Membebaskan Sastra dalam Lyrical Ballads

20121211-015726.jpg

Lyrical Ballads merupakan salah satu buku puisi Inggris yang paling berpengaruh. Ditulis oleh William Wordsworth dan Samuel Taylor Coleridge pada tahun 1798, buku yang berisi 23 puisi ini mempunyai misi membawa bahasa percakapan dan pengalaman pribadi dari kehidupan sehari-hari ke dalam puisi, daripada mengacu pada batasan, nalar dan formalitas pada abad ke-18. Mereka telah membuka langkah menuju Romantisme Inggris di abad ke-19.

Visi Romantisme yang kental adalah

‘Puisi harus didasarkan pada ekspresi jujur dari emosi yang dalam. Semua puisi yang baik adalah aliran spontan dari perasaan yang sangat kuat. Puisi-puisi tersebut mengambil inti sarinya dari emosi yang dikumpulkan kembali dalam ketenangan.’

The Rime of The Ancient Mariner merupakan salah satu puisi Inggris yang paling banyak dikutip. Puisi sepanjang 600 baris ini pada awalnya banyak dilecehkan oleh kritikus atas kesederhanaan diksi, ketidakformalan gaya, dan kesederhanaan dari sebagian karakter.

Puisi ini menceritakan seorang pelaut dalam peristiwa supernaturalnya saat menuju Kutub Selatan, tempat keberadaan seekor albatros dan angin, yang kemudian menyelamatkan kapal sang pelaut yang tidak bisa bergerak. Namun, pelaut tersebut malah menembak dan membunuh albatros dan angin, hingga terbunuh. Para awak kapal yang menggantung tubuh albatros di lehernya, akhirnya mati. Hanya pelaut tersebut yang selamat, dan ia dihukum untuk menceritakan pengalamannya tersebut.

Rasa bersalah, hukuman, dan hubungan yang seharusnya antara manusia dan alam merupakan tema penting dalam puisi simbolis ini.

Water, water, everywhere
And all the boards did shrink
Water, water, everywhere
Nor any drop to drink.

The very deeps did not O Christ!
That ever this should be!
Yea, slimy things did crawl with legs
Upon the slimy sea.

About, about, in reel and rout
The Death-fires danc’d at night;
The water, like a witch’s oils,
Burn green and blue and white.

Wordsworth dan Coleridge, merupakan pujangga idealis yang berupaya membebaskan sastra dari formalitas abad ke-18 yang berpotensi mengendurkan semangat mereka.

@@@
Referensi : Buku-buku Yang Mengubah Dunia, Penerbit Erlangga
Sumber gambar : wordsworthclassics.com

.

IndriHapsari

4 comments

Komen? Silakan^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s