Singapore Zoo : Terstruktur, Masif dan Sistematis

20140627_134544

Gara-gara nulis Kebun Binatang Surabaya, trus mengaitkannya dengan Kebun Binatang di Singapura, malah jadi inget…Kebun Binatang Singapura? Kebun binatang yang mana? Ya ampuuun..ternyata saya lupa menuliskan pengalaman kami pas ke Singapura liburan kemarin. Kebanyakan bermedsos sih, jadi lupa nulis *eaaa..nyalahin yang lain…*

Kalau di Melbourne Zoo itu child friendly, jadi anak-anak bebas mau mengunjungi yang mana, dan banyak beraktivitas di sana, kalau Singapore Zoo (SZ) ini benar-benar menyimbolkan Singapura, yang terstruktur, masif dan sistematis (TMS). Beneran, Singapura dulu isinya mereka yang dituding melakukan separatism, memisahkan diri dari Malaysia. Trus isinya pendatang, terutama China, yang waktu itu masih seenaknya sendiri. Let’s say…jorok. Perlu usaha keras bagi Lee Kuan Yew untuk membuat Singapura jadi seTMS sekarang.

20140627_131416

Ke SZ ini gampang saja, tinggal naik bis yang lewat di halte (cek jadwal dan rute bis di papan halte) lalu duduk manis di bis yang berpendingin udara, membelah lalu lintas Singapura yang kok ngga ada macetnya ya. Turun, trus jalan bentar, ke loket-loket yang terbuka beberapa untuk melayani pengunjung yang antri. Berhubung kita datang sudah siang, ngga sempat ikut yang safari river, karena mepet banget jamnya sama nonton sirkus di Marina Bay Sands.

 20140627_142820

Trus masuk deh. Sejak awal pengunjung sudah disuguhi peta, yang menandakan alur yang bakal kita ikuti, plus lokasi-lokasi binatangnya ada dimana. Ikutin aja jalur tersebut, ntar bisa ngelilingin semua. Maksudnya ngga ada yang terlewat. Lalu seperti biasa, Singapura jago banget mengemas, meski koleksi binatangnya saya yakin kalau kebun binatang di Indonesia disatukan, ngga ada negara lain yang bisa menyainginya. Cuma menatannya itu looh, jadi terkesan banyak sekali koleksinya.

 20140627_142410

Hewan-hewannya mestinya senang pula ditaruh di sana. Kandangnya bersih, sedikit bau tercium, berbeda dengan Melbourne Zoo yang hampir ngga ada baunya. Lalu kandang atau lingkungan dibuat rimbun, penuh pohon, ngga gersang seperti tempat monyet di Kebun Binatang Surabaya. Kalau jalan-jalan di sini pasti sejuk nian..kita kesana agak sore jadi ngga ngaruh.

20140627_142319 

Trus SZ ini gedeee bener….huaaah…gempor-gempor dah kalau mau dijalanin semua. Meski jalannya rata diaspal, di setiap sudut ada petugas yang ngebunyiin bel jual makanan dan minuman, meski ada tempat duduk dimana-mana, toilet bersih dan gampang…sejak awal kita sudah putuskan, sutra lah…naik kereta aja. Kereta selalu jadi jujugan pertama kami kalau ke tempat wisata segede gini. Tinggal duduk manis, bisa tahu ada apa aja di tempat tersebut dalam waktu yang singkat. Berikutnya memutuskan, mau mengunjungi kandang yang mana. Oya keretanya ini selain gede, juga memuat stroller. Maklum pengunjungnya banyak anak kecil yang pasti capek ngelilingin tempat segede gini *yang gede aja baru liat petanya udah capek 😀 *

 20140627_144307

Tapi dasar pemalas, akhirnya muternya ya situ-situ aja. Ogah ke tempat yang jauh-jauh, karena mikir nanti balik ke pintu keluarnya juga jauh. Jadilah kita ke tempat polar bear yang bobok terus, lalu nungguin feeding shownya monyet yang lagi gelantungan di atas, tapi malah sibuk ngemil Ben Jerry’s. Liat dinding-dinding kaca yang berisi macam-macam ular, trus nyengir denger komentar rasis suami, ‘Kasian ya, ganteng-ganteng jadi pawang ular’, waktu ngeliat petugas bule itu lagi berlutut sambil megang ular, ngelilingin anak-anak yang tertarik dengar penjelasannya.

 20140627_143948

Trus, udah deh…keluar. Jadi cuma sedikit yang kita lihat, cuma sedikit pula yang bisa saya ceritakan. Sebenarnya rugi karena ongkos masuknya SGD28 dan 18. Trus kalau sabar menanti *kaya nama rumah makan ya* ada feeding time yang mestinya menarik banget. Atau nengkri-nengkri di Ah Meng Kopi yang kayanya lazis abis *Benu Buloe mode on*

 

***

IndriHapsari

Advertisements