Bersahabat Dengan Pria, Mungkin Ngga?

thecontemplativeearth.com
thecontemplativeearth.com

Bersahabat dengan pria, banyak asyiknya. Selalu pakai logika, jarang pakai rasa. Jadi galau dan sebagainya, jarang terjadi. Paling pas kalau kita lagi galau, mereka dengan lempengnya akan berkata ‘ngapain dipikir?’. Kejam kelihatannya, dasar ngga punya perasaan! Tapi sebenarnya, itu yang bikin kita cepat move on, dan melupakan kegalauan yang melanda. Nah, pantes si Hermione anteng dengan Ron dan Harry Potter.

Yaaaah, emang ngga semua bisa aman bersahabat dengan pria. Ada yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Misal, untuk pinjem uang, melakukan sesuatu untuknya, atau jadi ajang PDKT. Kalau ini mah, bukan teman. Karena,

Teman itu untuk dijaga dan dihargai, bukan untuk digombali

~ Quote dari temen gw, Spidol.

Yang lainnya sih asyik-asyik aja. Biar udah punya pasangan masing-masing (ah, jadi mikir. Mungkin ini sebabnya hubungan persahabatannya jadi aman, karena masing-masing sudah bahagia dengan kehidupan pribadinya) mereka masih sempat nanya dan memperhatikan masalah sahabatnya.

Contoh perhatiannya:

Teman 1
Kamu tuh jangan suka OL malem-malem Ndri. Ntar disangka tante-tante kesepian. Kamu siiih, bandel yaaa kalau dibilangin!

Nyengir aja. Saya cek jam messagenya, 22:23, lah dia ngapain juga masih OL jam segini kalau ngga lagi nyari mangsa…

Intinya, dia berani memperingatkan , demi kebaikan saya (meski yang dibilangin kadang ngebandel).

Teman 2
Nyante aja lah In ngadepin yang gitu…gw lagi di kereta, ntar begitu nyampe stasiun gw cek

Yang ini tipe ‘menganggap enteng masalah’. Ngapain dipikir, itu biasa kok, bakal lewat kok, bisa diadepin kok. Pokoknya menenangkan deh!

Tapi tipe amnesia juga. Udah berhari-hari sejak katanya ‘kalau nyampe stasiun’ dan dia belum menghubungi lagi. Wee…omdo lu! Wkwkwkwk….

Teman 3
Saya ngga tega lihat Mbak seperti ini…

Kasian liat temennya susah. Dan ngga cuma ngomong aja, tapi ada tindakan yang dilakukannya, termasuk pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, biaya (untuk komunikasi). Dibelain sambil kerja ngurusin gw yang panikan.

Biasa aja, sebelah kanan keyboard, sebelah kiri QWERTY

Hahaha..multitasking banget!

Nah jadi bagi para wanita, ngga usah takut berteman dengan para pria. Mereka itu lebih rasional, sehingga bisa jadi penyeimbang bagi kita yang suka main perasaan. Tentu saja harus hati-hati memilihnya, jangan masuk ring dulu. Pelan-pelan setelah timbul trust dengan semua interaksi dan sikap mereka, baru masukin ke ring tiga, dua dan satu. Believe me, been there, done that. Salah masukin teman pria ke ring, trouble dah!

Oya satu lagi, cobalah memahami apa yang tersembunyi. Salah satu teman saya, hobinya digilai para wanita, termasuk bini orang. Tapi ke saya dia menghormati bener sebagai temannya, selain katanya bukan seleranya *kurangajar* katanya saya terlalu lugu untuk dikerjain…hihihi…Jadi tingkah laku ajaibnya di luar, ternyata menyimpan ketulusan di dalam.

Ngga semua pria brengsek, dan beberapa di antaranya bisa dijadikan sahabat.

Happy hunting! #eh

.

IndriHapsari

2 comments

Leave a Reply to indrihapsariw Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s