Presiden Jokowi dan 5 Roti 2 Ikan

Bagi yang pernah membaca Alkitab pasti tahu kisah ini, kisah Yesus memberi makan 5.000 umat hanya dengan 5 roti dan 2 ikan, kenyang semua dan masih ada sisa. Kisah ajaib yang sebenarnya didasari atas belas kasihan Yesus pada orang-orang yang mengikuti dia dengan mengabaikan kebutuhan dasar mereka.

Kisah yang sama sebenarnya sedang kita alami, Indonesia yang isinya 270 juta penduduk ini tiap hari mesti dikasih 'makan' baik jasmani maupun rohani, dan negara bertanggungjawab untuk bisa mengolah dan mengelola sumber dayanya supaya bisa ngasi makan anak cucu anak cucu kita, hingga ribuan tahun kalau Tuhan berkenan belum memberikan kiamat. Tuhan sudah memulai dengan memberi kita bumi yang kaya, baik di dalam maupun di atasnya untuk memenuhi kebutuhan kita secara langsung atau tidak langsung. Tinggal memanfaatkannya aja.

Kita boleh bangga Indonesia sudah keluar dari negara dunia ketiga jadi negara berkembang, lanjut mungkin dengan pertumbuhan ekonomi kita nilainya membaik, bahkan lebih baik dari negara-negara di Asia yang cenderung stagnan (kecuali China ya). Kaya gitu-gitu itu tergantung pemimpinnya, dan bukan muncul hanya di era Pak Joko Widodo aja.

Namun yang terasa dari kiprahnya Pak Jokowi sampai hari ini adalah soal pemerataannya. Iya, sejak kapan ya asuransi kesehatan dibuka sedemikian lebarnya, sehingga setiap masyarakat bisa merasakan manfaatnya. Sudah puluhan tahun merdeka, baru kali ini dengar ada jalan tol di Papua. Dan tahu ngga, orang Papua yang biasanya beritanya nembakin pendatang itu, sekarang anteng karena sebenarnya sikap negatif mereka berasal dari janji-janji yang ngga terealisasi. Janji untuk membangun Papua setelah sumber daya alamnya dikeruk sedemikian rupa. Mereka ngga anti kemajuan kok, mereka ingin daerahnya dibangun seperti jor-jorannya pembangunan di Jawa, eh Jakarta ding, karena Jawa juga ngga semua punya akses yang bagus.

Jadi, itulah sulap yang sedang dilakukan Pak Jokowi. Gimana caranya dengan modal yang sedikit (plus hutang yang banyak peninggalan dari pemerintahan yang lalu-lalu) dia bisa mewujudkan pemerataan pembangunan, kesehatan, pendidikan yang ujungnya pemerataan kesejahteraan, untuk seluruh rakyat Indonesia. Ya ngga gampang lah, dan bikin sakit ati juga kalau orang yang ditolong justru gampang diprovokasi oleh orang-orang yang terusik kenyamanannya.

Iya lo, bapak ini kasihan kalau dibiarkan berjuang sendiri. BPJS yang manfaatnya banyak dirasa orang itu, saya rasa ngga gitu bagus kalau ngga dibarengi dengan gaya hidup sehat penggunanya. Masak, BPJS dipakai untuk mbayari orang yang merokok, suka minum miras, ngga rajin olahraga, dan ngga peduli sama kesehatan badannya sendiri. Negara masak mau bayarin orang kaya gitu. Cuma yah mungkin ini permulaan ya, semoga nanti ada sosialisasi atau sekalian regulasi lah, biar orang Indo ngga pada males untuk bergerak dan hidup sehat.

Yang paling kasihan itu orang yang sudah kerja demikian rupa untuk bangsa, masih saja dicurigai, difitnah, dibully dan dijadikan target persekongkolan 'pokoknya bukan Jokowi' karena ya itu tadi, pemusatannya jadi pemerataan. Awalnya hanya segelintir orang menguasai ekonomi, plus kroco-kroco yang kecipratan karena sepakat ini dan itu, jadi makin berkurang pemasukannya meski juga ngga membuat mereka jadi miskin mendadak. Benernya bisa aja usaha yang bener sekarang, atau cari dah negara yang bisa mengakomodir gaya nego dan lobby yang melihatkan uang, tapi ini ngga. Senengnya ngacak-ngacak negeri sendiri berhubung sudah biasa dan jaringannya udah ada. Nasionalisme? Cuih…jangan terlena dengan slogan. Tuh perut makin gendut belon nyadar juga? ūüėõ

Buat yang ngga dapet apa-apa tapi senengnya curiga, coba deh curiganya diolah jadi kritik yang membangun dan santun. Ayolah belajar jadi mahluk yang beradab, yang dikasih hati dan otak untuk bisa mengolah akal dan rasa. Kalau jan ora gelem tenan, pikirkan untuk diam. Kalau ngga bisa juga, ajukan pindah kewarganegaraan, itu penting lo buat bangsa. Mending yang hidup disini cuma 27 juta orang tapi berkualitas semua, ngga cuma menuh-menuhin populasi dan jadi penebar (bahkan ada yang produsen) hoax.

Buat yang sudah bersyukur punya pemimpin seperti Pak Jokowi, yang memperhatikan seluruh rakyatnya, yuk coba mendukung beliau. Entah jadi penyedia 'roti dan ikan' lainnya, atau membantu mengawasi dan menjamin 'roti dan ikan'nya nyampe kepada mereka yang membutuhkan.

Indonesia is going on the right track.

***
IndriHapsari
Foto: liputan6

Advertisements