Rejeki Ada di Mana Saja

Percaya atau tidak, pekerjaan seremeh apapun, tetap mendatangkan rejeki jika kita bersungguh-sungguh. Sebaliknya, bila kita selalu mengeluh, menghitung apa yang telah kita berikan dan apa yang belum kita dapat, rejeki tidak mau dekat-dekat. Bila kita bekerja untuk digaji, maka kita akan selalu membayar.

Beberapa contoh di bawah ini mengajarkan pada saya, bahwa keikhlasan adalah hal yang utama dalam bekerja.

1.     Tukang sampah

Masih muda, masih kuliah, tapi mau bantu bapaknya jadi tukang sampah. Tiap pagi lewat di depan rumah, tanpa pilih-pilih membuang sampah milik warga. Tidak mengomel jika sampah yang dibuangnya sangat banyak, ataupun meminta tambahan uang. Karena disayang oleh seluruh warga, setiap menjelang Lebaran ada saja yang memberikan uang, makanan atau pakaian baru untuknya.

2.     Tukang sapu jalanan

Tiap sore ketemu di jalan yang sama. Dengan tekun menyapu dedaunan, menyerokinya, kalau perlu mengambil dengan tangan, agar area tugasnya menjadi bersih. Setiap pengguna jalan tersebut pasti pernah melihatnya, dengan karung tergantung di samping celananya. Meskipun tidak tiap hari, ada saja mobil atau motor berhenti untuk memberinya bungkusan.

3.     Tukang parkir

Sudah tua dan rambutnya mulai memutih. Meskipun ompong, dia tidak takut untuk selalu tersenyum. Memberi panduan parkir dan keluar dari parkir dengan semangat meskipun di bawah terik matahari. Memberikan kardus pelindung bagi kendaraan yang parkir tanpa diminta. Meskipun sebenarnya kami bebas parkir, tapi kami selalu memberinya sekedar uang atas inisiatifnya.

4.     Pegawai kafe

Hanya seorang gadis biasa, yang cekatan dan ramah. Selalu ceria mengajak pelanggan bicara, bersemangat dengan tugas-tugasnya, yang tercermin dari ruangan yang dijaganya. Mendapat rasa sayang dari para pelanggannya, sehingga tak segan mereka memberi tip padanya.

Jangan menunggu untuk memberi lebih pada pekerjaan yang dipercayakan Tuhan pada Anda. Rejeki ada dimana saja, ikhlaslah.

***

Advertisements