Moriarty, The Criminal Darling

andrew2

 

Kalau peran jahat kan biasanya banyak dibenci ya. Lihat saja sinetron Indonesia, kalau dapat peran jahat, jangan heran kalau sempat dijambak di jalanan. Atau dimaki orang yang baru ketemuan. Semua, karena peran jahatnya dipercaya benar oleh pemirsa, kalau dalam kesehariannya mereka memang jahat, nyebelin, dan sah-sah saja untuk menyakiti mereka, baik secara fisik maupun mental.

Peran ini memang menantang. Sudah dibenci para fans jagoan, potensi gilanya lebih besar. Ya habis mesti teriak-teriak setiap syuting, mesti berpikir jahat supaya ekspresi jahatnya ketara, mesti terus-terusan menatap dengan sadis. Konon, pemeran Joker, musuhnya Batman, Heath Ledger sampai bunuh diri karena ngga kuat menanggung perannya.

Tapi ngga semua pemeran jahat tuh nyebelin. Sebagian malah ada yang membawakannya dengan elegan. Hadeuh, ngga tahu dapat ide dari mana ya. Ada memang aktor-aktor yang berhasil menerjemahkan maunya penulis skenario ataupun sutradara, dan membawa penonton ke ranah abu-abu.

Pertama kali tahu ada penjahat elegan, ya film Silence of The Lamb. Film yang kurang ajar, karena gara-gara ngga persiapan dengan adegan kanibalnya, saya sampai ngga tidur dua malam, dan takut ke toilet malam-malam. Kebayang tampangnya Anthony Hopkins, yang santai banget habis menyantap dua satpam. Hiiy! Tapi asli deh, dia tuh bukan tipe penjahat yang grasa grusu, pakai pistol dan berwajah mengerikan. Kebapakan malah. Kalau ngga ada adegan kanibal itu, mungkin ada juga yang simpati sama dia.

Kedua kali ngefans ke penjahat, gara-gara nonton Sherlock Holmes versinya Steven Moffat. Entah siapa biang keladinya, Moriarty, musuh bebuyutannya Sherlock, ngga pernah sekeren ini. Moffat yang terlalu hebat mengarahkan, atau Andrew Scott si pemeran Moriarty yang jago aktingnya. Konon, gara-gara Sherlock ini dia jadi terkenal sebagai aktor. Sebelumnya, dia adalah rocker.

What??

andrew3

Iya, dan ternyata pekerjaannya yang totally different itu membuat aktingnya makin kaya. Ehm, sebenarnya saya cuma nonton satu episode, THE REICHENBACH FALL, dan baru nyadar Moriartynya sudah beda ajah dengan di novel dan film Sherlock Holmes yang dibintangi Robert Downey, Jr.

Alih-alih seorang professor tua, pintar tapi sinting, Moriarty versi baru ini bajunya rapi terus, rambutnya klimis, tampangnya bersih, trus mukenya itu loooh..ngga jahat. Malah terkesan innocent. Kebiasaannya manggung membuat gerak tubuhnya lentur, dan enteng saja waktu memeragakan pembobolan mahkota.

Ekspresinya juga komikal. Dengan mudah dia berganti-ganti mimik wajah, mulai jahil, ngga bersalah, sedih, marah, tertawa senang. Kalau saya jadi komikusnya, pasti senang menggambarnya.

Hal lain yang juga keren, adalah intonasi suaranya. Apa yah, dalam tapi tinggi. Seperti…orang malas lagi ngomong, atau pita kaset yang diperlambat. Beda dengan tokoh Sherlock yang suka ngomong cepat, Moriarty ini kebalikannya. Ada penekanan-penekanan dalam perkataannya, ada jeda pada setiap dialognya.

Kalau soal kejahatannya sih memang dari scenario ya, dia jadi penjahat yang paham teknologi, cerdik dan skala ngerusaknya massive. Tapi membawakan peran psikopat seperti ini memang sulit, dan Scott berhasil menanamkan di otak pemirsa, kalau Moriarty = Andrew Scott.

andrew1

Oya, untuk para cewek, ngga perlu repot-repot ngedaftar jadi pacarnya. Emang sih, dia nih criminal darling. Tapiii di salah satu web, dia ngaku kalau dia…gay *jedotin kepala ke tembok * Jadi kebayang was-wasnya si Cumberbatch, pas di rooftop itu ada adegan si Moriarty sama Holmes ini ngomongnya deket banget, ampir….kissing *OMG! Ilfil berat deh! * ~_~

***

IndriHapsari

Gambar : pinterest.com

Advertisements