Warnet Idaman Orang Tua

 Miris rasanya membaca berita di Kompas banyak warnet (warung internet) di Indonesia yang menjadi tempat mesum dan tempat bolos. Para muda mudi memanfaatkan suasana warnet yang remang-remang dan terdiri dari bilik-bilik tertutup untuk membuka situs porno, ataupun mengajak pasangannya untuk ‘membuka’ yang lain. Bagi anak-anak sekolah dasar, warnet menjadi tempat bermain game online, membuka situs-situs yang seharusnya untuk usia dewasa, merokok dan berteriak dengan kata-kata kasar jika kalah bermain game.

 

Padahal keberadaan warnet sangatlah penting demi pengetahuan dan penambahan wawasan. Internet yang masih mahal di Indonesia, dan hardware yang tidak semua masyarakat bisa memilikinya, menjadi penghubung sebagian masyarakat terhadap dunia luar. Anak-anak bisa mendapatkan pengetahuan yang lebih mudah dimengerti (misalnya seperti simulator manajemen energi), mengerjakan tugas sekolah, dan melihat keindahan dunia. Remaja dapat memanfaatkannya untuk menambah teman, berdiskusi tentang suatu topik, bertanya kepada ahlinya, dan berlatih menulis seperti di Kompasiana. Hanya dengan 3 ribu per jam, banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan.

 

Namun melihat perkembangannya tidak begitu baik, saya sebagai orang tua tentu tidak akan mengijinkan anak saya mengunjungi warnet. Karena itu saya mengusulkan warnet yang tidak akan membuat cemas orang tua, dan mendukung perkembangan anak.

 

Warnet yang saya inginkan adalah :

1. Suasananya terang benderang, bersih, ada jendela sehingga sinar matahari bisa masuk dan pengguna bisa melihat ke luar. Hal ini untuk mencegah lelahnya mata yang berakibat pada rabun jauh.

2. Tanpa bilik dan menggunakan meja besar di tengah, dengan monitor di atasnya dan kursi di sekelilingnya. Sehingga siapapun bisa melihat apa yang pengguna buka.

3. Dilarang mesum, gaduh, dan merokok

4. Ada pencegahan akses ke situs porno. Memang tiada habisnya melawan pornografi ini, tapi setidaknya hal ini akan mempersulit penyebarannya.

5. Game online boleh, tapi ada batasan waktunya.

6. Buka 24 jam, tapi ada jam malam untuk anak-anak di bawah umur

7. Aman dari phising,dan semua hal yang merugikan keamanan pengguna.  Termasuk penggnaan software asli. Karena kasihan pengguna sedang asyik berselancar warnetnya malah dirazia polisi.

8. Penjaga warnet yang kompeten, jujur dan berwibawa. Meskipun syaratnya seperti pencarian ketua KPK 🙂 tapi penjaga warnet yang kompeten akan sangat membantu pengguna mula dan memperbaiki kerusakan hardware maupun jaringan. Jujur masalah keuangan, dan teguh dalam menjalankan tugasnya. Wibawa diperlukan untuk menegur pengguna yang nakal dan bersikap tegas.

Siapa yang mau memulai? Saya pelanggan pertama 🙂

 

Advertisements