Kebun Binatang Ragunan: Luasnya Ngga Kira-kira!

Sudah kebiasaan kami kalau jalan-jalan dan di kota itu ada zoo alias kebun binatang, maka potensi kami mengunjungi akan besar. Meski sama-sama di Indonesia dan kebanyakan hewannya sama, cara menata kebunnya bisa menyebabkan perbedaan yang cukup berarti. Kali ini dibelain ke Kebun Binatang Ragunan, pengen tau gimana sih pengelolaannya.

image

Masuk Ragunan

Ongkos masuk mobil 6500, dewasa 4500 dan anak-anak 3500, kami mendapat tiket berupa kartu. Kartu tersebut dimasukkan dalam mesin yang diletakkan di pintu masuk. Saya lihat di tempat lain di Jakarta begitu juga, apa ada peraturan ya supaya tidak terjadi kebocoran di pemerintah.

Baru masuk terlihat peta dan papan petunjuk arah. Cukup jelas sih, dan toilet tersebar dimana-mana. Melihat ada persewaan sepeda, tanpa pikir panjang langsung kami sewa. Maunya tandem semua, tapi sadelnya ketinggian. Akhirnya satu tandem dan dua single, untuk semua dihargai 35 ribu per jam.

image

View di Ragunan

Karena bersepeda, jadi sulit membuka peta yang sudah saya foto. Akibatnya jalur kami ya random saja, melihat mana yang belum dan jalur mana yang lebih mudah. Maklum mengendarai sepeda milik umum ini susah ya. Yang remnya ngga pakem lah, sadelnya bergoyang-goyang, terakhir malah rantainya lepas dari gir. Tapi the show must go on.

Mungkin karena puasa dan masih pagi ya, KBR terlihat sepi, cuma ada beberapa rombongan anak-anak. Waktu melewati area demi area…brrr….baru kerasa KBR ni luaaaas banget. Cek di Wiki, luasnya 140 hektar, sedang sodaranya, Kebun Binatang Surabaya ‘cuma’ 37 hektar. 4 kali lipat! Pantesan kandangnya gede-gede. Jarak dari satu tempat ke tempat lainnya jauh-jauh. Untunglah jalannya rata, bersih dan stroller friendly. Means buat sepeda dan kursi roda juga bisa. Kalau Singapore Zoo malah cuma 28 ha, cuma karena koleksi dia jarang dan cara penataannya membuat dia terkesan luas.

image

Koleksi binatang Ragunan

Koleksi binatang di KBR ini banyak dan sehat-sehat. Kalau liat begini mendadak mellow kalau ingat yang di Surabaya. Kesian mati dibunuh oleh orang yang bertanggungjawab. Kandangnya juga bersih, ngga tercium bau yang menyengat. Orang jualan hanya ada di beberapa spot, petugaspun tidak terlalu banyak. Ngga apa, yang penting bonbinnya keurus aja. Buat gathering juga bagus nih, banyak tempat-tempat luas dan lapang buat piknik atau pul kumpul. Kalau mau lebih nyaman bisa beli tiket lagi masuk Children Zoo, 2500 perak, untuk gelar tikar di beberapa pendopo yang ada.

Kisah mau ngembaliin sepeda sekalian pulang sungguh penuh perjuangan. Pertama kita lupa masuknya dari pintu mana, habis pintunya banyak ternyata. Kedua ini jalanan kaya ngga ada habisnya. Ketiga ternyata mesti nanjak! Wuaduh, secara bobot ngga langsing gini, kelas berat semua. Dulu pernah sepedaan di komplek Finna Golf pakai sepeda pinjaman, sampe saya pikir sepedanya yang rusak, karena kalau nanjak dia ngga bisa dikayuh, kalau turunan lancar. Ternyata emang faktor sayanya yang…ah… sudahlah… *mringis*

Sudah pake sepeda, ngga semua binatang ketemu tempatnya, eh gitu  aja sudah dua jam lo! Kena charge lagi 30 ribu pas ngebalikin, sepeda yang kami kembalikan sudah diincar orang lain. Wah kayanya cuma sedikit jumlah sepedanya, mungkin lain kali bawa sendiri aja kalau diijinkan. Soalnya kalau jalan kaki paling ngga 4 jam ya, kalau bawa anak kecil susah. Sama lebih baik pengunjung dapat peta karena spot peta yang dipasang di pinggir jalan itu jauh-jauh jaraknya. Yah dengan 4500 memang susah, mungkin bisa dipikirkan untuk menggaet sponsor. Yang pasti ni bonbin recommended to try 🙂

***
IndriHapsari

Advertisements