Kebun Binatang Surabaya : Tidak Seburuk Berita

image

Kalau ngomong soal Kebun Binatang Surabaya (KBS) pasti yang terlintas di benak ibu bapak adalah pembunuhan sadis hewan-hewan, plus pertunjukan kejam melihat hewan-hewan mati pelan-pelan. Masa, ada harimau mati gantung diri. Itu kejadiannya setelah banyak hewan mati dengan dugaan diracun, tapi bisa dibantah karena umur, ngga cocok makanan dan berantem sama temannya. Plis deh, mati kok barengan. Dan kok bisa si harimau dapet tali buat gantung diri? Belum masalah teknis lainnya.

Jadi kalau datang ke KBS, yang ada di kepala tuh di sana ada pembunuh berdarah dingin, yang tega ngebunuh hewan tak berdosa demi egonya. Biar deh itu urusannya mereka sama Tuhan, tapi hewan-hewan yang tersisa ini mesti diberi sokongan.

Begini, pikiran saya sederhana. Kalau pengunjungnya banyak, pendapatan meningkat, inginnya sih hewan-hewan dan pengunjung di sana dapat fasilitas lebih layak. Ngga tau ya selama ini KBS surplus atau minus, atau pengelolaannya sudah benar apa ngga, yang pasti kalau jelek jangan serta merta ditinggalkan. Selain teriakin terus dukungan kita buat KBS yang lebih baik, perkenalkanlah KBS pada orang lain, supaya makin banyak yang kesana, makin banyak perhatian tertuju.

Tiket KBS cuma 15 ribu rupiah per orang. Murah banget, kalau didollarin cuma 1,5 USD atau SGD. Dengan kebun binatang di Indonesia, saya pernah mengunjungi kebun binatang di Bali, juga lebih murah. Areanya cukup luas, sampai anak saya tanya, ‘Emang disini ngga ada ojek Ma?’ saking capeknya dia jalan. Gampang diakses karena ada di tengah kota, bahkan dengan angkutan umum sekalipun. KBS seperti oase di tengah kota Surabaya yang sibuk dan padat. Seperti dilempar ke dunia lain dalam sekejap.

Koleksi hewannya juga lumayan. Sempat ada perasaan sedih melihat kandang-kandang yang sekarang kosong, atau hanya punya satu penghuni. Sedih melihat fasilitas yang kurang baik atau kurang termanfaatkan, padahal sudah dibangun. Atau melihat ruangan aquarium yang suram, sampai harus tebak-tebak buah manggis ini ikan apa.

image

Tapi tetap dapat dinikmati. Mau berlama-lama bisa, dengan cara mengingat-ingat kandang mana yang belum dikunjungi, karena penataannya masih tersebar. Lalu duduk-duduk di bawah pohon rindang, sambil mengamati hewan-hewan, pasti bisa dinikmati seluruh anggota keluarga. Atau jika ada kesempatan memberi makan hewan, sekalian merasakan berdekatan dengan mahluk-mahluk yang tadinya kita lihat di tivi. Jika lapar, santaplah bekal yang kita bawa, atau mengandalkan para pedagang yang tersebar di berbagai area. Cukup rapi penataannya, sehingga tidak kita temui pedagang asongan yang memaksa. Lingkungannya cukup bersih dengan ditaruhnya banyak tempat sampah di berbagai lokasi. Toilet juga tersebar meski dengan petunjuk seadanya. Bersih (dalam artian tidak berbau pesing, air ada) dan ditunggui petugasnya, meski harus membayar.

Potensinya begitu besar. Sehingga kalau saya boleh usul, semoga dibaca yang berwenang, ada beberapa poin yang mungkin bisa dipertimbangkan. Tentu saya ngga bisa menyamakan dengan fasilitas yang tersedia di kebun binatang Melbourne maupun Singapura, tapi apa yang baik dari mereka mungkin bisa diadopsi di KBS.

image

1. Pencahayaan yang baik
Seperti toko, toko yang menarik pengunjung adalah yang terang benderang. Efek dari pencahayaan yang kurang adalah tidak tersampaikannya informasi, tidak menarik, dan sulit mengetahui bagian mana yang harus diperbaiki. Di balik kesuraman itu ternyata ada kaca pembatas yang pecah, ada tembok yang sudah terkelupas, ada kecoak yang sembunyi.

2. Lebih atraktif
Agar pengunjung kembali lagi, perlu ditambahkan kegiatan yang variatif dan melibatkan pengunjung. Misal memberi makan binatang pada jam tertentu, memberi penjelasan tentang hewan langsung dari petugasnya, acara menunggang hewan, show hewan atau lainnya. Saya lihat fasilitasnya sudah ada, namun jarang digunakan nampaknya, KBS memiliki perahu yang siap mengantarkan pengunjung berkeliling KBS. Namun sayang tidak beroperasi. Ada juga perahu kecil yang beroperasi, namun  kesannya gampang terbalik dan nampaknya tidak aman berkeliaran di danau buatan KBS. Ada pula gedung untuk show binatang, tapi nampak lama tak digunakan.

3. Perawatan
Ada kandang yang nampak bersih, ada yang nampak terabaikan. Maksudnya yang lihat saja sudah ngga betah, apalagi yang tinggal di sana. Jalan setapak perlu diperbaiki agar bisa dilalui stroller dan ngga menyulitkan orang untuk jalan. Peta dibuat sejelas mungkin, dibagkkan saat membeli tiket, agar jelas posisi masing-masing binatang. Pada sudut-sudut KBS tetap diperhatikan kebersihannya, bukan sebagai tempat mengumpulkan sampah.

4. Petugas
KBS punya banyak petugas yang loyal bekerja untuk KBS (tentu dikurangi mereka yang bagai serigala berbulu domba). Dedikasi mereka untuk merawat taman, kandang dan binatang patut diacungi jempol. Akan lebih baik lagi jika mereka diberi seragam khusus, karena kalau di luar, jadi petugas kebun binatang itu keren banget lo! Pakai sepatu boots, celana safari, dan nampak gagah karena berani dekat dengan binatang. Anak-anak pasti kagum, dan tertarik dengar cerita soal binatang yang dirawatnya. Saya melihat petugas di KBS mobilitasnya menggunakan sepeda. Sepedanya sih ngga apa. Tapi pakai kaos oblongan, celana pendekan, sandal jepitan, dan membawa hanya sekantung hati ayam, kok far away of their partner abroad ya. Selain itu petugas juga bisa dilatih lebih ramah biar pengunjung juga senang berinteraksi dengan mereka.

Bagaimanapun, KBS tetap menjadi sarana konservasi dan hiburan yang menyenangkan bagi para pengunjungnya.

***
IndriHapsari

Belajar dari saudara tua yuk!  Kebun Binatang Ragunan

Advertisements