Makan Apa di Sydney

Kebetulan kita nginepnya di Bankstown, di selatan Sydney. Kalau disini bilangnya suburb, kalau di Surabaya namanya Surabaya coret 😀 Entar saya bahas khusus soal Bankstown ini.

Di dekat hotel kita, suasanya seperti Pecinan. Tapi ngga gitu tepat sih, soalnya ternyata banyak resto Vietnam, Cina dan Timur Tengah. Dan masuklah kita ke satu resto, yang awalnya sepi banget, trus setelah ada kita jadi rame (GR sih, benernya karena pas kita dateng belum waktunya jam makan :P).

Seperti rumah makan kelas atas, dengan taplak putih tanpa pelindung, sendok garpu sumpit sungguhan (bukan plastik) dan piring-piring dengan kaca tebal. Pelayannya juga pake rompi, kasirnya pake cheong sam. Trus pemiliknya sendiri yang ngelayanin kami, sambil nerangin apa aja isi yang kita pesan.
image

Dan jreng..keluarlah masakan ini. Ada 4 season vegie, roasted duck, sama chicken fillet with garlic sauce. 4 season vegienya enak, untuk kami yang mendamba sayur *halah*. Lalu chicken filletnya kayanya pake tauco, too sweet sih kalau untuk lidah kami. Trus roasted ducknya chewy ya, anak-anak suka kulitnya.

Overall, enak semua, dan konon si ngkohnya dari Hong Kong 🙂
.
Berhubung kamar kita ada pantrynya, kaya gini nih
image

means bisa masak. Yeay! Dan tebak masak apa buat breakfast?

Mie cup.

Hahaha, ngga jauh-jauh dari kemaren ya menunya. Tapi lumayan ada microwave, buat ngangetin roasted duck yang kemaren ngga abis (edisi ogah rugi). Tapi asyik deh kamar ini, dikasih garpu sendok kecil dan besar beneran, jangan kaya hotel sebelumnya, ngasih kopi teh gula, tapi ngga dikasih sendok pengaduknya. Trus di kamar ini juga lengkap ada piring mangkok, sabun pencuci dan lapnya.

Sambil nunggu bapaknya ngantri tiket di SeaLife Sydney, kita nongkrong dulu di foodcourtnya, anak-anak minta ginger bread yang bentuknya khas banget itu. Ngga doyan ah, tapi anak-anak suka. Selesai dari SeaLife, makan juga di tempat yang sama, kali ini kentang, chicken burger dan hotdog.

Sorean, makan di Harbourside, mall yang rameee banget, dan foodcourtnya (eh kalau disini nyebutnya eatery) gede. Anak-anak minta KFC, ya sudah deh. Untuk ukuran Australia, dapat 3 potong ayam, 1 medium chip dan 1 mashed potato itu termasuk murah paketnya. Mashed potatonya loh, enak banget. Mengingatkan saya duluuu pas TK pernah makan itu di KFC Gelalel di Basra Surabaya. Sekali seumur hidup, tapi rasanya ngga bakal lupa. Eh malah ketemunya disini.

image

Nyampe di Bankstown, sambil nunggu anak main di playground, ada kafe kecil di pojokan yang kayanya jual berbagai makanan dari berbagai bangsa. Yang jual dari Timur Tengah. Pesan pizza dan spaghetti, pizzanya enak. Rotinya tipis, daging dan kejunya pas. Yang unik dia pakai bawang merah, yang kalau disini besarnya seperti bawang bombay. Sedang spaghettinya pakai tomat asli yang dihancurkan. Agak beda dengan yang kita makan di Indonesia.

image
.

Sarapannya, mie lagi mie lagi, untunglah siangnya dapat makanan rada nggenah. Di sebuah cafe di Circular Quay, dengan viewnya menghadap teluk, kita mencoba makan di sana, dan…puas dengan semuanya. Tempatnya nyaman, bisa pilih dalam, luar atau atas. Ada mbak-mbak pelayan yang ramah, anak-anak diberi perlengkapan mewarna biar anteng, dan..harga yang reasonable. Mungkin lebih kepada ada kids menu sih, lebih murah, porsi lebih kecil tapi pas dengan perut Asia.
image

Menunya dibuat ala koran, demikian juga dengan baju pelayannya. Dekorasi, sampe pintu kamar mandi pake model koran juga. Piring dan garpunya beneran, dan duduk ngga boleh sembarangan. Maksudnya nunggu pelayannya nyari tempat dulu.
image

image

image

image

Kid’s menu yang kita pesan adalah kid’s steak (medium), kid’s sausage dan fish and chips. Kentangnya gurih, beda dengan yang kita makan selama ini. Untuk bapaknya pesan menu adult, hamburger. Gedeee banget, dan dagingnya menurut saya enakan yang Pepperlunch. Untuk minuman, es coklatnya enak. Rasanya kalo disini emang kelebihannya di susu sama es krim ya.
image

Hasil ngikutin Anthony Bourdain keliling dunia di Asian Food Channel, menyebabkan saya bercita-cita pergi ke Harry’s de Wheel kalau ke Sydney. Udah berencana naik apa aja ke sana, eh ternyata di tur bis hop on hop off kita melewati salah satu cafenya di Woolloomooloo bay (ribet nulisnya, padahal ngucapinnya tinggal Wolomolo :D). Ada stand kecil yang rame dikunjungi orang, dan beberapa bangku untuk menikmatinya.
image

Oh, jualan pie toh..sayang ngga kefoto saking lahapnya 😀 yang saya beli chicken dan beef pie. Gede, dan isinya buanyak. Agak beda dengan yang Pie Face, selain lebih besar, kulit pie dia lebih tipis dan ngga berlapis-lapis. Daging ayam sama sapinya gede bener, mulut bisa penuh makan pie ini sekali gigit. Mending makannya anteng aja di plate sama garpu, kalau dipegang gitu suka ribet isinya tumpe.

.
image

Sarapan kali ini nyobain burgernya 7 eleven. Dibeli pas malam, diangetin pagi hari. Lumayan sih, kaya punya McDonald. Sudah ada saus tomatnya. Dan pelengkapnya, apalagi kalau bukan sausage roll yang fenomenal 😀

Di bandara, sambil nunggu di kafe pesen pie strawberry. Ih strawberry di sini gede bener ya, dua kali yang biasa menghiasi kue tar kita. Trus nyoba cheese and veggi picatha, baru tahu jenis makanan ini. Tapi dari bentuknya seperti schotel, tanpa makaroni. Dan ternyata…enak! Meski ada wortelnya segede gaban, empuk dan gurih. Trus ada jamur, telur, paprika dan entah apa lagi.

Makan siang (lah kok udah tiga kali ya…hehehe…ini kita santap berempat terus soalnya) lagi-lagi red roaster a half chicken plus chip, fried noodle, dan chicken tandori, a half dari Sumo Salad. Tadinya kepengen makan sayur atau buah, lah kok mahal, jadi chicken tandori aja. Lebih enak dari yang kita makan di Gold Coast airport. Apa ya, di sini ayamnya dibumbui kaya kunyit gitu.

Jadi, sampe sekarang belum nyobain Hungry Jack yang fenomenal itu 😀

***
IndriHapsari
Gambar : harryscafedewheel.com.au

Advertisements