Buku Digital, Apa Yang Perlu Dipersiapkan

image

The Deep Web on Google Books

Penggunaan buku digital atau e-book makin meningkat, seiring dengan penggunaan tablet dan kartu kredit. Dua hal ini sebenarnya bisa dipisah loh, karena pembaca bisa mendapatkan versi digitalnya gratis dari internet, legal maupun ilegal. Biasanya sih ilegal, unduh dari situs tertentu yang punya banyak koleksi buku, sebelum didelete sama authornya. Unduhnya bisa dalam versi PDF, EPUB atau lainnya. Buku digital gratis juga ada, tapi kayanya yang nantang bahaya yang lebih menarik ya 🙂

Kalau sudah begitu, bakal terasa bahwa kekayaan intelektual pada buku digital itu too risky, banyak ‘maling’ yang mau ambil gratisan, kemudian menjualnya dengan harga murah untuk pemasukan pribadi.

Karena itu menjual buku digital secara personal, sepanjang pengetahuan saya, sebaiknya jangan dilakukan. Kita bisa mengatur file PDF supaya ngga bisa disimpan, dicetak, dicopas, diubah, tapi ngga bisa mencegah pengiriman berantai. Kalau dikirimkan dalam bentuk CD atau flashdisk yang dilindungipun, loh mana aspek praktisnya? Kan ini demi penggunaan yang damai sejahtera di gadget. Buku digital memang asyiknya bisa dibawa kemana-mana, punya berbagai fasilitas seperti bookmark, pengaturan cahaya dan ukuran huruf, dan keliatan lebih keren kali ya, jadi memang trendnya bagus. Belum lagi karena bisa menghemat tempat, gadget ini bisa menyimpan puluhan hingga ratusan buku, yang penting kuat aja bacanya, jangan sibuk ngumpulin aja 🙂

Menjual buku secara digital juga menyenangkan bagi penulis. Modalnya ya nulis aja, bikin sampul lewat web gratisan, simpan dalam bentuk PDF, jadi deh. Ngga pakai modal, ngga sibuk ngurus ISBN, dan terjamin amannya. Karena meski mengunggahnya pakai PDF, nanti diunduhnya pakai versi yang ditentukan penyedia layanannya. Hanya bisa masuk satu akun, ngga bisa diapa-apain kecuali disimpan dan dibaca. Layanan ini gratis, sampai bukunya terbeli, baru kasih ‘komisi’, maksudnya pemasukan kita ngga setara dengan harga yang kita cantumkan. Besarnya potongan bervariasi.

Penyedia layanannya ada dua yang besar, berbasis Android (Google Books) dan iOS (iBooks). Besar karena pengguna sistem operasi ini ada banyak di Indonesia. Sebenarnya ada Amazon, tapi kurang populer untuk di Indonesia, apalagi kalau target pembaca memang orang Indonesia karena saking cintanya dengan bahasa Indonesia 🙂 Ada lagi Gramediana, tapi ada mediasinya, dan sepertinya untuk buku indie agak susah masuk, meski ada yang berhasil masuk. Kelebihannya katanya bisa pakai kartu debit, tetapi sempat baca blig yang mengeluhkan akhirnya pembayaran harus pakai kartu kredit.

Sebenarnya itu kendala utama kenapa buku digital ngga terlalu pesat pertumbuhannya di Indonesia. Yang pakai kartu kredit cuma sedikit, itupun sudah pobi duluan dengan semua kejahatan dunia maya. Metode transfer kok ngga pernah liat yah untuk jualan buku digital, meski lazim dilakukan untuk buku cetak. Makanya kadang kontennya penyedia layanan ini jadi tempat melihat koleksi doang, atau sneak peek nyari bocoran ni buku isinya apa.

Bagaimanapun, memasarkan secara digital sebaiknya jangan dihindari, karena ini kesempatan untuk memasarkan, terutama buku indie atau hasil self publishing. Untuk iBooks ternyata harus punya US ID untuk nomor pajaknya. Deuh, boro-boro deh, yakin juga di Indonesia ngga semua penulis punya NPWP. Karena itu mari merapat ke Google Books saja.

image

Syarat Jual Buku untuk iBooks

Daftar dulu jadi Google Partner, kalau sudah punya akun Gmail tinggal masukkan saja. Nanti ada beberapa menu, intinya sih siapkan ISBN buku jika ada, kontennya dalam bentuk PDF, cover depan dan belakang juga dalam bentuk PDF, deskripsi buku, harga sama link kalau ada yang mau beli versi cetaknya. Karena itu jualan buku cetaknya di blog pribadi aja, atau kaitkan dengan link website penerbit indie kalau karya kita dipajang disana.

Yang perlu diperhatikan karena yang ngerjain semua mesin, penamaan file, kode bahasa dan kode negara mesti diikuti benar, kalau ngga dia error mulu. Pun kalau sudah ok semua lalu kita mau memberi harga diskon, mesti mengunduh file csv yang tersedia, dan mengisi sesuai format, lalu mengunggahnya lagi. Keliatannya gampang, tapi entah kenapa format cellsnya suka berubah-ubah sehingga error. Kalau sudah begitu remove, beresin, dan unggah lagi. Intinya kalau mau yang gratisan, mesti sabar dan tawakal 🙂 Jangan pelit untuk ngeklik icon tanda tanya, itu buat keterangan lebih detail yang very helpful.

image

Tampilan di Google Books

Di Google Books seorang pembeli bisa sekalian kasih rating dan komen, persis seperti ngomentarin apps di Play Store. Lalu buat penulisnya sendiri nanti dapat ringkasan berapa penjualan yang sudah didapat. Oya mengenai harga, bisa pakai IDR untuk Indonesia, dan USD untuk dunia, atau pakai mata uang lainnya tergantung pasar yang dituju. Siapkan nomor rekening agar Google bisa mengirim pemasukannya ke situ.

Kalau di atas saya sebut sneak peek, Google Books menjadi alternatif tempat ngintip lebih populer untuk isi buku. By default, Google mengharuskan 20% isi buku itu akan dia perlihatkan ke calon pembeli. Ada juga pilihan boleh dicopas sampai berapa persen.

Untuk lebih jelasnya bisa baca link ini :
https://support.google.com/books/partner/answer/3324395?hl=en
https://support.google.com/books/partner/answer/1079107?hl=id

***
IndriHapsari

Advertisements