Gaya Hidup Hijau untuk Masyarakat Perkotaan

 

Justru karena Anda tinggal di perkotaan, maka gaya hidup hijau mutlak dilakukan. Bayangkan bila banyak orang seperti Anda, tentu bumi ini akan makin terselamatkan. Berikut tipsnya.

1. Kendaraan

Anda dapat mengganti kendaraan berbahan bakar bensin atau solar dengan yang berbahan bakar nasi, tidak termasuk becak 🙂 Naik sepeda, berjalan kaki,  meluncur dengan skate board bisa jadi alternatif. Namun memang kadang tidak mungkin melakukannya di Indonesia. Cuaca yang panas, polusi, kemacetan dan tidak ramahnya lalu lintas terhadap kendaraan lambat ataupun pejalan kaki, menyebabkan banyak orang enggan melakukannya. Solusinya, cobalah parkir kendaraan di tempat yang lebih jauh dari biasanya, agar makin sedikit BBM yang terbakar. Selain itu, Anda jadi lebih sehat karena (terpaksa) berolahraga.

Kalau hal tersebut masih sulit dilakukan, misalnya karena faktor keamanan atau kesehatan  (jangan karena tidak mood ya 🙂 ,  coba pilih kendaraan yang lebih hemat BBM. Mobil ganti ke motor, pilih mobil yang hemat BBM, atau ganti mobil setelah 10 tahun pemakaian. Jika masih dirasa tidak mungkin, perawatan yang baik dan kontinyu akan membuat kendaraan selalu dalam kondisi prima dan tidak boros bahan bakar.

2. Belanja

Pilih tempat belanja yang terdekat, untuk menghemat pemakaian bahan bakar. Atau pilih tempat perbelanjaan yang lengkap, sehingga semua yang Anda butuhkan ada di sana. Jika belanjaan Anda sedikit, Anda bisa membawa tas belanja sendiri dan bisa berkali-kali dipakai. Bila belanja di pasar, bawalah kantong plastik dari rumah, dan mintalah kertas untuk membungkus tempe atau ikan asin. Untuk belanja bulanan di hypermarket atau supermarket, mintalah kardus sebagai pembungkusnya. Beberapa ssupermarket memang sudah memberikan alternatif ini, namun ada juga yang belum. Kalau sudah begini saya belum bisa menyarankan untuk membawa kardus sendiri ke toko 🙂 Untuk pembelian dalam bentuk grosir, Anda tidak perlu menggunakan pembungkus lagi. Cukup taruh di troli, dan pindahkan isi troli langsung ke mobil

3. Makanan

Bagaimana jika Anda tanam sendiri sayur-sayuran maupun buah yang diperlukan? Logikanya, buah dan sayur yang Anda beli, harus menempuh perjalanan panjang dengan menggunakan kendaraan berbahan bakar. Sepetak lahan di rumah Anda, atau satu pot di apartemen Anda,  bisa didapatkan. Mungkin tidak semua kebutuhan bisa terpenuhi, namun setidaknya kita sudah mengurangi satu ketergantungan terhadap pemenuhan gizi. Buah, tentu saja agak sulit jika kita memaksa menanam pohon apel atau jeruk :). Yang paling gampang tumbuh dan tidak aneh untuk ditanam di perumahan adalah pisang dan pepaya.

Jika Anda membeli makanan untuk dibawa pulang, bawalah tempatnya sendiri, agar tidak perlu menggunakan plastik maupun styrofoam yang sulit terurai. Pilihlah kertas atau kotak pembungkus untuk kemasannya, meskipun kertas  pembungkus makanan juga mengandung plastik pelapis di salah satu sisinya.

4. Sampah

Karena pengelolaan sampah di perkotaan masih amburadul, saya tidak menyarankan untuk memisahkan sampah. Bayangkan Anda sudah memisahkan sampah organik dan non-organik, namun dua-duanya sama-sama berakhir di tempat pembakaran sampah. Pemisahan sampah bisa dilakukan bila Anda atau lingkungan tempat Anda tinggal mengelolanya secara mandiri. Yang bisa Anda lakukan adalah bungkus sampah Anda baik-baik agar tidak tercecer pada saat pengambilan. Pendam sampah daun-daunan dalam tanah agar kelak dapat menyuburkan tanah. Hal ini lebih baik daripada membakar sampah atau membuangnya.

Lalu apa lagi yang bisa kita lakukan? Persedikit jumlah sampah. Makanan harus dihabiskan, jangan sampai ada bahan tersisa, simpan kembali kemasan yang dapat dipergunakan lagi, gunakan bahan-bahan dengan hemat, dan meracik bumbu sendiri daripada membeli bahan jadi.

5.  Listrik

Konsumsi bahan bakar digunakan juga untuk produksi listrik. Mengenai energi alternatif dan alternatif pembangkit, sudah sering dibicarakan. Kita sebagai pengguna dapat melakukan penghematan listrik. Selain agar bahan bakar untuk pembangkit tidak cepat habis, juga agar penyebaran listrik dapat dilakukan secara lebih merata.

Biarkan udara segar dan sinar matahari masuk pada pagi hari, tanam banyak pohon untuk mengurangi panas di dalam rumah. Pergunakan warna dinding yang cerah, supaya lampu yang digunakan wattnya tidak terlalu besar. Bersihkan lampu secara rutin, sehingga terangnya dapat maksimal. Pendingin udara dan lemari pendingin harus dirawat dengan baik agar dengan konsumsi listrik yang sedikit, suhu yang diinginkan bisa tercapai.

Televisi,lampu,komputer dinyalakan jika perlu. Untuk aliran air yang tidak lancar, buatlah tandon atas dan bawah. Jika Anda membuat tandon bawah saja, setiap akan menggunakan air, Anda memerlukan energi listrik untuk menaikkannya. Dengan memiliki tandon bawah, aliran air dari PDAM akan terkumpul dahulu, sebelum Anda menyalakan listrik untuk menaikkannya ke tandon atas (bisa dibuat otomatis, begitu tandon atas kosong, langsung pompa menyala untuk menaikkan air dari tandon bawah), dan Anda dapat menggunakannya di rumah tanpa harus menggunakan listrik lagi.

Solar panel merupakan solusi terbaik jika Anda terbiasa mandi dengan air hangat, atau..biasakan mandi dengan air dingin. Lebih segar 🙂 Shower memang  dapat menghemat penggunaan air, namun ada energi listrik yang  digunakan. Bak mandi memang alternatif yang lebih baik dimana air akan dikumpulkan terlebih dahulu sebelum dipakai, tanpa menggunakan energi apapun.

Jadi, gaya hidup hijau tetap bisa kita terapkan..asal niat saja 🙂

Advertisements