Golput, Artinya Membiarkan Diri Diwakili Caleg Tak Berkualitas

partai

 

Pasti sebagai orang cerdas, Anda merasa gemas dengan semua berita yang datang dari orang-orang yang katanya adalah wakil rakyat, tapi kok ya kelakuannya ngga seperti Anda yang cerdas-cerdas ini. Bahkan cenderung seperti meremehkan intelegensia calon pemilihnya, dengan melakukan hal-hal yang di luar nalar.

Bukannya berkontribusi pada calon pemilih, atau kutu loncat antar partai agar mendapat banyak dukungan, atau show off kepintaran dan kemampuan, ini malah twitwar, bahas da melakukan hal ngga penting, atau melakukan ritual kepercayaan agar bisa terpilih menjadi anggota legislatif.

Rasanya ingin mengoperasi otak mereka (karena kalau operasi otak sendiri rugi) bagaimana cara berpikirnya? Apakah terlalu banyak otak kanan sehingga sangat sangat kreatif, atau apakah ada pembodohan massal, karena toh yang begitu ya diikuti oleh banyak caleg lainnya, dan direstui oleh pimpinan partainya.

Caleg adalah cerminan partai. Hanya mungkin karena dominan yang ngga beres, atau yang ngga beres lebih banyak ter-blow up media, menyebabkan Anda menjadi ternganga dan ngga habis pikir, ada ya orang nekat bin cuek yang melakukan cara-cara itu untuk mendulang massa.

Then, apa yang bisa Anda lakukan?

Protes pastinya. Tunjukkan di media, bahwa calon-calon seperti ini bakal faaar away dari daftar pilih Anda. Suarakan pendapat Anda, tentu dengan cara elegan, dan ngga perlu lah menghujat sana sini. Itu artinya Anda sama dengan mereka, yang menghalalkan segala cara, plus ngga inget kalau cara itu bakal membuat pembaca hilang fokus, lebih mikir hebohnya daripada isinya. Jika Anda mengetahui, memikirkan dan merumuskan sesuatu tentang caleg, pemilihan dan sistem yang ada, silakan di-share entah lewat tulisan, visual, ataupun aktif mengikuti diskusi, mulai di warung kopi hingga di tingkat menteri. Mengedukasi calon pemilih, itu yang bisa dilakukan sebagai pemilih yang cerdas.

Karena itu, buang jauh-jauh keinginan untuk tidak memilih.

Plato mengatakan : One of the penalties for refusing to participate in politics is that you end up being governed by your inferiors.

Kalau Anda tidak memilih, berarti ada kesempatan caleg yang muke-lo-jauh itu untuk menjadi wakil rakyat. Coba kalau Anda ikut memilih, tentu jagoan Anda yang lebih cerdas, lebih mampu dan lebih berintegritas itu bisa menang. Meskipun kita sudah putus asa, ngga ada calon yang bisa mewakili, pilih yang terbaik dari yang terburuk. Ibarat kereta, caleg yang bobrok itu masih di kota Surabaya, sedang caleg yang lebih oke sudah di Semarang. Kalau tujuannya sama-sama Jakarta, siapa yang duluan sampai di Gambir? Meski ada gempa di seluruh Jawa, siapa yang keretanya paling dekat dengan Jakarta? Startnya udah beda Bung, jadi pilihlah dengan cerdas caleg Anda. Caranya? Thanks God ada internet. Bisa dicek disini : dct.kpu.go.id Kalau  bisa update status, pastilah bisa cek profil para caleg 😀

Kalau masih kecewa juga dengan ratusan caleg yang terpampang disitu, demi kemajuan Indonesia, kenapa ngga Anda aja yang berusaha masuk dalam sistem? Jadilah caleg, berusahalah mendapatkan suara terbanyak dengan cara-cara yang elegan. Apa yang Anda tidak sukai dari caleg yang sekarang, mohon hapuslah hal-hal itu nanti dari perilaku Anda. Apa yang Anda kritik tentang sistem pemilihan dan pemerintahan, mohon perbaiki saat Anda diberi kesempatan.

Tidak ada waktu? Tidak ada modal? Tidak ada dukungan? Itulah sebabnya jadi caleg itu sebenarnya bukan sim-salabim-prok prok prok jadi caleg. Semua harus dimulai dari awal, dari bukan siapa-siapa, berusaha keras menjadi apa-apa. From zero to hero, from nothing to something.

Kalaupun bukan Anda, bagaimana jika mulai sekarang hunting bibit-bibit caleg yang bisa kita andalkan, dan dukung serta semangati dia, agar menjadi caleg seberkualitas yang kita harapkan. Seperti yang saya ungkapkan sebelumnya, caleg itu bukan instan. Maka biarlah Anda, yang punya daftar caleg ini harus begini dan begitu, menumbuhkannya menjadi caleg yang berkualitas.

Jika terasa hal itu berat banget, dan Anda yakin takdir Anda bukan menjadi caleg, ataupun manajer caleg, maka gunakan hak pilih Anda secara bijak. Itu sudah cukup kok untuk mengusahakan Indonesia menjadi lebih baik.

***

IndriHapsari

 

 

 

Advertisements