Melbourne Zoo, Wajib Dikunjungi

image

Awalnya ngga minat ke kebun binatang ini, meski sudah pegang brosurnya. Masih kuciwa dengan WildLifenya Sydney, yang dikit banget binatangnya. Soal kekayaan flora fauna sih Indonesia much better, cuma kemasannya yang beda.

Tapi waktu bis hop on hop off kami memasuki area Melbourne Zoo, langsung terlihat tempatnya asri dan luas. Apalagi bis berhenti pas di depan pintu masuk. Kita ambil paket family, sama seperti di tempat-tempat lain yang jatuhnya lebih murah. Eh soal paket ini, sepertinya pemerintah Australia sedang menggalakkan keluarga berencana ya, soalnua paketnya selalu 2 dewasa dan 2 anak. Kalau anaknya lebih dari 2, silakan nambah.

image

Baru masuk sudah ngantri coklat panas karena dinginnya udara, padahal udah pake jacket. Trus lihat lemur di bagian depan, lah kok ngga nyambung kemana-mana. Ternyata gatenya ada lagi, dan baru tahu kalau ni tempat luaaas banget.

image

Soal binatang, memang yang disini semua ada, meski ngga banyak. Misal singa cuma satu, macan ngga ada, beruang satu, yang banyak yang asli Australia. Kalau ngga pegang map, bisa bingung mana yang udah mana yang belum. Pegang map aja masih terlewat kok gajahnya.

image

Cerita yang beda aja ya. Saya pernah ke Kebun Binatang Surabaya dan Kebun Binatang Bandung, pas masih di Taman Hewan. Semuanya dikelola konvensional, jadi manajemen masih hidup segan mati tak mau, trus hewan-hewannya agak menyedihkan. Masuk akuariumnya di KBS misalnya, kesannya suraaam gitu. Padahal kekayaan biota air kita luar biasa.

image

Beda saat saya mengunjungi Jatim Park 2. Dikelola oleh swasta, pengunjung bisa dengan nyaman melihat berbagai hewan dalam kandang yang bersih, dan ngga bau kotoran hewan karena semua tertutup kaca. Hewan yang besarpun punya kandang yang besar dan menarik, terus ada kegiatan ngasih makan hewan juga.

image

Di Melbourne, meski terbuka, bau kotoran hampir ngga ada. Entah karena banyak pepohonan yang mengeluarkan wangi daun, atau serbuk-serbuk kayu yang disebarkan di area pertanahan. Plus rajin dibersihkan juga mestinya. Maka tiduran di rumput yang seluas-luasnya bisa, tanpa khawatir terkena kotoran. Meski banyak burung juga yang mampir saking environment friendlynya kebun binatang ini.

Tempat sampah gampang ditemui, dan slogan recycle ngga cuma basa basi. Dimanapun, selalu ada dua tempat sampah, untuk recycle atau waste.

Kandang ada banyak tipe. Ruang kasa untuk hewan yang bisa terbang tapi ngga ganggu manusia yang melintas di jembatan, kandang yang hanya dibatasi pagar sekedarnya untuk kangguru dan burung emu, kandang kaca untuk ular, kodok, dan serangga, akuarium untuk anjing laut dan ikan, pagar pembatas untuk pinguin dan jerapah zebra, jembatan untuk melihat singa di kejauhan. Ada pula amphiteater kecil tempat pertunjukan, banyak taman, banyak bangku dan toilet.

Toilet ini biasanya dekat juga dengan kedai makanan atau foodcourt. Sambil makan pun ada hewan-hewan yang jalan-jalan, misal burung merak yang anteng aja di sebelah orang makan. Ada resto pinggir danau yang sip banget makan sambil ditemani bebek yang lagi berenang.

image

Dan kebun binatang ini ngga mengandalkan tiket masuk saja. Mereka juga menjual merchandise, menawarkan keanggotaan dengan iuran, yang tentu harus diikuti dengan acara-acara yang menarik. Kalau ngga orang bakal cepat bosan. Misalnya aja ada acara behind the scene, untuk tahu binatang-binatang ini diapain aja sih sama keepernya biar tetap sehat? Trus ada acara malam hari, untuk melihat kelakuan binatang dan mendengar suaranya. Untuk pendanaan, mereka menerima sumbangan, plus kita juga boleh mengadopsi binatang, dengan iuran bulanan. Misal lemur imut dengan nama Indri, karena sudah berkomitmen mengadopsi ūüėÄ

***
IndriHapsari

Advertisements