Cinta Yang Menghanguskan

image

Dengan pikiran manusia yang apa adanya, sudah banyak kita saksikan kisah cinta yang malah menghanguskan. Cinta yang diciptakan untuk keindahan, akhirnya malah menimbulkan kepedihan, kesengsaraan, dan kebencian yang berlangsung, mungkin, untuk selamanya.

Seorang ibu yang sayang banget dengan anaknya, memutuskan untuk mengeluarkan anaknya dari sekolahnya, karena anaknya mengeluh tidak suka sekolah. Hal yang wajar terjadi pada anak usia dini. Alih-alih membujuk dan memotivasi anaknya, berkoordinasi dengan pihak sekolah, atau memindahkan sekolah anaknya, ia lebih memilih mendiamkannya di rumah. Memang ada alternatif home schooling, tapi jika dasarnya hanya untuk menyenangkan hati si anak saja, home schooling ngga akan jalan. Home schooling memerlukan keseriusan dari orang tua untuk menjadi guru semua bidang, atau mencari guru privat yang kompeten. Home schooling juga mempunyai struktur kurikulum, yang akan kita lihat keberhasilannya pada ujian kejar paket, sebagai syarat penyetaraan lulusan. Home schooling memerlukan kedisiplinan, ketegaan para orang tua untuk mengarahkan anaknya agar menghargai waktu, plus mendorongnya agar tetap mau bergaul.

Lalu apa namanya jika saking cintanya, anak itu dibebaskan melakukan apa saja di rumah? Memang masih dalam pengawasan orang tua, tapi apa mau selamanya begitu? Sementara kemampuan orang tua ada batasnya, umur orang tuapun begitu. Bekal apa yang diberikan pada anaknya agar dapat menghadapi dunia kelak? Tentu kita tidak boleh mengandalkan harapan kelak anaknya akan mendapatkan pasangan yang bersedia menghidupi dan mengurusi hidup anak kita. Mereka harus bisa mandiri, tidak menggantungkan diri pada yang lain. Karena itu cinta membuat kita berusaha untuk mendorong yang dikasihi ke posisi yang lebih baik.

Cinta pada pasangan juga bisa menghanguskan, karena dilakukan dengan cara yang salah. Terima kasih pada novel dan film 50 Shades of Grey yang seolah-olah membuat kegiatan kekerasan seksual (BDSM) merupakan hal yang menyenangkan dan acceptable. Pada kenyataannya pelaku BDSM adalah orang-orang yang sakit mental, merasa makin cinta dan mendapat kepuasan ketika melihat partnernya kesakitan, dan tega melakukannya hingga korban meninggal. Tanpa sadar mereka melakukan KDRT. Kasus yang banyak terjadi pada para pelacur di Amerika Serikat. Dan pelakunya ngga ada yang model Christian Grey, kalau dari mereka yang tertangkap sih kebanyakan orang-orang yang rendah diri karena penampilannya.

Cara yang salah untuk mencintai juga bisa terjadi karena terlalu posesif. Keadaan menjadi tidak nyaman lagi, malas untuk cerita ke pasangan sendiri, dan mencari kepuasan di luar sana. Tidak melulu untuk nafsu, kadang hanya untuk sebuah penghargaan.

Cara yang salah juga dilakukan dalam hubungan manusia dengan Tuhan. Manusia sibuk menebak apa yang diinginkan Tuhannya hingga mengabaikan satu kunci, bahwa cinta itu indah. Dan keindahan tercipta dari kedamaian antar umat manusia.

Padahal kekerasan yang terjadi di muka bumi ini kebanyakan mengatasnamakan Tuhan, maka antar umat harus saling memerangi. Perperangan ngga beres-beres karena egonya, yang disamarkan dengan tujuan membela Tuhan. Sensitivitas menjadi tinggi begitu ada yang menyinggung hatinya, yang ia samakan dengan hati Tuhan. Saling memperbesar perbedaan, sibuk sama berbagai aturan, hingga malah melupakan cinta.

Lalu apa gunanya Tuhan menganugrahkan cinta jika dipakai sebagai alat untuk menghanguskan sesama? Ketika diingatkan dengan cintapun, daripada merenungkan perbuatannya selama ini, ia lebih mengandalkan keegoisan bahwa caranyalah yang paling benar.

Percayalah, saya menuliskan ini dengan cinta. Kalaupun ada anggapan sebaliknya, silakan saja, kebencian Anda tidak akan menghanguskan saya. Mungkin seperti yang film PK bilang, ‘You called the wrong number!’ karena ternyata cara Anda ngga membawa kedamaian.

***

Bhagwan Hai Kahan Re Tu | PK
Music: Shantanu Moitra
Lyrics: Swanand Kirkire
Singer: Sonu Nigam

A song about a person who is looking for God, doing the best he can do in life, and yet not getting what he wishes for, as he desperately asks God where He is.
###
I’ve heard that you run the whole world,
Listen to my prayer too, my home calls me,
O Lord, where are you? O God, where are you?

I have heard that you show the path to the lost hearts,
I am lost too, my home calls me back..
O Lord, where are you? O God, where are you?

Should I worship you, or should I offer you a namaaz
Should I offer an ardaas
You are neither found in the temple, nor in the Church,
my tired eyes look for you…

all the customs that are there (to find you), I follow them all,
I bow my head to you, like these crores,
O Lord, where are you? O God, where are you?

You have many names, you have many faces,
there are many ways to find you..
I walked on all those paths, but couldn’t find you..
I didn’t understand what is it that you want..

I keep on trying, without thinking or understanding,
I follow your insistence with all due respect..
O Lord, where are you? O God, where are you?

Advertisements