Balada Facebook

Gara-gara nyari ilustrasi buat cerpen remake/rewrite di Kampung Fiksi, malah ketemu gambar-gambar di pinterest yang bikin ngakak tapi juga menohok, tentang keberadaan si biru Facebook. Medsos yang satu ini memang punya pangsa tersendiri, merasuk hingga sendi-sendi kehidupan. Mau dipakai demi kebaikan (ada yang menghasilkan riset dari chat di FB – oh nooo, pengen teriak rasanya :D) ada juga yang menelurkan perselingkuhan dari interaksi yang kebablasan. See? People can use it differently. Jadi jangan mengharamkan Facebook, tapi bencilah pada orang-orang yang memanfaatkan Facebook untuk perbuatan-perbuatan maksiatnya (et dah, udah kaya ustad aja nih :D).

Satu gambar yang sukak banget, yang ini nih.

20131017-235430.jpg

The relationships are perfect. The world shows off they are living a great life.
Dari gambar inilah judul berasal. Kalau dipikir bener juga ya. Kita berusaha menancapkan image yang kita inginkan di layar teman-teman. Ada yang memperlihatkan seolah hidupnya begitu sempurna. Orang-orang yang mengasihi (dan dipamerkan), fasilitas yang didapat (dan dipamerkan), kehidupan yang (selalu) baik-baik saja yang menghiasi layar kita. Tenane? Masa ada sih orang yang hidupnya begitu sempurna? Tapi tentu saja, kalau saya tanya gini, antara bertanya sama sirik jadi tipis bedanya 😀 Selain itu, berarti saya membenarkan stigma ‘bad news is a good news’ dong 🙂

Liars believe their own bullshit.
Saking seringnya berjaim ria, kadang yang nayangin postingan berupa status atau foto itu juga mempercayainya lho! Eh beneran, menelan ludah sendiri, menjilat kebohongan sendiri juga bagian di antaranya. Jadi saking seringnya, sampai hidupnya tuh ngga nginjek bumi lagi. Melayang terus, saking intensnya berbohong. Ckckck dari sinilah sakit jiwa itu berasal 🙂

The enemies are the ones that visit your profile the most.
What? Enemies? Hidup kok cari musuh. Ternyata, mungkin saja itu terjadi. Karena ternyata :
Even though you write what you are really thinking, there is always someone that takes it the wrong way.
Ini bener-bener tepok jidat deh. Maksud gue bukan gituuu. Tapi ada aja yang salah terima, trus sakit hati, trus tindakannya jadi di luar nalar. Wew. Termasuk ngepoin status-status kita. Biarpun diam-diam, tapi suka kelihatan looh dari titik-titiknya *rahasia! :P* Belum lagi kalau pake aplikasi Top Fans, wah bakal ketahuan deh siapa yang selama ini jadi silent reader 🙂

Your friends and family block you.
Kadang mikir ya, salah apaaaa gue sama dia, sampe diblock segala. Biasanya sih karena beda pendapat, atau ada masalah, tapi ngga berani diskusiin. Cara paling aman (sekaligus menyakitkan) adalah ngeblock. Tinggal kitanya yang bengong menghadapi ketiadaan akunnya dari beranda kita.

20131017-235559.jpg

Kalau gambar yang di atas ini, menunjukkan FB yang sudah mulai memperbudak kita. Bukannya teknologi untuk dimanfaatkan, malah teknologi yang memanfaatkan. Muncul distorsi, pengalihan perhatian dari hal-hal yang harusnya dilakukan, termasuk menunda pekerjaan.

20131017-235637.jpg

Foto Bill Cosby yang keheranan ini pas banget untuk juga menggambarkan keheranan saya. Di FB isinya galau mulu, nulis status yang seolah-olah itu hidupnya (habis ngga ada tulisannya #sematafiksi :D). Begitu ditegur orang karena isinya galau mulu, ngambek dan minta dukungan dari teman lainnya, bahwa itu kan ‘cuma fiksi’. Aduh, beneran deh, jangan bikin fiksi jadi degradasi dengan menganggap fiksi itu kebohongan belaka. Pemikiran kaya gini yang bikin fiksi selalu jadi nomor dua, padahal kalau kita lihat film yang keren atau novel yang best seller itulah hasil fiksi yang serius.

Balik lagi ke yang tadi, ya ngga salah dong teman-teman kita mengira hidup kita seperti itu, kalau isinya curhat melulu. Dan jangan protes juga atas konsekwensi yang terjadi, mungkin sampai diblock itu tadi karena empet liat statusnya yang sering muncul dan isinya ngeluh terus.

20131017-235716.jpg

Karena itu ngga semuanya harus diungkap lewat FB. Ya galaunya, ya pamernya. Seriously, are you joking by showing us those things? Ntar disangka gue sirik lagi. Hahaha, ya itu susahnya mau nasehatin, tapi bisa dibalik dengan tuduhan. Yasud, ini sih buat yang mau dengerin aja. Lainnya ya ora urus 🙂

20131017-235756.jpg

Gambar ini nih paling kocak. Saking sempurnanya hidup teman-teman kita, sampai kita mengira kitalah orang paling sial di dunia. Wake up, people! Dunianya kan cuma dunia FB, maya lagi. Jangan percaya pada sesuatu yang kau tak tahu otaknya dimana (nasehat Mrs. Weasley pada Ginny yang terperdaya buku harian Tom Riddle). Bergaullah di nyata, dan kau akan melihat bagaimana kenyataan hidup yang sesungguhnya 🙂

***
IndriHapsari
Gambar : Pinterest.com

Advertisements