Alasan Bali Menjadi Tujuan Wisata Dunia

image

Foto by Ivanna

Waktu Indonesia belum terkenal sebagai tempat tujuan wisata, Bali sudah duluan masuk jadi topnya destinasi wisata. Setelah beberapa kali ke pulau ini, jadi tau deh alasannya.

Termasuk alasan kenapa Bali dijuluki potongan surga yang jatuh ke dunia. Kalau kita jalan dari Denpasar ke selatan, kita akan temui pesisir pantai yang beragam, meski mereka pada sisi yang sama. Ada yang berpasir hitam lembut, atau putih kasar. Ombaknya ada yang tenang, ada yang cocok buat selancar. Ada yang isinya pasir saja, ada yang lengkap dengan batu karang. Apapun itu, rata-rata semua bersih saat saya kunjungi, punya matahari yang bersinar terik, tentu dengan sunrise dan sunset paling indah di dunia. Terus terang saya makin menghargai sunny day, apalagi ketika tahu orang Islandia hanya mengalami 5 jam terang di musin tertentu.

Kalau ke utara, tambah lengkap ‘koleksinya’. Danau ngga hanya satu, tapi entah berapa ya..buanyak pastinya, sampai ada yang kembar segala. Danaunya bersih karena ngga dipakai buat nyuci atau beternak ikan. Pepohonanpun tumbuh subur di sekitar, ngga ada ceritanya bukit gundul. Mungkin karena dalam masyarakat Bali juga ada aturan masalah hari menebang pohon dan peruntukannya.

Pantai juga ada di utara, dan yang bikin takjub, berdampingan dengan persawahan yang hijau. How come? Padahal biasanya habis pantai kan tambak ya. Itu juga yang mungkin menyebabkan pantainya ngga terlalu panas karena massih banyak tumbuhan. Sawah yang berada di lembahpun keterlaluan indahnya berkat sistem subak atau persawahan bertingkat yang diterapkan. Aslinya sih buat menyikapi kontur Bali yang naik turun, tapi sekarang lah bisa dinikmati hasilnya.

Hal lain yang menyebabkan Bali layak jadi tujuan wisata dunia adalah masyarakatnya. Pemerintah Bali yang terfokus hanya memilih pimpinan khusus orang Bali saja, mendukung industri pariwisata ini dengan berbagai perijinan, infrastruktur dan bekerjasama denga berbagai banjar yang ada di Bali. Banjar ini serupa pengurus warga gitu deh, yang mengorganisasi pecalang juga yang menjaga keamanan di Bali.

Keamanan ini yang membuat Bali relatif aman bahkan bagi wisatawan asing yang cara berpakaian, bertingkah laku dan minumnya beda sama kita. Minuman kerasnya dia sama kita beda, kita paling-paling es batu 😛

Masyarakat Bali juga mampu memadukan menjaga adat dan bersikap terbuka pada orang baru. Adat lewat berbagai upacara diselenggarakan dengan serius, meriah, kontinyu, dengan kegairahan yang sama. Regenerasinya bagus, dan hal ini juga menjadi daya tarik wisata. Namun mereka juga bersikap ramah terhadap wisatawan yang sekali lagi, punya kebiasaan yang beda dengan mereka. Bukannya meributkan ini itu, lalu proteksi macam-macam dan menerapkan aturan yang kaku, sehingga orang mau bertamu sudah keder duluan.

Tentu, tak ada gading yang tak retak. Bali seperti daerah di Indonesia lainnya, berhadapan dengan banyaknya generasi muda yang mesti dipikirin gimana supaya membuat mereka lebih serius sama hidupnya. Pengaturan tempat wisata masih menerapkan restribusi dengan kebocoran disana sini, lalu pengelolaannya ada yang belum profesional. Jika andalan Bali adalah keramahan orang-orangnya, semoga ngga menyebabkan mereka mengorbankan waktu pelanggannya.

Semoga Bali menjadi lebih baik ya ^_^

Advertisements