Manajemen Energi untuk Masa Depan Lebih Cerah

 

Tidak, saya bukan peramal masa depan, apalagi pengarang. Saya hanya mencoba menjelaskan dengan cara sederhana, tanpa penjelasan yang panjang dan rumit, agar Anda tahu penggunaan energi seperti apa yang sebaiknya digunakan di masa mendatang. Tujuannya adalah menjaga atmosfer dari emisi CO2 (karbondioksida), penggunaan sumber energi yang lebih efisien, efektif dan tidak merusak lingkungan.

Untuk mendukung penjelasan saya, Anda dapat membuka simulator Energy Lab, yang berada pada situs  http://www.learner.org.  Simulator ini akan memadukan penggunaan berbagai jenis energi , sehingga kita dapat mengetahui emisi karbondioksida yang dihasilkan. Berikut adalah tampilan simulator tersebut.

Energi yang dapat digunakan pada simulator ini ada 8, yaitu minyak bumi, batubara, gas, biofuel, nuklir, air, matahari dan angin. Dengan menekan tombol ‘Adjust Energy Resources’ Anda dapat mencoba mengubah level penggunaan energi. Energi yang dibutuhkan dalam satu dekade akan ditulis di bagian bawah. Tugas Anda adalah memadukan level penggunaan energi, agar tulisan berapa energi yang dibutuhkan menghilang, yang berarti telah terpenuhi. Hati-hati, jika level penggunaan energi berubah warna dari hijau menjadi kuning, artinya Anda sudah tidak menggunakan energi itu lagi. Hal ini terjadi karena cadangan energi akan habis, atau harganya lebih mahal dari penggunaan energi dari fosil, atau pembatasan kenaikan energi dalam tiap tahunnya.

Tombol ‘Advance Options’ berfungsi untuk mengubah perilaku yang terjadi selama dekade-dekade mendatang. Misal perubahan permintaan energi, efisiensi energi, dan penangkapan karbondioksida (misalnya dengan penghijauan). Dengan mengubah efisiensi energi menjadi lebih besar, terdapat grafik yang menggambarkan supply energi dapat lebih besar dari demand pada dekade saat ini.

Setelah siap, Anda dapat menjalankan simulasi ini. Jangan lupa cek pada dua grafik yang tersedia di sebelah kanan, bagaimana posisi supply-demand energi, dan karbondioksida yang dihasilkan.Pie chart akan memperlihatkan persentase penggunaan energi tersebut. Setiap selesai melakukan simulasi untuk satu dekade, kemungkinan akan ada peningkatan kebutuhan energi, sehingga kita harus kembali mengubah supply energi.

Cukup rumit? Bayangkan pada kondisi nyata, persoalannya akan lebih pelik lagi, karena emisi karbondioksida harus dijaga tetap atau bahkan lebih rendah, dengan pertumbuhan penduduk dan konsumsi energi yang PASTI lebih tinggi. Tapi tetaplah optimis, meskipun kita bukanlah pengambil kebijakan, pemimpin dunia atau pihak yang punya kekuatan, mulailah dari diri sendiri. Bayangkan jika ada sejuta orang yang seperti Anda, saya yakin atmosfer kita akan lebih baik 🙂

Advertisements