Setia Sampai Mati

credomag.com

credomag.com

Tadinya mau ngga bawel nulis lagi. Tapi..terpaksa.

Hari ini dimulai dengan SMS masuk yang mengabarkan rekan kerja saya meninggal dunia. Minggu lalu memang terdengar kabar Beliau yang baru pensiun ini mengalami gagal napas dan masuk ICU. Namun setelah itu membaik. Eh, pagi ini ada kabar duka tersebut.

Saya jadi teringat artikel sebelumnya, saat saya membahas mengenai pekerjaan, yang kita cintai dan tekuni, sampai mati. Teman saya ini juga melakukannya. Setelah sempat bekerja cukup lama di industri, akhirnya beliau memilih profesi sebagai pengajar sampai akhir hayatnya. Beliaulah pengajar pertama di departemen kami, dan tentu saja memberi aspirasi bagi kami yang lebih muda.

Beliau pernah mengirimkan SMS ke saya untuk pamitan, saat memasuki tanggal pensiunnya. Yang terbayang adalah sosok Bapak saya, yang juga telah lama menjalani masa pensiun. Pada awalnya mungkin terasa agak aneh karena terbiasa sibuk, kemudian harus diam di rumah. Namun kemudian Bapak isi dengan menulis buku astronomi, meskipun bidang yang ditekuninya bukan itu. Melakukan hobi, mungkin itu yang menyebabkan Bapak sehat-sehat saja hingga sekarang. Kesehatan adalah hal yang kami syukuri, karena waktu kemarin Bapak dihubungi teman seangkatannya dari FK-UI, dari sekitar seratus temannya, yang empat puluh sudah meninggal. Haduh, memang sih hal ini mengenai umur yang sudah lanjut, tapi kalau diberi umur panjang dan dikaruniai kesehatan, senang juga menikmati masa-masa penantian (untuk dipanggil Tuhan) dengan melakukan kegiatan yang tidak pernah dilakukan di saat produktif. Dalam kasus Bapak saya, menulis buku. Kalau saya, maunya keliling dunia dan..ada satu lagi, ngga usah diungkap di sini ^_^.

Kembali ke sosok rekan kerja tadi, waktu itu saya membalas SMSnya semoga ia bisa mengisi hari-hari pensiunnya dengan menyenangkan. Ternyata, beberapa kali saya dengar Beliau mengalami gangguan kesehatan, hingga ajal menjelang. Sedih juga rasanya, terlebih untuk istri dan anak yang ditinggalkannya.

Selamat jalan sahabat, teladan untuk mencintai dan tetap setia dalam profesi akan menjadi inspirasi bagi saya.

Advertisements