak menjadi yang utama, tapi kalau kita berlama-lama menempuh kuliah, bahkan drop out, bayangkan hal ini sebagai modal yang terbuang. Rugi waktu, rugi uang kuliah, rugi energi, jadi selesaikan tepat waktu dan serap ilmu yang ada. Kadang perasaan kita saat kuliah mengatakan, ilmu ini tidak akan saya pakai kelak. Jangan salah, seandainya semua masalah kita kaitkan dengan ilmu, analisisnya bisa lebih mendalam lo. Hanya saja kadang kita sibuk mencari solusi tercepat, tidak peduli hal itu terbaik atau tidak.

Saat kita berada di lingkungan akademis, baik SMA maupun Perguruan Tinggi, kita sebenarnya sedang membangun jaringan (networking), dan jaringan ini penting untuk usaha kita nanti. Bayangkan suatu saat teman kita si A mungkin bisa jadi pemasok, atau bahkan pelanggan kita. Istilah kerennya pelanggan masa depan, dan pengusaha yang baik mestinya sudah jeli melihat peluang itu.

Lalu di kampus apa yang bisa kita lakukan? Dalam kegiatan akademis jika kita dinilai mampu dalam satu bidang tertentu, cobalah mendaftar menjadi asisten dosen, asisten mata kuliah, atau asisten laboratorium. Selain ada rewardnya, kita menjadi lebih dekat dengan dosen sebagai sumber ilmu. Kemudian ada fasilitas yang bisa kita gunakan, misalnya penggunaan komputer, ruangan, dan akses internet. Sebelum pelantikan asisten, biasanya ada pelatihan. Jangan pandang hal ini sebagai beban, tapi kesempatan untuk meningkatkan keahlian kita, dalam mengajar misalnya. Tugas sebagai asisten adalah membantu dosen dalam penyampaian mata kuliah atau praktik. Dengan mengajar atau membimbing, kita justru jadi lebih pintar. Dan jangan takut dengan pertanyaan, karena pertanyaanlah yang membuat wawasan kita makin luas.

Kita juga bisa mendaftar sebagai student employee. Misalnya membantu dalam hal administrasi, membantu di laboratorium, menjaga ruang baca, atau lainnya. Jam kerjanya disesuaikan dengan waktu tidak kuliah dan fleksibel, asal memenuhi syarat sejumlah jam dalam seminggu. Fasilitas dan reward yang didapat hampir sama dengan menjadi asisten. Lumayan, menghemat pengeluaran dan jadi punya tempat menunggu sebelum kuliah berikutnya. Kita juga bisa kenalan dengan mahasiswa lain, tidak melulu teman satu kelas atau angkatan saja.

Rajin-rajinlah lihat pengumuman di Tata Usaha, karena banyak tawaran menarik di sana. Misalnya magang di perusahaan, bisa kita manfaatkan untuk mengisi liburan atau jika kuliah tinggal sedikit. Selain ada gajinya, siapa tahu begitu lulus langsung ditarik bekerja di sana, sehingga lupakan soal kompetisi yang ketat dalam mencari kerja. Meskipun kita tidak bekerja di sana, proses magang ini dapat kita masukkan dalam Curriculum Vitae (CV), dan dianggap sebagai pengalaman kerja. Untuk jangka pendek, kita bisa menggunakan perusahaan magang ini sebagai tempat kerja praktik atau penelitian untuk skripsi. Bagaimana? Ini yang dinamakan sambil menyelam, minum Coca Cola 🙂

Pengumuman lain adalah lomba yang bisa kita ikuti. Lomba yang dimaksud bukan hanya soal adu kepintaran di suatu bidang tertentu, namun juga tentang wirausaha, kompetisi olahraga, seni dan lainnya. Untuk yang diselenggarakan oleh internal, biaya pendaftarannya cukup murah, bahkan gratis. Sedangkan kompetisi tingkat nasional, kita dapat membicarakannya dengan jurusan, siapa tahu mendapat dana untuk pendaftaran, akomodasi dan lain-lain, karena jika menang nama jurusan atau universitas akan ikut terbawa.

Jika ada pengumuman tentang seminar atau workshop atau pelatihan sertifikasi, cobalah kaji dan pilih yang menurut kita paling menarik dan perlu. Selain menambah keahlian dan wawasan, biasanya di akhir acara ada pembagian sertifikat tanda bahwa kita telah menyelesaikan atau mengikuti acara tersebut dengan baik. Simpan baik-baik dan kelak cantumkan di CV. Ingat seleksi pertama pencari kerja adalah IP, namun ketika CV kita dibaca akan terlihat perbedaannya karena kita bisa memberikan lebih ke perusahaan.

Ikutilah organisasi atau kegiatan kemahasiswaan, sesuaikan dengan bidang minat kita. Misal ikut paduan suara, klub bridge, karate, senat fakultas, himpunan jurusan, radio kampus, banyak kok. Selain meningkatkan kemampuan di bidang yang kita sukai, di sini kita akan belajar berorganisasi, menghadapi lebih banyak orang dengan lebih banyak kepentingan, berlatih menyampaikan pendapat di dalam forum, dan jadi lebih percaya diri. Kalau saya perhatikan, teman-teman yang aktif di organisasi saat kuliah, lebih bisa bertahan lama dalam pekerjaannya, karena konflik yang terjadi bisa diatasi dengan baik.

Jika di kampus tidak ada pengumuman yang menarik, cobalah masuk ke laman http://www.dikti.go.id, terdapat berbagai program untuk mahasiswa seperti Program Kreativitas Mahasiswa, Program Pengabdian Kepada Masyarakat, Program Kewirausahaan, beasiswa, hibah dan berbagai lomba. Manfaatkan tugas kuliah untuk dikembangkan menjadi proposal untuk program tertentu. Atau daripada kepo blusukan di account Facebook mantan, cobalah blusukan di laman universitas lain, jika ada kompetisi atau seminar yang diselenggarakan oleh suatu universitas, mereka akan menempatkan pengumumannya di halaman terdepan.

Pergunakan semua fasilitas yang ada di kampus. Misalnya akses internet, meminjam buku di perpustakaan, berlatih bahasa asing di pusat bahasa, berobat gratis, belajar di ruang baca 24 jam, menggunakan fasilitas olahraga yang ada, menggunakan laboratorium untuk penelitian, dan lain-lain. Silakan cek di kampus masing-masing fasilitas yang bisa didapatkan sebagai mahasiswa.

20130412-062607.jpg

Semoga saat lulus nanti, Anda sudah tahu kemana hidup ini harus melangkah ^_^

20130409-013315.jpg
***
sumber gambar : pinterest.com

Advertisements