Cruise Selat Madura, Alternatif Wisata di Surabaya

Berhubung lagi demen dengan kota Surabaya yang ternyata dari dulu udah keren ini, akibatnya nyari-nyari lagi deh setelah kemarin sudah keliling pakai bis lewat Program Surabaya Heritage Track. Dari internet, ada satu cruise yang ditawarkan oleh PT. Pelindo Marine, yang ternyata untuk peroranganpun bisa.

Akhirnya daftar deh melalui email ke wisatabaharisurabaya@gmail.com. Responnya cepat dan tahu sendiri deh kalau saya nanya kan in detail gitu, tapi adminnya jawabnya juga lengkap. Lalu sesuai jadwal yang kita sepakati, Minggu jam 9-11 saya dafatr untuk sekeluarga. Biaya cruise per orang 120 ribu, ditransfer via Mandiri. Lalu kita disuruh nunggu di kantor Pelindo III di Perak Timur pas hari Minggu itu.

Agak telat dikit, datanglah mobil Pregio bertuliskan Artama, sepertinya ini anak perusahaannya Pelindo III. Agak heran kok sepi, ternyata cuma kita penumpangnya, sedang awaknya ada sekitar 6 orang termasuk nahkoda. Eh nahkodanya mbak-mbak loh. Keren!

Interior ruang bawahnya mengingatkan saya dengan kereta wisata. Ada ruang karaoke, lalu bar dan sofa melingkar. Kita dapat roti, sedang minuman harus beli. Eh disini sih mau bawa bekal juga boleh kok. Di atas ada ruang kemudi, plus beberapa kursi. Asyik deh serasa kapal milik pribadi.

Pemandangannya berganti-ganti. Awalnya kegiatan di pelabuhan, bongkar muat barang dan bersandarnya kapal-kapal. Lalu mulai masuk lautan berwarna hijau muda, pelan-pelan terlihat Pulau Madura. Hanya sisi yang kita lewati sisi Surabaya, makanya sempat lihat Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya). Ada juga kegiatan seperti paralayang dan lomba perahu layar. Wah, menarik ya kegiatan warga Surabaya di hari Minggu ini.

Sesampainya di Suramadu, kapal berbalik arah Surabaya lagi. Baru deh saya ke bawah ke ruangan berpendingin udara, trus makan-makan roti dan sibuk posting foto-foto. Secara keseluruhan keren sih, layak dijual sebagai paket wisata. Kelebihannya selain pemandangan, kapalnya bagus dan terawat, staffnya juga ramah-ramah. Kemampuan perlu ditingkatkan sih, misal panduan life jacket diapalin aja, jangan dibaca. Atau misal dibaca, pakai intonasi kaya ngga baca aja šŸ˜€ Lalu perjalanan kita terlalu hening, maksudnya keterangannya kurang banyak untuk tempat-tempat yang kita lewati. Waktu ikut tur air di negara lain, panduannya bisa dari kaset seperti di Singapura, ada pemandu khusus seperti di Gold Coast, atau yang canggih seperti di Melbourne, driver merangkap guide :D. Misal kita kelewatan Gedung Adpel Tanjung Perak dan Cagar Budaya Bangunan. Padahal penting banget informasi-informasi seperti itu. Misal siapa sangka Surabaya punya mercusuar keren seperti Monjaya?

Kalau buat rombongan bisa ambil jadwal di luar reguler. Misal mau liat sunset di Suramadu, atau foto-foto di Pulau Karang Jamuang. Atau mau buat mancing juga bisa. Kapal bisa memuat hingga 35 orang, biaya sewa per jam 1,6 juta, minim sewa 2 jam. Sip dah, yakin Indonesia lebih keren! šŸ™‚
***
IndriHapsari

Advertisements