Sony Xperia Z3: Bye, Samsung

Waktu unboxing hadiah Valentine kemarin, sempat kepikiran juga ponsel lama saya, Sony Xperia Mini Pro yang masih saya simpan. Secara teknologi way better dibanding Samsung Tab 7″ yang sedang saya pakai, padahal dia muncul duluan. Kenapa beralih ke Samsung, karena baterainya Mini Pro setelah dipakai setahunan jadi ngedrop, meski sudah ganti baterai juga. Ilfil aja baru bentar pake sudah mesti nyolokin powerbank.

Ketika ketemu lagi sama Sony, yang kepikiran cuma satu, baterainya ok ngga? Karena Samsungpun sama, boros baterainya padahal sudah pakai smart energy, no fancy wallpaper at all, buang app yang ga penting atau force stop app yang lagi running. Masa sih ketemu lagi yang kaya gitu? Terus terang saya lelah…:P

Dari spek sih katanya baterainya tahan lama, sampe dua hari. Ah, yang bener? Paling dua hari kalau ngga dipake sama sekali. Makanya saya baru nulis reviewnya sekarang, buktikan dulu baru dah menulis opini.

Dan…ternyata Z3 ini ngga mengecewakan. Baterainya emang beneran tahan lebih dari sehari. Dengan pemakaian normal di ujung hari masih sisa 30an persen, beda sama Samsung Tab yang mencapai angka itu pas tengah hari. Trus belum diatur-atur pemakaian, masih install default setting apps yang sebelumnya saya pakai. Ponselnyapun bisa centil pakai live wallpaper 🙂

image

Secara fisik tipis, ringan, dan layarnya lebar, 5.2″ bening dan tajam. Otomatis hasil foto juga OK, ngga mesti menajamkan penglihatan macam Samsung Tab, terutama sesuai untuk foto tulisan-tulisan gitu. Kualitas fotonya antara setara atau lebih baik dari Samsung Note.  Kayanya dia juga ada intelligence systemnya karena untuk beberapa foto saya kaget sama hasilnya. Did i take the picture, saking bagusnya 🙂 Emang sih kalau lagi siap-siap motret itu ada simbol yang berubah terus nyesuain sama jarak dan pencahayaan. Selain bisa selfie, saya juga dapat flash. Yeay! 🙂

image

chip.co.id

Kalau Android sih dimana-mana sama yah, tapi enaknya kalau punya gadget dari pabrik ternama itu mereka dilengkapi dengan banyak aplikasi bawaan yang bekerja optimal di gadget masing-masing. Baru aja nyalain sudah ketemu tampilan kaya gini…

image

…which is saya ngga tau buat apa 😛 Akhirnya sembunyiin dah. Karena Sony adalah pabrik Walkman, saya dapat dong aplikasinya plus speakernya yang bening. Trus ada juga colokan katanya buat main Playstation. Aplikasi sketch dan officenya bawaan dan juara. Layarnya juga niru tv plasma Sony. Ehm pantes aja mantep gini.

Cuma yang saya bingung, bagian belakang dia lebih kinclong daripada layarnya. Seperti dari kaca, mungkin untuk kesan mewah ya. Tapi takut euy megang dengan satu tangan karena licin.

Yang saya juga suka dari Sony adalah lampu LEDnya. Setiap aplikasi yang saya ijinkan notifnya nyala, telepon, sms, email semua punya warna lampu yang beda. Jadi ngga perlu ribet sama ngebedain ringtone, dengan sekali pandang aja sudah tahu apa yang lagi nunggu.

Kalau dari review sih katanya ni ponsel tahan di dalam air dengan kedalaman 1 meter selama 30 menit. Oh pantesan iklannya selfie di dalam air. Trus tahan debu karena semua lubang ada tutupnya. Apapun itu, ngga membuat saya bersedia untuk nyemplungin dia di dalam air 😛

Yah itulah laporan pandangan mata (karena saya ngetik ini sambil ngeliatin dia 🙂 ) tentang Z3. Semoga bisa terus bekerja sama yaaa 😀

*
IndriHapsari

Advertisements