Wisata Singaraja Sekarang Bisa!

Wah, emangnya dulu belum?

Sudah sih, tapi banyak fokus ke wisatawan asing. Ada spot menyelam di Celukan Bawang, area yang kami lewati dalam perjalanan dari Gilimanuk ke Singaraja. Tapi itu kan ngga biasa untuk orang Indonesia. Atau menikmati Pantai Lovina, mungkin bukan favorit orang Indonesia. Pantai ini pasirnya hitam, sudah dikavling hotel dan restoran, jadinya yang untuk umum kecil saja. Selain melihat lumba-lumba saat pagi hari, pengunjung bisa juga mendayung kano. Ini juga ngga lazim buat orang Indonesia.

Karena itu kalau menginap di daerah Lovina, nginepnya satu malam saja. Pilihan kami adalah pada hotel yang punya fasilitas hiburan, misal kolam renang. Sepanjang pantai Lovina banyak kok, tinggal pilih. Yang biasa kami inapi Adirama Beach Hotel, berdasarkan fasilitas dan kesesuaian harga. Kamar yang dipilih yang terdiri dari dua bedroom, dan Adirama punya itu karena yang menginap hampir semuanya (kecuali kami :D) adalah keluarga bule. Pilihlah yang menghadap pantai, pasti sip sambil tiduran di kursi santai menikmati sunset. Kolam renangnya bagus penataannya, restonya menghadap pantai. Mau ke pantai langsung juga tinggal melewati pintu belakang. Biasanya ada penjaja cendera mata dan tukang perahu yang menawarkan jasanya mengantarkan ke lepas pantai.

Cari makan di daerah ini dulu susah, takut ngga cocok pula. Adanya kafe buat bule, kios makanan, atau paling dekat ke kecamatan Seririt, ada kios makanan juga. Maka pilihannya adalah makan di hotel dengan bule’s style gitu.

image
Toko oleh-oleh Krisna, Singaraja

Tapi untunglah kemudian Krisna masuk. Krisna adalah toko oleh-oleh terbesar di Denpasar, yang punya, I Gusti Putu Anom berasal dari Seririt. Sejak tahun lalu ia membuka Krisna Singaraja, dan dari sinilah semua perubahan itu berasal.

image
Menu di Krisna Wisata Kuliner

Selain sekarang gampang menemukan oleh-oleh khas Bali tanpa perlu ke Denpasar atau blusukan ke kios-kios, di bagian belakang toko Krisna ada Krisna Wisata Kuliner. Konsepnya adalah taman, tapi besaaar banget. Dikelilingi tanaman yang artistik, ada gubuk-gubuk tempat semua vendor berasal. Rupanya konsepnya seperti foodcourt, minus keliling-kelilingnya. Jadi kalau mau pesan cukup dari meja yang kita tempati saja, nanti makanan datang sendiri. Yang menyenangkan lainnya, variasi makanan cukup banyak, termasuk nasi (babi) guling khas Bali yang terkenal. Ada pula ayam betutu, tipat belayag, lawar dolong. Ngga mau makanan Bali? Anak saya aja makan ayam Kentucky 😀 Maksudnya, tersedia menu internasional, China dan Indonesia jika berminat lainnya. Minum es jus aja biar segar.

image
Menu di Krisna Wisata Kuliner

image
Taman Krisna Wisata Kuliner

Iseng-iseng keliling, penataannya memang bagus. Ada kolam di tengah. Toilet bersih dan tersebar di beberapa tempat. Lalu pas ke belakang, jreng…ada lapangan luas dan pesawat! Beneran, ada pesawat Batavia Air sedang nangkring di pojok lapangan. Di kirinya ada tempat sembahyang, lalu di ujung lain ada panggung kecil. Sepertinya konser oke juga disini.

image
Bebek Tepi Sawah - Lovina

Karena Krisna duluan buka, maka muncul yang lain. Bebek Tepi Sawah yang asalnya di Ubud itu buka di depannya, pola yang sama dengan Rama Krisna, toko oleh-oleh 24 jam di Denpasar. Tempatnya asyik banget, menghadap laut, dan penataannya juga bagus. Mau indoor atau outdoor sama nyamannya. Makanannya khas Bali, Indonesia dan western. Untuk bebek dan ayam, yang diberikan adalah potongan setengah ekor jadi cukup besar.

image
Menu di Bebek Tepi Sawah
image
Warung Subak yang Artistik

Dekat situ, ada Warung Subak dan Lacotta. Ini juga modus yang sama, di Krisna Tuban itu juga ada resto yang sama. Lacotta terdiri dari dua tingkat, dengan sebagian outdoor menghadap Lovina, menawarkan western food. Kalau yang Warung Subak Indonesia food. Sistemnya adalah paket, kebanyakan seafood, harganya lebih murah dan lebih enak daripada yang Jimbaran. Penataannya juga bagus. Yang menyenangkan dari masuknya resto-resto ini, pengunjung jadi punya pilihan dan lebih merasa nyaman. Karena masakan pasti enak, layanan profesional dan fasilitas siap menyambut wisatawan.

image
Menu di Warung Subak, Singaraja
image
Gran Surya - Singaraja

Karena itu kami pindah hotel yang lebih baru dan terang, namanya Gran Surya. Karena soal makanan sudah beres, maka kami ngga memusingkan untuk makan di hotel. Kamar di hotel ini cuma sedikit, tapi minimal deluxe jadinya besar-besar. Lobbynya buesar, spa dan ballroom serta tempat makan juga besar. Kolam renang ngga ada, tapi dia punya water park 😀 Wahananya ada empat atau lima, cukup sedikit dan kecil jika dibandingkan Ciputra Water Park di Surabaya. Tapi cukup nyaman kok, petugasnya juga ramah dan sigap. Water park ini terbuka untuk umum, bukanya sampai jam 5 sore.

image
Gran Surya Waterpark, Singaraja

Hiburan lain tentu melihat adat istiadat Bali. Karena sedang Galungan, hiasan penjor menghiasi setiap dusun yang kami lewati. Kadang bertemu arak-arakan dan pertunjukan barong. Alamnya memang indah dan terjaga. Akses jalan bagus dan mulus. Ditambah penduduknya terbuka dan ramah, Bali is a perfect place to enjoy holiday.

image
Suasana di Banyuatis

***
IndriHapsari

Advertisements

Komen? Silakan^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s