Fakta Penting Soal Tisu

Ngga nyangka, majalah anak-anak aha! aku tahu memberikan pencerahan pada orang dewasa. Eit orang dewasa mana dulu…ya saya lah 😀 Dan yang lumayan bikin saya tercengang adalah soal tisu.

image

Jadi gini, jaman sekarang, biasa banget kan kita bawa tisu kalau lagi keluar. Alasannya sih praktis, kalau kotor tinggal buang. Bergaya juga karena tempat tisunya bisa ganti-ganti sesuai selera. Enteng, ada yang wangi, ada yang bermotif, dan ada juga yang basah dan wangi buat bersiin pantat bayi 🙂

Namun sekarang kayanya makin merajalela ya penggunaannya. Setelah menggantikan saputangan yang biasanya dipenitiin mama di saku baju 😀 tisu sekarang sudah masuk rumah menggantikan serbet. Sekarang bersih-bersih debu, meja makan, pakai tisu. Bersihin kacamata, pakai tisu. Sampai urusan toiletpun, biasa cebok pakai air, sekarang dobel, air dan tisu. Dapur juga begitu, sampai biasanya pisang goreng yang ditiriskan ditaruh di kertas buram bekas, sekarang pakai tisu khusus dapur.

Padahal, ternyata oh ternyata, dengan menggunakan tisu ini, kita berkontribusi terhadap kerusakan hutan. 1 kotak tisu yang berjumlah 100 lembar memerlukan 1 batang pohon berusia 6 tahun! Wah, tisu kotak kita pasti ngga akan menunggu selama itu, kecuali kalau ngga dipakai.

Putihnya tisu juga mesti ati-ati, karena tisu mengandung pemutih. Kebayang dong biasanya kalau ada makanan rada berminyak aja, kita ogah ngambil langsung pake tangan, tapi pake tisu untuk melindungi tangan kita dari minyak. Nah klorin ini (zat pemutih tadi) kalau berlebihan bisa jadi kanker.

Di antara semua jenis tisu, tisu toilet tuh yang paling murah. Selain ngga melulu putih, dia tipis dan gampang terurai. Harus gitu, kan dipake buat cebok 😀 beda sama tisu wajah yang buat lap keringet itu lo, itu jalinannya lebih kuat dan sulit terurai. Paling sebal kan kalo abis lap keringet, trus ada yang ingetin: eh, ada putih-putihnya tuh! Hiyaaa…ini tisu wajah apa tisu fantat 😀

Mau lebih kuat lagi? Ya tisu basah karena dia punya kandungan plastik, yang bikin lebih kuat dan…sulit terurai. Teksturnya mirip ubur-ubur sehingga hewan air suka makan tisu ini yang mengakibatkan mereka keracunan. Hiks..kasian…Masalahnya penggunaan tisu basah ini makin banyak, seiring peningkatan penggunaan diapers, kemalasan bangkit ke wastafel untuk cuci tangan, atau keluar mobil dan cuci kaki pakai air mineral.

Fakta lain, tekstur tisu ini kasar. Sehingga sayang banget kalau dipakai buat menyeka barang-barang sensitif seperti kacamata, perabot, layar tivi maupun komputer. Bisa gores nanti. Semoga aja saya bisa ingat sebelum menarik selembar tisu lagi 🙂

***
IndriHapsari

2 comments

  1. Makasih ya mbak sharingnya. Di rumah ortu sy termasuk yg jrg banget nyetok tissue. Tapi ibu punya stok lap2 atau gombal bersih yg melimpah. Agak ribet sih, tapi washable dan lebih ramah lingkungan sih. Aku jg mulai biasain bawa sapu tangan kmn2 drpd tissue. Tp msh suka bw sebungkus tisu basah sih ditas buat jaga2.

Komen? Silakan^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s