Koenokoeni Resto : Ya Makannya, Ya Suasananya

20131006-151604.jpg

Touch down Semarang, langsung kepikiran target pertama adalah Koenakoeni Resto. Sebenarnya kalau lihat konsepnya, yang tradisional gitu, langsung kepikiran resto yang sama di Malang, which is ngga terlalu suka. Mungkin karena kesannya kuno dan tertutup gitu loh. Tapi biasanya itu yang disukai bule-bule, dan memang tanggapannya positif di tripadvisor. Cuma karena dibilangnya ‘bisa melihat pemandangan Semarang dari atas’ ok deh kita coba. Tempatnya di daerah Tabanan, Candi, seperti masuk komplek perumahan lama dan besar-besar.

Waktu sampai sana, jam sebelas, masih sepiiii, cuma ada mobil kita. Lihat pertama langsung suka. Meskipun disambut dengan bangunan bak joglo terbuka, kesannya bersih dan terawat. Ada dua bagian, dalam dan luar. Kita pilih luar karena sambil lihatin pemandangan Semarang. Jam dua belasan, mulai banyak deh yang datang. Ternyata pada arisan di dalam.

Di sekeliling ada barang-barang antik seperti sepeda motor, mesin tik kuno, gamelan, mobil-mobilan. Sepertinya pemiliknya demen barang antik. Baru datang, dikasih minuman beras kencur dalam gelas kecil dan sekeranjang kripik singkong. Semacam welcome drink, dan biar ngga cerewet nanyain pesanan 🙂 Terakhir baru saya tahu pemilik resto ini adalah pengusaha jamu besar.

Saya pesan nasi campur Koenakoeni, pengen tahu nasi campur khas Semarang itu seperti apa. Muncul botok daun singkong, sate empal, udang kering, dan segelas rujak manis. Penampilannya maniiiis banget, ini namanya makan cantik. Suami pesan Asem-asem ikan Patin, muncul satu tangkup nasi dengan empat potong kecil daging patin, dan kuah asem-asem. Seger juga. Anak-anak pesan happy mealnya, nasi goreng dan nugget.

Minumnya nyobain es kopi, es coklat dan es krim. Saya rekomendasikan jus dondong, seger, pas untuk hawa Semarang yang panas (tapi ngga sepanas Surabaya) ^_^
***
IndriHapsari

Advertisements