Ngutik HP atau Kerjaan?

Tau ngga kalau Indonesia jadi nomor satu pengakses internet dari HP? Yang dibuka paling banyak medsos, kan emang orang kita sukanya ngobrol dan masih terombang-ambing soal bumi datar – bulat tuh, alias masih jadi pengonsumsi setianya berita hoax. Jadi yah begitulah cara kita memanfaatkan smartphone, mestinya orangnya jadi tambah smart tapi jadi lebih tumpul karena yang diasup otak sampah kabeh. Ini emang soal pilihan, dan saya juga males ah nasehatin lebih baik baca apa, wong saya juga suka tergoda baca berita-berita ngga nggenah 😀 Tapi yang mau saya bahas adalah soal akses internet via HP yang tanpa batas.

Bahkan, hal-hal yang wajib dikerjakan jadi terganggu dengan keberadaan HP tersebut. Misalnya jamak kita temui mereka yang ketemu banyak orang bukannya lagi kerja atau siap siaga malah ngutik-ngutik HPnya. Ada juga yang kerjanya tersembunyi gitu yang bisa lihat rekan kerjanya atau bosnya, gitu juga tuh, jam kerja habis buat ngurusin hal yang ngga penting bagi perusahaan, tapi menyangkut hidup dan mati (iya, saya lebay :P) penggunanya. Jangan ngangguk-angguk dulu, kita bisa jadi pelakunya juga, memanfaatkan HP bukan untuk urusan kantor pada jam kerja.

Akibatnya mereka yang lihat nih, mengira si mas atau mbak ini kengangguran karena sempet-sempetnya buka HP pas jam kantor, mengabaikan pelanggan dan juga tugas yang harusnya dikerjakan. Kilahan macam daripada bengong atau ngantuk mending main HP juga ngga patut dibenarkan saking biasanya, karena perusahaan ngegaji kita bukan untuk ngurusin urusan pribadi di jam kita dibayar. Apalagi kalau kita yang punya atau anaknya yang punya, mestinya waktu bisa dipakai untuk mikirin pengembangan usaha. Coba deh posisikan diri kita selayaknya pelanggan yang boro-boro disapa, wong keberadaan kita yang persis di depannya aja suka terabaikan. Atau awkward moment gara-gara nunggu mbaknya balesin pesan sambil senyum-senyum. Belon lagi kalau yang dibaca atau isi pesannya nyebelin, itu pelanggan bisa dilirik sadis gara-gara mbaknya lagi ngga mood 😀

Mari kita lihat negara lain. Mbak-mbak dan mas-mas di Singapura fokus sama kerjaannya, kurang senyum dan selalu serius. Mbak-mbak lain di Sydney memilih untuk menyapa pelanggan yang memasuki toko atau restoran mereka. Mas-mas di Taipei bekerja efisien dengan semua arsip dan komputernya. Klo ngomongin mbak dan mas di Tokyo, hadeuh sampe lelah adek bang menjawab sapaan 'Arigato Gozaimasu' mereka padahal kita belum beli apa-apa.

See? Mereka stand by untuk pelanggan, untuk orang lain, untuk tugasnya. Mereka tidak terditraksi dengan keberadaan ponsel pintar yang malah mengganggu tugasnya. Mencegah ngantuk dan bosan, tidak dilakukan dengan cara mengalihkan. Tapi dengan cara menghadapinya, misal gimana membuat kerjaannya seremeh apapun menjadi tetap baik, bahkan lebih baik dari sebelumnya. Jangan sepelekan mbak pelayan di restoran loh. Dengan kepeduliannya dia akan menanyai pelanggan mungkin ada yang kurang, mengawasi pelanggan yang mungkin memerlukan bantuannya, melihat ada benda yang terjatuh, atau segera mengangkat piring yang kotor begitu terlihat pelanggan meminggirkan piringnya. Ada aja yang bisa dikerjain kalau kita waspada. Kebetulan nih pas foto di Disneyland Jepang dan mbaknya terfoto (tolong fokus sama mbak yang di belakang aja ya :D). Pakaiannya ribet dan mestinya ngga nyaman untuk cuaca secerah ini, tapi dia sigap melayani dan kalau lagi ngga melakukan apapun dia tegak berdiri, sikapnya waspada tapi penuh senyum saat menyapa pelanggan. Na ini kerja yang profesional. Sapaan itu perlu apalagi buat kita yang kerja di bidang jasa.

Makanya begitu lihat yang disini, aduh kok mesti ada aja ya mbak dan mas, ibu dan bapak yang sibuk sama HPnya pas lagi kerja. Mojok di dekat tempat sampah untuk ngga tau baca apa, dengan pel tersampir di sampingnya. Bersandar di keranjang jualan yang menjadi tanggungjawabnya, sambil sibuk buka HP. Berjaga di belakang meja kasir, main HP juga. Bahkan ada nih guru yang mainan HP dan selfie di dalam kelas, disaksikan murid-muridnya. Beda lo ya orang yang make HP urusan kerjaan atau pribadi, dilihat dari intensitas, lama pemakaian dan ekspresi saat menggunakan. Ngga semua begitu memang, dan yang ngga begitu highly appreciated deh. Kemaren pernah masuk koran nih, mbak CS yang biasa jaga di toilet Mal Galaxy Surabaya. Banyak pengunjung yang merasa puas dengan kerjanya karena dia rajin menyapa, mempersilahkan pengunjung untuk memasuki toilet yang kosong, aktif membersihkan dudukan dan lantai saat pengunjung keluar dari biliknya, dan memastikan semua tetap kering. Padahal kalau di job desc saya yakin ngga masuk deskripsi tuh 'senyum ramah dan sapa pelanggan'. Tapi dia beri nilai lebih pada kerjaannya biar orang terkesan dan merasakan manfaatnya. Coba kalau dia mainan HP, pasti ngga terjadi deh hal-hal yang saya kisahkan ini.

Yuk berusaha lebih care sama kerjaan, tapi pas di rumah harus fokus sama kesayangan jangan urusan kerjaan aja. Katanya hidup harus seimbang. Malu ah sama Singapura meski mereka pegang HP semua dan kecepatan internetnya kaya cheetah (kalau di Indo kaya kura-kura :D), free wifi dimana-mana, mereka malah ranking sepuluh untuk pengakses internet via HP. It means mereka sudah tahu cara memanfaatkan teknologi dengan benar 🙂

***
IndriHapsari

Advertisements